HIDAYAH, PILIHAN, DAN AKHIR PERJALANAN MANUSIA

“HIDAYAH, PILIHAN, DAN AKHIR PERJALANAN MANUSIA”

Tafsir Yunus: 101–109


I. AYAT 101

PERINTAH MENGGUNAKAN AKAL & TANDA-TANDA ALLAH

📖 Teks Ayat

قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

🌍 Terjemah

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.” Tidaklah bermanfaat tanda-tanda kekuasaan Allah dan para rasul pemberi peringatan bagi kaum yang tidak beriman.

🧠 Ulasan Ulama

  • Imam Jalalain: perintah “unzurū” bukan sekadar melihat, tapi merenung dengan akal.
  • Ibnu Katsir: ayat ini dalil bahwa kerusakan iman bukan karena kurang bukti, tapi karena hati menolak.
  • Fakhruddin Ar-Razi: tanda-tanda kosmik justru menjadi hujjah atas manusia, bukan untuk Allah.

📜 Dalil Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَفَكَّرُوا فِي خَلْقِ اللَّهِ وَلَا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ»
“Renungkanlah ciptaan Allah, jangan merenungi Dzat-Nya.”
(HR. Abu Nu‘aim)

📌 Pesan ceramah:
Ilmu, sains, tanda alam—semua tidak otomatis memberi iman bila hati keras.


II. AYAT 102

SUNNATULLAH: MENUNGGU AZAB

📖 Teks Ayat

فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَانتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُم مِّنَ الْمُنتَظِرِينَ

🌍 Terjemah

Tidak ada yang mereka tunggu selain kejadian seperti yang menimpa umat terdahulu. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun menunggu bersama kalian.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Al-Qurthubi: penundaan taubat adalah sifat umat yang dibinasakan.
  • Ibnu Katsir: ayat ini ancaman lembut sebelum azab keras.

📜 Dalil Pendukung

وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا
“Itulah negeri-negeri yang Kami binasakan ketika mereka zalim.”
(QS. Al-Kahfi: 59)


III. AYAT 103

KESELAMATAN ADALAH JANJI ALLAH

📖 Teks Ayat

ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنجِ الْمُؤْمِنِينَ

🌍 Terjemah

Kemudian Kami selamatkan para rasul dan orang-orang beriman. Demikianlah kewajiban Kami menyelamatkan orang-orang beriman.

🧠 Ulasan Ulama

  • Jalalain: ini janji ilahi yang pasti, bukan kemungkinan.
  • Ibnu Katsir: “حقًّا علينا” menunjukkan rahmat yang Allah wajibkan atas diri-Nya sendiri.

📜 Hadis Pendukung

«احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ»
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)


IV. AYAT 104–106

TAUHID MURNI & PEMUTUSAN SYIRIK

📖 Teks Ayat Inti

إِن كُنتُمْ فِي شَكٍّ مِّن دِينِي فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ

🌍 Terjemah Ringkas

Jika kalian ragu terhadap agamaku, maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah selain Allah.

🧠 Ulasan Ulama

  • Ar-Razi: ayat ini menunjukkan keteguhan akidah Nabi, bukan keraguan.
  • Qurthubi: larangan syirik mencakup semua bentuk ketergantungan selain Allah.

📜 Hadis

«مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ»
“Siapa mati dalam keadaan menyekutukan Allah, masuk neraka.”
(HR. Bukhari)


V. AYAT 107

TAUHID DALAM TAKDIR

📖 Teks Ayat

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

🌍 Terjemah

Jika Allah menimpakan mudarat, tak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Dia.

🧠 Tafsir Ulama

  • Jalalain: ayat ini membatalkan kepercayaan pada sebab tanpa Allah.
  • Ibnu Taimiyah: ini dalil agung tauhid rububiyyah & tawakkal.

📜 Hadis

«لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ…»
(HR. Tirmidzi – Hadis Ibnu Abbas)


VI. AYAT 108

HIDAYAH UNTUK DIRI SENDIRI

📖 Teks Ayat

فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ

🌍 Terjemah

Barang siapa mendapat petunjuk, maka manfaatnya untuk dirinya sendiri.

🧠 Ulasan

  • Qurthubi: tidak ada iman kolektif tanpa pilihan pribadi.
  • Razi: tanggung jawab iman tidak bisa diwakilkan.

VII. AYAT 109

SABAR DALAM DAKWAH

📖 Teks Ayat

وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَاصْبِرْ

🌍 Terjemah

Ikutilah wahyu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan.

🧠 Tafsir

  • Ibnu Katsir: sabar Nabi bukan pasif, tapi strategis dan penuh iman.
  • Ayat ini menjadi dasar manhaj dakwah Ahlus Sunnah.

📜 Hadis

«مَا أُوذِيَ نَبِيٌّ مِثْلَ مَا أُوذِيتُ»
(HR. Tirmidzi)


🎯 PENUTUP MATERI

Hidayah itu ditawarkan…
Tanda-tanda itu melimpah…
Para Nabi telah menjelaskan…
Tapi keputusan tetap di hati manusia.



Tidak ada komentar