PERSELISIHAN DI KALANGAN UMAT (Bagian Ke 1)


HATI-HATI TERHADAP PERSELISIHAN DI KALANGAN UMAT


Pendahuluan: Ilmu Tanpa Hati Melahirkan Fitnah

Sahabatku yang dirahmati Allah,

Ilmu adalah cahaya.
Ibadah adalah jalan.
Namun ilmu tanpa keikhlasan dan wara’ justru menjadi sebab kehancuran umat.

Bukan karena kurang ilmu umat ini hancur,
melainkan karena ilmu dipakai untuk mengikuti hawa nafsu,
bukan untuk tunduk kepada Allah.


1. Keselamatan Terletak pada Menunaikan yang Fardhu

Atsar Qudsi

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: لَا يَنْجُو عَبْدِي إِلَّا بِأَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ
“Tidak selamat hamba-Ku kecuali dengan melaksanakan apa-apa yang telah Aku wajibkan atasnya.”

Penjelasan Ulama

  • Imam Ibn Rajab al-Hanbali:

    “Barang siapa sibuk dengan perkara-perkara yang diperselisihkan sementara ia menyia-nyiakan yang wajib, maka ia tertipu oleh setan dengan pakaian ilmu.”

👉 Fardhu adalah pondasi. Tanpa pondasi, bangunan ilmu akan runtuh.


2. Perselisihan Umat adalah Jalan Kebinasaan

Dalil Al-Qur’an

﴿وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ﴾

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.”
(QS. Āli ‘Imrān: 105)

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:

    “Ayat ini mencela orang yang menjadikan agama sebagai arena perdebatan, bukan sebagai jalan ketundukan.”


3. Fitnah Terbesar: Menakwil Al-Qur’an dengan Hawa Nafsu

Dalil Al-Qur’an

﴿فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ﴾

“Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyimpangan, mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah.”
(QS. Āli ‘Imrān: 7)

Ulasan

  • Imam Asy-Syafi‘i:

    “Aku tidak pernah melihat seseorang mendalami ayat mutasyabih kecuali ia keluar dengan kebingungan.”


4. Hadis Peringatan tentang Perpecahan Umat

Hadis Nabi ﷺ

إِنَّ أُمَّتِي لَنْ تَجْتَمِعَ عَلَىٰ ضَلَالَةٍ

“Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan.”
(HR. Tirmidzi)

Makna Hadis

  • Al-Mubarakfuri:

    “Yang dimaksud adalah kesepakatan para ulama dan jumhur umat atas pokok-pokok agama.”

👉 Kebenaran ada pada yang disepakati, bukan yang diperdebatkan.


5. Kisah Rasulullah ﷺ dan Umar tentang Fitnah Umat

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ memegang jenggot Umar dan bersabda:

إِنَّ أُمَّتَكَ سَتُفْتَنُ بَعْدَكَ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ
“Sesungguhnya umatmu setelahmu akan diuji dengan perkara kecil dan besar.”

Ketika ditanya sebabnya, Jibril berkata:

“Mereka akan menakwil Kitab Allah sesuai hawa nafsu mereka.”

Pelajaran

  • Fitnah lahir bukan karena Al-Qur’an,
  • tetapi karena hawa nafsu dalam memahami Al-Qur’an.

6. Sikap Salaf terhadap Ilmu yang Diperselisihkan

Wahb bin Munabbih رحمه الله

“Aku dapati orang yang paling banyak berbicara tentang qadar adalah yang paling bodoh tentangnya.”

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه

إِيَّاكُمْ وَالْجِدَالَ فِي الدِّينِ فَإِنَّهُ يُورِثُ النِّفَاقَ
“Hindarilah perdebatan dalam agama, karena ia menumbuhkan kemunafikan di hati.”


7. Kesepakatan Umat: Jalan Aman Keselamatan

Perkara yang Disepakati

Semua kelompok sepakat bahwa:

  • Allah adalah Hak
  • Rasulullah ﷺ adalah Hak
  • Al-Qur’an adalah Hak
  • Surga dan Neraka adalah Hak
  • Shalat, puasa, zakat, haji adalah wajib
  • Zina, khamr, mencuri, khianat, dusta adalah haram

Dalil Al-Qur’an

﴿حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ...﴾

“Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian…”
(QS. An-Nisā’: 23)

👉 Dalam hal ini tidak ada perselisihan.


8. Jalan Selamat Saat Ditanya Perkara Ikhtilaf

Dalil Al-Qur’an

﴿آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا﴾

“Kami beriman kepadanya, semuanya dari sisi Tuhan kami.”
(QS. Āli ‘Imrān: 7)

Sikap Salaf

  • Beriman
  • Diam
  • Tidak memperpanjang perdebatan

9. Mengapa Ulama Besar Takut Berdebat?

  • Karena mereka tahu:
    • halusnya fitnah
    • liciknya hawa nafsu
    • indahnya kebatilan saat dihias

Imam Malik رحمه الله berkata:

“Perdebatan dalam agama mengeraskan hati dan menghilangkan cahaya ilmu.”


Penutup: Pegang yang Disepakati, Tinggalkan yang Memecah

Dalil Penutup

﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا﴾

“Berpeganglah kalian semua pada tali Allah dan jangan bercerai-berai.”
(QS. Āli ‘Imrān: 103)


Doa Penutup

“Ya Allah, lindungi kami dari fitnah perselisihan, selamatkan hati kami dari hawa nafsu, dan wafatkan kami di atas jalan orang-orang yang Engkau ridai.”



Tidak ada komentar