Gangguan Kaum Quraisy dan Keteguhan Nabi ﷺ



🕌 CERAMAH :

“Gangguan Kaum Quraisy dan Keteguhan Nabi ﷺ”


1. PEMBUKAAN (5 menit)

Alhamdulillāh… Segala puji hanya milik Allah yang mengangkat derajat Nabi kita Muhammad ﷺ, pemimpin segala nabi, yang kesabarannya tidak tertandingi.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan siapa pun yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah…
Malam hari ini kita akan menyelami salah satu fase paling dahsyat dalam perjalanan dakwah: masa ketika kaum Quraisy menyakiti, menghina, dan menzalimi Rasulullah ﷺ.

Di balik kisah ini terdapat:

  • Keteguhan iman
  • Kesabaran luar biasa
  • Janji Allah yang pasti
  • Pelajaran abadi tentang dakwah dan akhlak

2. DASAR AL-QUR’AN: PERINGATAN ALLAH TENTANG PENGHI NAAN TERHADAP PARA NABI (10 menit)

Allah berfirman:

﴿ وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ ﴾

“Telah diperolok-olok para rasul sebelum engkau…”
(QS. Al-An’am 6:10)

Imam Ibn Katsir menjelaskan:

“Ini hiburan bagi Nabi ﷺ bahwa ejekan adalah sunnatul-lah bagi para nabi. Namun ujungnya selalu kemenangan bagi mereka dan kebinasaan bagi para penghina.”
(Tafsir Ibn Katsir)


3. GANGGUAN KAUM QURAISY (INTI CERAMAH ± 70–80 menit)

Kita bahas satu per satu, lengkap dengan dalil dan komentar ulama.


1. Abu Jahal – Sang Pemimpin Penghina Nabi

Nama asli: ‘Amr bin Hisyām.
Disebut Abu Jahl karena kebodohan dan keras kepalanya dalam menolak kebenaran.

A. Menghalangi Nabi dari shalat di Ka’bah

Ketika Rasulullah ﷺ shalat di Baitullah, ia mengancam:

“Bukankah aku telah melarangmu melakukan itu?!”

Maka Allah turunkan ayat:

﴿ كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ ۝ نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ۝ فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ ۝ سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ۝ كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ﴾

(QS. Al-‘Alaq 15–19)

Terjemahan:
“Ketahuilah, jika ia tidak berhenti, niscaya Kami tarik ubun-ubunnya; ubun-ubun yang pendusta lagi durhaka. Maka biarlah ia memanggil golongannya. Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah. Sekali-kali jangan! Janganlah engkau mengikuti kehendaknya, dan sujudlah, dan dekatkanlah dirimu kepada Allah.”

Penjelasan ulama

Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

“Ayat ini menunjukkan bahwa Allah-lah yang menjamin keselamatan Nabi ﷺ dari makar Abu Jahl, meski seluruh Quraisy berada di belakangnya.”
(Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an)


B. Melempari Nabi dengan kotoran unta saat sujud

Dalam Shahih Bukhari:

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ… وَوُضِعَ سَلَى جَزُورٍ عَلَى ظَهْرِ النَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ سَاجِدٌ

“Abu Jahal dan para pembesar Quraisy meletakkan kotoran unta di punggung Nabi ﷺ ketika beliau sedang sujud.”
(HR. Bukhari)

Putrinya, Fāṭimah, membersihkannya sambil menangis.

Ibn Hajar berkata:

“Ini adalah tingkat gangguan paling buruk, namun Nabi tetap sabar. Itulah kesempurnaan akhlak beliau.”
(Fath al-Bari)


2. Abu Lahab – Paman yang Paling Kejam

Ia paman Nabi, namun paling membenci beliau.

A. Melempari rumah Nabi dengan kotoran

B. Memfitnah dan memaki Nabi

Allah abadikan kebinasaan Abu Lahab:

﴿ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ﴾

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!”
(QS. Al-Lahab: 1)

Imam As-Sa’di menegaskan:

“Tidak ada Allah mengabadikan nama seseorang dalam kehinaan kecuali seseorang yang sangat besar permusuhannya terhadap Nabi ﷺ.”


3. ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith – Tetangga yang Arogan

A. Mencekik Nabi saat sujud

Hadis sahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ… فَأَخَذَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ بِجِيدِ النَّبِيِّ ﷺ فَخَنَقَهُ

“Uqbah menjerat leher Nabi ﷺ dan mencekiknya keras.”
(HR. Bukhari)

B. Dihentikan oleh Abu Bakar

Abu Bakar berkata:

أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ

“Apakah kalian hendak membunuh seseorang hanya karena ia berkata: ‘Tuhanku Allah’?”
(HR. Bukhari)

Ibnu Katsir:

“Ini menunjukkan bahwa dakwah tauhid adalah alasan utama kebencian Quraisy kepada Nabi.”


