Memanfaatkan Ilmu serta Mensyukuri Nikmat

Memanfaatkan Ilmu serta Mensyukuri Nikmat


Pendahuluan: Hakikat Syukur yang Sebenarnya

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Syukur bukan sekadar ucapan,
syukur adalah ketaatan anggota tubuh.

Banyak orang berkata “Alhamdulillah”,
namun pada saat yang sama menentang Allah dengan nikmat-Nya sendiri.

Inilah syukur palsu…
dan inilah nikmat yang berubah menjadi hujjah atas diri hamba.


I. Syukur adalah Kewajiban atas Setiap Nikmat

Dalil Al-Qur’an

﴿اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا﴾

“Beramallah wahai keluarga Dawud sebagai bentuk syukur.”
(QS. Saba’: 13)

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    “Syukur bukan hanya di lisan, tetapi dengan amal anggota tubuh.”
  • Al-Qurthubi:
    “Ayat ini menunjukkan bahwa syukur adalah perbuatan, bukan sekadar pengakuan.”

II. Mensyukuri Nikmat Lisan

Dalil Al-Qur’an

﴿وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا﴾

“Bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)

Dalil Sunnah

«وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ»

“Tidakkah manusia diseret ke neraka karena hasil ucapan lisan mereka?”
(HR. Tirmidzi)

Komentar Ulama

  • Imam Nawawi:
    “Lisan adalah nikmat paling berbahaya jika tidak dijaga.”
  • Al-Ghazali:
    “Ucapan maksiat adalah kufur nikmat lisan.”

III. Mensyukuri Nikmat Penglihatan

Dalil Al-Qur’an

﴿قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ﴾

“Katakan kepada orang beriman agar menundukkan pandangan.”
(QS. An-Nur: 30)

Komentar Ulama

  • Ibnu Qayyim:
    “Pandangan adalah panah beracun dari iblis.”
  • Hasan Al-Bashri:
    “Menahan pandangan adalah syukur mata.”

IV. Mensyukuri Nikmat Pendengaran

Dalil Al-Qur’an

﴿إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا﴾

“Pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isra’: 36)

Komentar Ulama

  • Ath-Thabari:
    “Pendengaran adalah amanah yang akan ditanya.”

V. Mensyukuri Nikmat Tangan dan Kaki

Dalil Al-Qur’an

﴿الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ﴾

“Pada hari itu tangan mereka berbicara.”
(QS. Yasin: 65)

﴿يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم﴾

“Lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi.”
(QS. An-Nur: 24)

Komentar Ulama

  • Ibnu Rajab:
    “Anggota tubuh adalah saksi yang tak bisa disuap.”

VI. Mensyukuri Nikmat Makanan dan Pakaian

Dalil Al-Qur’an

﴿كُلُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ﴾

“Makanlah rezeki Allah dan jangan berbuat kerusakan.”
(QS. Al-Baqarah: 60)

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:
    “Makanan yang menguatkan maksiat adalah kufur nikmat.”

VII. Mensyukuri Nikmat Harta

Dalil Al-Qur’an

﴿ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ﴾

“Kalian akan ditanya tentang nikmat.”
(QS. At-Takatsur: 8)

Komentar Ulama

  • Imam Ahmad:
    “Harta halal jika digunakan haram menjadi sebab siksa.”

VIII. Mensyukuri Nikmat Iman

Dalil Al-Qur’an

﴿يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ﴾
(QS. Al-Hujurat: 17)

Komentar Ulama

  • Ibnu Taymiyyah:
    “Iman adalah nikmat terbesar dan paling rawan dicabut.”

IX. Mensyukuri Nikmat Ilmu

Dalil Sunnah

«أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ»

“Manusia yang paling berat azabnya adalah orang berilmu yang tidak diamalkan ilmunya.”
(HR. Thabrani)

Komentar Ulama

  • Al-Ghazali:
    “Ilmu tanpa amal adalah hujjah Allah atas hamba.”

X. Mensyukuri Nikmat Akal

Dalil Al-Qur’an

﴿أَفَلَا تَعْقِلُونَ﴾

“Tidakkah kalian berpikir?”

Komentar Ulama

  • Ibnu Qayyim:
    “Akal adalah alat mengenal Allah, bukan alat membenarkan hawa nafsu.”

Penutup: Inti Nasihat

  1. Syukur adalah ketaatan, bukan sekadar ucapan
  2. Nikmat bisa menjadi penyelamat atau penghancur
  3. Ilmu dan akal tanpa amal adalah bencana
  4. Orang paling tinggi adalah yang paling paham dan paling takut

Doa Penutup

“Ya Allah, ajarkan kami mensyukuri nikmat-Mu dengan ketaatan, bukan dengan kedurhakaan. Jangan jadikan nikmat-Mu sebagai hujjah atas kami.”
Amin ya Rabbal ‘alamin.



Tidak ada komentar