Nikmat dan Adzab Kubur
Nikmat dan Adzab Kubur
Mukadimah (Pembuka Ceramah)
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan hidup dan mati sebagai ujian bagi manusia, siapa di antara mereka yang paling baik amalnya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Tema yang akan kita renungkan hari ini bukan tema yang menyenangkan bagi hawa nafsu, tetapi sangat menyelamatkan bagi jiwa, yaitu Nikmat dan Adzab Kubur—sebuah fase yang pasti akan kita masuki, cepat atau lambat, suka atau tidak suka.
I. Tiga Fase Kehidupan Manusia
Para ulama sepakat bahwa perjalanan manusia melewati tiga alam:
- Alam Dunia – tempat amal
- Alam Barzakh (Kubur) – tempat balasan awal
- Alam Akhirat – tempat balasan sempurna dan kekal
Dalil Al-Qur’an
وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Dan di hadapan mereka ada alam barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minūn: 100)
Komentar Ulama
- Imam Al-Qurthubi رحمه الله menjelaskan:
“Barzakh adalah alam pemisah antara dunia dan akhirat, di sanalah manusia merasakan balasan awal sesuai amalnya.”
II. Dalil Adanya Nikmat dan Adzab Kubur
Dalil Al-Qur’an
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang paling keras’.”
(QS. Ghāfir: 46)
Penjelasan Ulama
- Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
“Ayat ini adalah dalil paling tegas tentang adanya adzab kubur, karena kiamat belum terjadi namun azab sudah ditampakkan.”
III. Dahsyatnya Adzab Kubur
Hadis Nabi ﷺ
لَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Seandainya kalian tidak saling menguburkan jenazah, niscaya aku akan memohon kepada Allah agar Dia memperdengarkan kepada kalian azab kubur yang aku dengar.”
(HR. Muslim)
Makna Hadis
- Imam An-Nawawi رحمه الله:
“Azab kubur adalah perkara nyata, bukan simbolis. Namun Allah merahmati manusia dengan tidak memperdengarkannya.”
IV. Bentuk-Bentuk Adzab Kubur (Berdasarkan Sunnah)
Hadis Panjang tentang Mimpi Nabi ﷺ
Nabi ﷺ melihat orang:
- Kepalanya dihancurkan batu → malas shalat
- Mulut dirobek dari depan ke belakang → pendusta
- Disiksa di sungai darah → pemakan riba
(HR. Bukhari)
Komentar Ulama
- Ibnu Hajar Al-‘Asqalani رحمه الله:
“Setiap azab sesuai dengan jenis dosa. Hukuman adalah keadilan Allah.”
V. Golongan yang Mendapat Adzab Kubur
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ…
“Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah disiksa karena perkara besar menurut anggapan manusia…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sebabnya:
- Tidak bersuci dari kencing
- Suka mengadu domba
Ditambah dosa besar lain:
- Ghulul (korupsi)
- Zina
- Riba
- Meninggalkan shalat
- Hutang yang tidak dilunasi
VI. Nikmat Kubur bagi Orang Beriman
Dalil Al-Qur’an
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka…”
(QS. Fussilat: 30)
Penjelasan
- Malaikat turun saat sakaratul maut dan di kubur
Hadis Nikmat Kubur
فَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ
“Lalu dilapangkan kuburnya sejauh pandangan mata.”
(HR. Ahmad)
Nikmat Kubur:
- Kubur bercahaya
- Bau surga tercium
- Dibukakan pintu surga
- Tidur seperti pengantin
- Aman dari ketakutan
VII. Hubungan Zuhud dengan Keselamatan Kubur
Ucapan Hasan Al-Bashri رحمه الله:
“Tidaklah panjang angan-angan kecuali akan mengeraskan hati dan melupakan kubur.”
Imam Al-Ghazali رحمه الله:
“Zuhud bukan meninggalkan dunia, tapi mengeluarkan dunia dari hati.”
Orang yang zuhud:
- Ringan meninggalkan maksiat
- Cepat bertaubat
- Lembut hatinya
- Aman di kubur
VIII. Penutup & Renungan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kubur bukan akhir perjalanan, tapi awal penentuan.
Jika kubur kita selamat, maka setelahnya lebih mudah.
Jika kubur kita penuh siksa, maka yang setelahnya lebih mengerikan.
Doa Nabi ﷺ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.”
(HR. Muslim)
Penutup Doa
Allāhumma laa taj‘al qubūranā hufran min hufarin nīrān,
walākin ij‘alhā raudhatan min riyādhil jannah.
Post a Comment