MEMELIHARA ANGGOTA TUBUH DAN HATI (Bagian ke 1)
MEMELIHARA ANGGOTA TUBUH DAN HATI (Bagian ke 1)
PENDAHULUAN: AKAR SEGALA KEBAIKAN
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Seluruh amal kebaikan berawal dari penjagaan:
- penjagaan hati dari niat yang rusak,
- penjagaan anggota tubuh dari perbuatan yang menyimpang.
Barang siapa menjaga anggota tubuh dan hatinya, maka ia telah menjaga agamanya.
Dan barang siapa melalaikannya, maka ia telah membuka pintu kebinasaan tanpa sadar.
1. Prinsip Dasar: Tidak Bergerak Tanpa Pertimbangan
Dalil Al-Qur’an
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar dan lurus.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Penjelasan Ulama
- Ibnu Katsir:
“Qawlan sadīdan adalah ucapan yang benar niatnya, lurus maksudnya, dan selamat akibatnya.”
👉 Ini menunjukkan bahwa perkataan pun harus ditimbang, bukan spontan tanpa kendali.
2. Menjaga Lisan: Pangkal Keselamatan atau Kebinasaan
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Komentar Ulama
- Imam An-Nawawi:
“Hadis ini adalah kaidah besar dalam adab lisan; diam lebih selamat daripada bicara tanpa maslahat.”
3. Menjaga Anggota Tubuh: Semua Akan Dimintai Kesaksian
Dalil Al-Qur’an
﴿الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ﴾
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi.”
(QS. Yasin: 65)
Ulasan
- Al-Qurthubi:
“Anggota tubuh menjadi saksi karena ia digunakan tanpa penjagaan dan tanpa rasa takut kepada Allah.”
4. Hati adalah Pusat Kendali Segalanya
Hadis Nabi ﷺ
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً…
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh; jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Ulama
- Ibnu Rajab Al-Hanbali:
“Kerusakan anggota tubuh adalah akibat kerusakan hati, bukan sebaliknya.”
5. Prinsip Wara’: Menahan Diri dari yang Syubhat
Hadis Nabi ﷺ
فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ
“Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Komentar
- Imam Al-Ghazali:
“Wara’ adalah benteng hati; tanpanya, iman mudah bocor.”
6. Tidak Bertindak Sebelum Jelas Ridha Allah
Dalil Al-Qur’an
﴿وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ﴾
“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Ulasan
- Ibnu Taimiyah:
“Ayat ini mencakup larangan berbicara, berbuat, dan berniat tanpa ilmu.”
7. Menyerahkan Perkara Samar kepada Ahlinya
Dalil Al-Qur’an
﴿فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾
“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl: 43)
Makna
- Menahan diri lebih selamat daripada bertindak tanpa ilmu.
- Diam sementara lebih baik daripada salah bertindak.
8. Ciri Orang yang Dicintai Allah: Terkontrol dalam Segala Hal
Makna Hadis (sesuai nasihat)
“Orang yang paling dicintai Allah adalah yang tidak menggerakkan lisan, tangan, kaki, dan niatnya kecuali setelah pertimbangan—jika di sana ada ridha Allah, ia lakukan, jika tidak, ia menahan.”
Sejalan dengan Hadis Nabi ﷺ
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ
“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya.”
(HR. Tirmidzi)
9. Meneladani Orang-Orang Wara’ dan Bertakwa
Perkataan Salaf
📜 Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
“Jalan kebenaran itu jelas, yang berat adalah menahan diri untuk tetap di atasnya.”
📜 Sufyan Ats-Tsauri:
“Sedikit amal dengan wara’ lebih baik daripada banyak amal tanpa penjagaan.”
10. Buah Menjaga Anggota Tubuh dan Hati
- Hati tenang
- Amal selamat
- Lisan terjaga
- Hisab menjadi ringan
- Kemuliaan di hadapan Allah
Dalil Penutup
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 89)
PENUTUP & DOA
“Ya Allah, jagalah hati kami dari niat yang rusak, jagalah lisan kami dari keburukan, dan jagalah anggota tubuh kami dari maksiat. Berilah kami taufik untuk hanya bergerak di atas ridha-Mu.”
Post a Comment