Ketika Tanda-Tanda Tak Lagi Menggetarkan, dan Hati Menolak Hidayah
“Ketika Tanda-Tanda Tak Lagi Menggetarkan, dan Hati Menolak Hidayah”
Tafsir Tematik Yunus 101–109
PEMBUKAAN (±10 menit)
الحمدُ للهِ الَّذي هَدانا للإيمان…
الحمدُ للهِ الَّذي لم يَحرِمنا بابَ التوبة…
الحمدُ للهِ الَّذي
masih memanggil kita…
meski sering kita berpaling…
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi yang paling banyak menangis,
Nabi yang paling sering disakiti,
Nabi yang tetap berkata:
“Ya Allah… ampunilah kaumku, karena mereka tidak tahu…”
Hadirin yang dimuliakan Allah…
(diam sejenak)
Malam ini…
bukan malam ilmu…
bukan malam ceramah biasa…
ini malam di mana Al-Qur’an ingin menabrak hati kita.
Karena Surah Yunus ayat 101–109
bukan sekadar ayat…
tapi putusan terakhir sebelum penyesalan.
BAGIAN I
AYAT 101 — SAAT TANDA-TANDA TAK LAGI BERGUNA (±15 menit)
قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi…
namun tanda-tanda dan peringatan tidak berguna
bagi kaum yang tidak mau beriman…
Hadirin…
Allah tidak pernah pelit tanda.
Langit dibuka…
bumi dibentangkan…
siang berganti malam…
lahir… sakit… mati…
Tapi kenapa…
masih banyak hati yang tidak bergerak?
Karena masalah kita bukan kurang bukti…
masalah kita hati yang menolak tunduk.
Berapa kali kita melihat kematian…
tapi besok masih maksiat?
Berapa kali kita mendengar azan…
tapi hati tetap dingin?
Ya Allah…
ternyata melihat tidak sama dengan beriman…
BAGIAN II
AYAT 102 — MENUNGGU GILIRAN AZAB (±10 menit)
فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِهِمْ
Mereka tidak menunggu kecuali kejadian seperti umat terdahulu…
Hadirin…
Umat sebelum kita menunda…
mengejek…
meremehkan…
hingga akhirnya tidak sempat bertaubat.
Dan kita…
sedang menunggu apa?
Menunggu tua?
Menunggu sakit?
Menunggu ajal?
Atau…
menunggu azab agar baru menangis?
Padahal…
menangis setelah azab
tidak lagi diterima…
BAGIAN III
AYAT 103 — JANJI KESELAMATAN BAGI YANG BERIMAN (±10 menit)
كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنجِ الْمُؤْمِنِينَ
Demikianlah kewajiban Kami menyelamatkan orang-orang beriman…
Hadirin…
Ayat ini bukan janji kosong…
Allah berkata: “حقًّا علينا”
Kami wajibkan atas diri Kami…
Kalau kita lemah…
tapi jujur beriman…
Allah tidak akan tinggalkan kita…
Masalahnya…
iman kita sering setengah-setengah.
BAGIAN IV
AYAT 104–106 — PEMUTUSAN TOTAL DARI SYIRIK (±15 menit)
إِن كُنتُمْ فِي شَكٍّ مِّن دِينِي…
Kalau kalian ragu…
aku tidak ragu!
Hadirin…
Syirik hari ini
bukan hanya menyembah patung…
tapi menggantungkan hati selain Allah.
Takut kehilangan manusia…
lebih dari takut kehilangan Allah…
Kita salat…
tapi hati ke dunia…
kita berdoa…
tapi yakin pada sebab…
Ya Allah…
betapa halusnya syirik itu…
BAGIAN V
AYAT 107 — TAWAKKAL ATAU PANIK? (±10 menit)
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ
Kalau Allah uji…
tak ada yang bisa menolong…
kecuali Dia…
Lalu kenapa kita panik berlebihan?
Kenapa kita lupa sujud?
Karena kita mengaku tawakkal…
tapi hati belum berserah.
BAGIAN VI
AYAT 108–109 — HIDAYAH & SABAR (±10 menit)
فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ
Hidayah…
tidak bisa diwariskan…
tidak bisa dipaksa…
Dan Nabi pun diperintah:
bersabarlah… sampai Allah memutuskan…
Sabar dalam iman…
sabar meninggalkan dosa…
sabar menunggu ampunan…
DOA PENUTUP
اللهم…
Ya Allah…
kami telah melihat tanda-tanda-Mu…
tapi sering tidak tunduk…
Ya Allah…
jangan jadikan kami
orang yang melihat… tapi tidak beriman…
Ya Allah…
jangan jadikan kami
orang yang menunggu azab
baru menangis…
Ya Allah…
jika Engkau uji kami…
kami lemah…
jika Engkau tidak tolong kami…
kami hancur…
اللهم لا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين…
Ya Allah…
bersihkan hati kami dari syirik halus…
dari cinta dunia yang berlebihan…
dari iman yang pura-pura…
Ya Allah…
kami ingin pulang kepada-Mu
dengan hati yang jujur…
Ampuni dosa kami…
dosa orang tua kami…
dosa guru-guru kami…
Ya Allah…
jika malam ini adalah malam terakhir kami…
jangan Engkau cabut nyawa kami
kecuali Engkau ridha…
وصلى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين…
Post a Comment