ILMU DALAM ISLAM & PEMBENTUKAN PRIBADI AKHLAKUL KARIMAH
CERAMAH: ILMU DALAM ISLAM & PEMBENTUKAN PRIBADI AKHLAKUL KARIMAH
MUQADDIMAH
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين… Amma ba‘du…
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah…
Di antara anugerah terbesar Allah kepada umat ini adalah diturunkannya agama yang membangkitkan akal, membersihkan jiwa, dan meninggikan derajat orang yang berilmu. Islam tidak hanya memerintahkan untuk beribadah, tetapi juga memerintahkan untuk berilmu sebelum beramal.
I. ISLAM MEMBENTUK MANUSIA TERBAIK
1. Umat Terbaik Karena Ilmu dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Allah berfirman:
QS Ali ‘Imran 3:110
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
Ulama menjelaskan:
– “Umat ini menjadi terbaik bukan otomatis. Tetapi karena mereka mengamalkan ilmu tentang amar ma’ruf nahi munkar.” (Ibn Katsir)
Ilmu → Iman → Amal → Akhlak → Kemuliaan umat.
II. KEDUDUKAN ILMU DALAM ISLAM
1. Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu
QS Al-Mujādalah 58:11
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Imam Al-Qurtubi berkata:
“Allah mengistimewakan ahli ilmu dengan pengangkatan derajat karena merekalah pewaris para nabi.”
2. Perintah Membaca & Belajar
QS Al-‘Alaq 96:1–5
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ … الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu… Dia yang mengajar manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ibnu Hajar:
“Ayat pertama yang turun bukan perintah shalat atau puasa, tapi perintah membaca. Ini menunjukkan pondasi agama adalah ilmu.”
III. ILMU SEBAGAI FONDASI PEMBENTUK AKHLAK
1. Ilmu menuntun reformasi karakter
Allah berfirman:
QS Al-Balad 90:10–16
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ… فَكُّ رَقَبَةٍ… أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan… maka apakah ia menempuh jalan yang mendaki? (yaitu) memerdekakan budak… atau memberi makan di hari kelaparan.”
Ibn Katsir:
“Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menunjukkan jalan kebaikan dan keburukan. Siapa ingin menjadi pribadi mulia harus mengikuti jalan yang ditunjukkan Allah.”
2. Langkah reformasi diri: NIAT yang benar
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadis “Innamal A‘mālu bin Niyyāt”
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Imam Syafi’i berkata:
“Hadis ini mencakup sepertiga ilmu. Karena segala amal harus dimulai dari niat.”
Psikologi modern menguatkan: Kemauan (willpower), keberanian (courage), dan keyakinan diri (confidence) adalah kunci perubahan.
3. Setelah Niat → Ilmu
Tanpa ilmu:
- ibadah tidak benar,
- akhlak tidak terbimbing,
- hidup tidak terarah.
IV. ILMU AGAMA: PRIORITAS PERTAMA
1. Mengenal halal–haram adalah pagar kehidupan
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadis An-Nu‘mān bin Basyir
الحلالُ بيِّنٌ والحرامُ بيِّنٌ وبينهما أُمورٌ مشتبهات
“Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat.” (HR. Bukhari-Muslim)
Ibn Rajab Al-Hanbali:
“Kapasitas ilmu menentukan kemampuan seseorang menjauhi syubhat dan menjaga akhlak.”
2. Keutamaan menuntut ilmu agama
Nabi ﷺ bersabda:
Hadis Thalabul ‘Ilmi
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah pahamkan dia dalam agama.” (HR. Bukhari)
Imam Malik:
“Ini menunjukkan bahwa ilmu agama adalah tanda kebahagiaan seseorang.”
V. ILMU UMUM JUGA MULIA SELAMA BERMANFAAT
Islam tidak membatasi ilmu hanya pada ibadah.
Dalil umum
QS Al-Baqarah 2:30
Allah berfirman bahwa manusia adalah: إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
“Aku akan menjadikan di bumi seorang khalifah.”
Sebagai khalifah → harus mengelola bumi dengan:
- sains,
- teknologi,
- ekonomi,
- pengelolaan sumber daya,
- kesehatan,
- pendidikan.
Hadis
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأُمُورِ دُنْيَاكُمْ
“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim)
Ini menjadi dasar kebebasan umat Islam mempelajari berbagai bidang biologi, astronomi, kedokteran, teknik, dan lainnya selama bermanfaat.
VI. PEMBAGIAN ILMU MENURUT IMAM AL-GHAZALI
Imam Al-Ghazali (Ihya’ Ulumuddin, I/60) membagi ilmu menjadi tiga:
1. Ilmu yang tercela (مذموم)
Ilmu yang:
- tidak bermanfaat dunia akhirat,
- menghancurkan akhlak,
- menyuburkan kesombongan,
- hanya memicu perdebatan kosong.
Contoh: ilmu sihir, menebak nasib, manipulasi batin untuk kerusakan, atau pengetahuan yang hanya menambah kesombongan.
2. Ilmu terpuji secara mutlak (محمود)
Ilmu syar‘i:
– tauhid,
– ibadah,
– akhlak,
– tafsir,
– hadis.
Ini adalah ilmu wajib (fardhu ‘ain) bagi setiap muslim.
3. Ilmu fardhu kifayah
Ilmu yang dibutuhkan keberlangsungan umat:
- kedokteran,
- matematika,
- teknik,
- ekonomi,
- arsitektur,
- politik,
- pertanian.
Al-Ghazali berkata:
“Jika suatu masyarakat kekurangan ahli dalam satu bidang, semua berdosa. Maka mempelajarinya menjadi fardhu kifayah.”
VII. ILMU: SARANA MERAIH DUNIA DAN AKHIRAT
1. Ilmu menghidupkan hati
Ibnu Qayyim:
“Ilmu adalah cahaya; kebodohan adalah kegelapan. Hati tidak akan hidup kecuali dengan cahaya ilmu.”
2. Ilmu adalah jalan menuju surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa berjalan menuntut ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
VIII. ILMU DAN AKHLAK: DUA SAYAP KEBAIKAN
Ilmu tanpa akhlak → sombong.
Akhlak tanpa ilmu → tersesat.
Rasulullah ﷺ adalah puncak integrasi ilmu dan akhlak.
QS Al-Qalam 68:4
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sungguh engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung.”
IX. PRAKTIS: JALAN MENJADI PRIBADI AKHLAKUL KARIMAH MELALUI ILMU
- Luruskan niat untuk Allah.
- Pelajari ilmu fardhu ‘ain: tauhid, fiqih ibadah, akhlak.
- Pelajari ilmu dunia yang bermanfaat sesuai passion.
- Amalkan ilmu sedikit demi sedikit.
- Berkumpul dengan ahli ilmu dan orang saleh.
- Jauhi ilmu yang tidak bermanfaat (Ghazali).
- Jadikan ilmu sebagai jalan memperbaiki masyarakat.
PENUTUP
Jamaah sekalian…
Ilmu adalah cahaya, kebodohan adalah kegelapan.
Ilmu adalah perbekalan, amal adalah perjalanan.
Ilmu adalah pembimbing, akhlak adalah buahnya.
Marilah kita menjadi pribadi akhlakul karimah dengan dua fondasi kuat:
niat yang lurus dan ilmu yang benar.
Post a Comment