HATI-HATI TERHADAP PERSELISIHAN DI KALANGAN UMAT ( Bagian ke 2)
HATI-HATI TERHADAP PERSELISIHAN DI KALANGAN UMAT ( Bagian ke 2)
Disusun untuk dibaca di mimbar, dengan bahasa langsung, nada peringatan, jeda renungan, seruan ke jamaah, serta kisah para sufi & salaf.
(Tidak kaku akademik—tetapi menghunjam hati).
PEMBUKAAN MIMBAR (±10 MENIT)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang menyatukan kita dalam iman,
namun juga menguji kita dengan perbedaan.
Shalawat dan salam…
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
yang meninggalkan umatnya di atas jalan yang terang,
namun banyak manusia memilih jalan pertengkaran.
🟢 Hadirin rahimakumullāh…
Sebelum kita berbicara tentang perselisihan umat,
izinkan saya bertanya—
bukan untuk dijawab dengan lisan,
tetapi dijawab oleh hati di hadapan Allah:
👉 Sudahkah ilmu kita membuat kita lebih tawadhu?
👉 Ataukah justru lebih mudah menyalahkan?
👉 Lebih lembut… atau lebih keras?
👉 Lebih dekat dengan Allah… atau lebih sibuk berdebat?
Karena ketahuilah…
tidak semua orang yang berbicara tentang kebenaran sedang mencari kebenaran.
Sebagian sedang mencari kemenangan.
BAGIAN 1: ILMU YANG MENYELAMATKAN VS ILMU YANG MEMBUNUH (±15 MENIT)
Saudara-saudaraku…
Ilmu itu cahaya.
Ibadah itu jalan.
Namun ilmu tanpa hati yang bersih bisa berubah menjadi pisau yang melukai umat.
Allah tidak berfirman:
“Selamatlah hamba-Ku dengan banyaknya perdebatan.”
Tetapi Allah berfirman (dalam makna atsar):
“Tidak selamat hamba-Ku kecuali dengan menunaikan apa yang Aku wajibkan.”
📌 FARDHU dahulu!
Bukan sibuk pada yang rumit,
sementara shalat masih lalai,
amanah masih bocor,
hati masih dipenuhi iri dan dengki.
🗣️ Jamaah…
Setan paling senang melihat:
➡️ orang yang hafal dalil
➡️ pandai berargumen
➡️ tapi rusak adab dan akhlaknya
Karena agama tidak hancur oleh kebodohan,
tetapi oleh ilmu yang dikendarai hawa nafsu.
KISAH SALAF: ILMU TANPA WARO’ (±10 MENIT)
📜 Imam Malik رحمه الله
Beliau berkata:
“Ilmu itu bukan banyaknya riwayat,
tetapi cahaya yang Allah letakkan di dalam hati.”
Suatu hari ada seseorang berkata:
“Aku ingin berdebat denganmu tentang agama.”
Imam Malik menjawab:
“Jika engkau menang, apa yang engkau cari?”
“Kebenaran,” jawabnya.
Imam Malik berkata:
“Jika kebenaran sudah jelas, mengapa harus berdebat?”
Allāhu Akbar…
BAGIAN 2: PERPECAHAN ADALAH AZAB UMAT (±15 MENIT)
Allah memperingatkan dengan keras:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا
“Janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih.”
(QS. Āli ‘Imrān: 105)
🟠 Jamaah…
Perpecahan bukan sekadar perbedaan pendapat.
Perpecahan adalah ketika:
❌ kebenaran dipersempit
❌ saudara disesatkan
❌ darah dihalalkan
❌ ukhuwah dihancurkan atas nama “aku paling benar”
Itulah yang terjadi pada:
Qadariyah, Murji’ah, Rafidhah, Jahmiyah, Khawarij…
Awalnya diskusi,
lalu fanatisme,
lalu permusuhan,
lalu pertumpahan darah.
