SABAR DI RUMAH SENDIRI: UJIAN TERBERAT ORANG BERIMAN

“SABAR DI RUMAH SENDIRI: UJIAN TERBERAT ORANG BERIMAN”


PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah yang menjadikan rumah tangga sebagai ladang pahala,
tapi juga ladang ujian paling berat.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang paling lembut kepada keluarganya,
tapi paling tegas menjaga iman.

Jamaah rahimakumullah…

Kalau ditanya:

“Di mana tempat paling sering kita marah?”

Bukan di kantor.
Bukan di jalan.
Tapi… di rumah sendiri.


SENTAKAN AWAL 

Aneh ya…

Di luar rumah:

  • ke tetangga senyum
  • ke tamu sopan
  • ke atasan lembut

Begitu di rumah:

  • suara naik
  • wajah masam
  • sabar tipis

Kenapa?
Karena kita merasa:

“Ini kan keluarga sendiri…”

Padahal justru keluargalah amanah paling berat.


BAGIAN 1

SABAR DALAM KELUARGA ITU PERINTAH ALLAH 

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
(QS. At-Tahrim: 6)

Artinya:
“Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Perhatikan…
Allah tidak bilang:

“Bikin keluarga kalian kaya.”

Tapi:

selamatkan dari neraka.


HUMOR :

Kadang kita serius jaga:

  • password HP
  • saldo rekening

Tapi tidak serius jaga lisan ke pasangan.


BAGIAN 2

PASANGAN: UJIAN ATAU JALAN SURGA?

Rasulullah ﷺ bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ»
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”

(HR. Tirmidzi)

Catat baik-baik jamaah…
Ukuran orang baik bukan di mimbar,
tapi di ruang tamu rumahnya.


KISAH NYATA 

Ada seorang bapak…
di masjid rajin,
di pengajian aktif,
di luar dikenal santun.

Tapi istrinya berkata:

“Yang paling sering menyakiti saya… justru suami saya sendiri.”

Ini bukan cerita orang lain.
Ini cermin banyak rumah tangga.


BAGIAN 3

ANAK: SUMBER PAHALA ATAU SUMBER AMARAH?

Allah berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
(QS. At-Taghabun: 15)

Artinya:
“Harta dan anak-anak kalian hanyalah ujian.”

Ujian itu bukan cuma bikin capek…
tapi bikin kelihatan siapa diri kita sebenarnya.


HUMOR RUMAH TANGGA

Anak jatuhkan gelas:

“Astaghfirullah…”

Anak jatuhkan HP:

“Kamu ini gimana sih?!”

😅
Gelas bisa dibeli lagi…
tapi hati anak yang luka, sulit disembuhkan.


BAGIAN 4

SABAR ITU BUKAN DIAM – TAPI MENAHAN DIRI 

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:

الصَّبْرُ مَطِيَّةٌ لَا تَكْبُو
“Sabar itu kendaraan yang tidak pernah jatuh.”

Sabar bukan berarti:

  • memendam sampai meledak
  • diam tapi dendam

Sabar itu:

➡️ menahan lisan
➡️ menahan tangan
➡️ menahan ego


SENTAKAN

Banyak rumah tangga rusak bukan karena kurang uang,
tapi karena kurang sabar.


BAGIAN 5

RUMAH TANGGA ADALAH LADANG AKHIRAT 

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى… إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ»

Artinya:
“Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan,
kecuali Allah hapuskan dosanya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Termasuk…

  • capek urus anak
  • sabar hadapi pasangan
  • menahan marah di rumah

Semua dicatat pahala.


PENUTUP

Jamaah…

Kalau hari ini rumah terasa berat…
itu bukan tanda Allah benci.

Bisa jadi Allah sedang menaikkan derajat.


DOA 

Allahumma ya Allah…
kami datang membawa rumah yang retak…
hati yang lelah…
dan sabar yang hampir habis…

Ya Allah…
Engkau tahu jerit kami yang tidak terdengar…
air mata yang jatuh di dapur…
amarah yang kami tahan demi anak-anak…

Ampuni kami ya Allah…

Ya Allah…
kami sering keras kepada orang yang paling mencintai kami…
kami sering marah kepada anak yang Engkau titipkan…

Padahal mereka amanah dari-Mu…

Ya Allah…
lembutkan hati kami…
tenangkan jiwa kami…
lapangkan dada kami…

Jika kami lemah…
kuatkan kami…

Jika kami hampir menyerah…
ingatkan kami bahwa Engkau selalu melihat…

Ya Allah…
jangan Engkau jadikan rumah kami
sebagai tempat saling melukai…

Jadikan rumah kami
tempat turunnya rahmat-Mu…

Ya Allah…
ampuni dosa kami sebagai suami…
ampuni dosa kami sebagai istri…
ampuni dosa kami sebagai orang tua…

Jangan Engkau hisab kami
atas sabar yang belum sempurna…

Kami pulang malam ini
dengan hati yang ingin berubah…

Terimalah taubat kami ya Allah…

Rabbighfir warham…
Anta khairur rahimin…



Tidak ada komentar