4. Al-‘Ash bin Wāil – Penentang Hari Kebangkitan

Ia berkata: “Tidak ada kehidupan setelah mati!”

Maka turun ayat:

﴿ وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ﴾

(QS. Al-Jatsiyah: 24)

Al-Qurthubi menjelaskan:

“Ayat ini membantah orang yang mengingkari hari akhir, salah satunya adalah Al-Ash bin Wail.”


5. Al-Aswad bin Abi Yaghuts – Penghina Wahyu

Setiap melihat Nabi ﷺ ia mengejek:

“Hari ini tidak turun wahyu, wahai Muhammad?”

Allah menjawab ejekan itu dalam banyak ayat tentang kenabian, termasuk:

﴿ وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى ﴾

“Tidaklah Muhammad berbicara dari hawa nafsunya. Itu hanyalah wahyu yang diwahyukan.”
(QS. An-Najm 3–4)


6. Al-Aswad bin ‘Abdul Muthallib – Penertawa Orang Beriman

Mereka mengejek kaum muslimin:

﴿ إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ ﴾

“Sesungguhnya orang-orang berdosa itu dahulu menertawakan orang beriman.”
(QS. Al-Muthaffifin: 29–32)

Imam Ath-Thabari:

“Ayat ini turun untuk sekelompok Quraisy yang dipimpin Al-Aswad.”


7. Al-Walid bin al-Mughirah – Penuduh Nabi sebagai Penyihir

Ayat yang sangat keras turun untuknya:

﴿ ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا… ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ ﴾

“Biarkan Aku berurusan dengan orang yang Aku ciptakan sendiri…”
(QS. Al-Muddatstsir: 11–26)

Ibnu Katsir:

“Ayat ini menampar kesombongan seorang pemuka Quraisy yang tahu kebenaran namun memilih membangkang.”


8. An-Nadhar bin al-Hārith – Pencerita Dongeng Persia

Ketika Nabi ﷺ memberi pelajaran kisah umat terdahulu, ia berkata:

“Ayo sini wahai Quraisy, aku punya cerita yang lebih menarik!”

Allah menurunkan:

﴿ وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ﴾

“Di antara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.”
(QS. Luqman: 6)

Imam Mujahid mengatakan:

“Ayat ini turun untuk An-Nadhar bin Al-Harits.”
(Tafsir Ath-Thabari)


4. JANJI ALLAH UNTUK MENJAGA NABI (10 menit)

Allah menegaskan:

﴿ إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ ﴾

“Sesungguhnya Kami telah memelihara engkau dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkanmu.”
(QS. Al-Hijr: 95)

Ibn Katsir:

“Ayat ini turun sebelum hijrah, namun balasan bagi para penghina terjadi setelah hijrah: mereka terbunuh, sakit keras, dan binasa.”

Dan benar:

  • Abu Jahal — terbunuh di Badar
  • ‘Uqbah — dibunuh setelah Badar
  • An-Nadhar — dieksekusi karena kejahatan perang
  • Abu Lahab — mati hina dengan penyakit busuk
  • Al-Walid — mati dalam keadaan terpuruk
  • Al-Ash — mati karena penyakit keras

Janji Allah pasti datang.


5. TELADAN SABAR RASULULLAH ﷺ (10 menit)

Walau dihina, beliau:

  • tidak membalas
  • tidak marah
  • tidak menyimpan dendam
  • tetap berdakwah
  • tetap tersenyum

Allah memuji akhlak beliau:

﴿ وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴾

“Sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)


6. PENUTUP EMOSIONAL (5–7 menit)

Hadirin sekalian…

Di balik gangguan Quraisy, Allah sedang mendidik Rasul-Nya.
Bahwa dakwah tidak pernah mudah.
Bahwa sabar itu wajib.
Bahwa hinaan bukan tanda kehinaan, tetapi tanda kebenaran.

Semua pembenci Nabi akan musnah.
Semua yang memusuhi dakwah akan kalah.
Karena Allah sendiri yang menanggung urusan ini.

Semoga kita menjadi hamba yang mengikuti jejak sabar beliau.
Semoga Allah memenuhi hati kita dengan keteguhan, keberanian, dan keikhlasan.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ



Tidak ada komentar