📌 Bukan kurang dalil mereka…
tetapi kurang takut kepada Allah.
BAGIAN 3: MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN NAFSU (±15 MENIT)
Allah sudah mengingatkan:
فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ
“Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada penyimpangan…”
(QS. Āli ‘Imrān: 7)
Mereka mengikuti ayat mutasyabihat
bukan untuk tunduk…
tetapi untuk mencari pembenaran.
🗣️ Hadirin…
Al-Qur’an itu satu,
tetapi hawa nafsu manusia berbeda-beda.
📌 Maka Al-Qur’an yang sama…
bisa dipakai untuk menyesatkan
jika hati sudah condong pada kebatilan.
KISAH: RASULULLAH ﷺ DAN UMAR (±10 MENIT)
Diriwayatkan…
Rasulullah ﷺ memegang jenggot Umar رضي الله عنه
lalu bersabda dengan wajah sedih:
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn…”
Umar bertanya:
“Mengapa wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Umatku akan difitnah setelahku.”
Umar bertanya lagi:
“Dengan kekafiran?”
Beliau menjawab:
“Dengan kesesatan dan kekafiran.”
Lalu Jibril berkata:
“Dengan Kitab Allah mereka tersesat—
karena mereka menakwilkannya sesuai hawa nafsu.”
⚠️ Jamaah…
Bukan Al-Qur’an yang salah,
tetapi hati yang tidak tunduk.
BAGIAN 4: SIKAP SALAF TERHADAP IKHTILAF (±10 MENIT)
📜 Wahb bin Munabbih رحمه الله berkata:
“Orang yang paling banyak berbicara tentang qadar
adalah yang paling bodoh tentang qadar.”
📜 Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
“Perdebatan dalam agama menumbuhkan kemunafikan di hati.”
🟢 Kenapa ulama besar takut berdebat?
Karena mereka tahu:
➡️ fitnah itu halus
➡️ kebenaran bisa kalah oleh ego
➡️ hati mudah tergelincir
Sedangkan yang paling berani berdebat…
biasanya yang paling sedikit ilmunya.
BAGIAN 5: PEGANG YANG DISEPAKATI (±10 MENIT)
Saudara-saudaraku…
Pegang yang disepakati umat, bukan yang memecah:
✔️ Allah Maha Esa
✔️ Rasulullah ﷺ benar
✔️ Al-Qur’an benar
✔️ Surga dan neraka benar
✔️ Shalat, puasa, zakat, haji wajib
✔️ Zina, khamr, dusta, khianat haram
📌 Dalam hal ini semua sepakat.
Maka sibukkan diri di sini!
Jangan tinggalkan yang wajib
demi mengejar yang diperdebatkan.
BAGIAN 6: JALAN SELAMAT SAAT FITNAH (±10 MENIT)
Jika ditanya perkara yang diperselisihkan…
Jawablah seperti salaf:
آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا
“Kami beriman, semuanya dari sisi Allah.”
Lalu DIAM.
🛑 Tidak semua pertanyaan harus dijawab.
🛑 Tidak semua debat harus dimenangkan.
Karena keselamatan agama lebih penting daripada kemenangan argumen.
PENUTUP MIMBAR: SERUAN TERAKHIR (±10 MENIT)
Wahai saudara-saudaraku…
Setan tidak menyuruhmu sujud kepada berhala.
Ia hanya menyuruhmu:
➡️ merasa paling benar
➡️ meremehkan saudara
➡️ sibuk berdebat
➡️ lupa menangis atas dosa
📌 Hati-hatilah…
Karena bisa jadi engkau sedang membela agama,
tetapi kehilangan Allah.
Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Berpeganglah…
Bukan berpecah.
DOA PENUTUP
“Ya Allah, selamatkan hati kami dari kesombongan ilmu.
Jauhkan kami dari fitnah perselisihan.
Kumpulkan kami di atas kebenaran dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment