Nikmat, Tipu Daya Dunia, dan Jalan Kebenaran

“Nikmat, Tipu Daya Dunia, dan Jalan Kebenaran”


PENDAHULUAN TEMATIK

Surah Yunus ayat 21–40 adalah peta kejiwaan manusia:

  • bagaimana manusia berubah saat nikmat datang,
  • bagaimana iman muncul saat terdesak,
  • dan bagaimana kebenaran sering ditolak bukan karena kurang bukti, tetapi karena kesombongan dan prasangka.

Ibn Katsir menyebut bagian ini sebagai:

“Ayat-ayat yang membongkar penyakit hati manusia ketika berhadapan dengan rahmat dan ujian.”


1. NIKMAT YANG MELAHIRKAN KEINGKARAN (Ayat 21)

Dalil Al-Qur’an

﴿وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِّن بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُم مَّكْرٌ فِي آيَاتِنَا﴾
“Apabila Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat setelah bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka membuat tipu daya terhadap ayat-ayat Kami.” (Yunus: 21)

Penjelasan Ulama

  • Tafsir Jalalain: rahmat = hujan, kesuburan, kesehatan.
  • Al-Qurthubi: makr (tipu daya) di sini berupa meremehkan, menolak, dan memperolok ayat Allah.
  • Ar-Razi: manusia sering lebih patuh saat sakit daripada saat sehat.

Dalil Sunnah

Hadis:

ﷺ «إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»
“Sesungguhnya Allah memberi penangguhan kepada orang zalim, hingga ketika Dia menyiksanya, Dia tidak melepaskannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


2. TAUHID SAAT TERDESAK, SYIRIK SAAT SELAMAT (Ayat 22–23)

Dalil Al-Qur’an

﴿فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ﴾
“Ketika mereka berada di kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan ikhlas.” (Yunus: 22)

﴿فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ﴾
“Setelah Allah menyelamatkan mereka, mereka kembali berbuat zalim.” (Yunus: 23)

Komentar Ulama

  • Ibn Katsir: fitrah manusia mengenal Allah muncul saat semua sebab dunia terputus.
  • Al-Qurthubi: ayat ini hujjah bahwa tauhid adalah fitrah, syirik adalah penyimpangan.

Dalil Sunnah

ﷺ «تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ»
“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia mengenalmu di waktu sempit.”
(HR. Tirmidzi)


3. HAKIKAT DUNIA: INDAH SESAT, CEPAT LENYAP (Ayat 24)

Dalil Al-Qur’an

﴿إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ﴾
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia seperti air hujan…” (Yunus: 24)

Penjelasan Ulama

  • Jalalain: dunia tampak indah hanya sementara.
  • Ar-Razi: manusia tertipu karena keindahan mendahului kehancuran.
  • Ibn Katsir: ayat ini menghancurkan klaim dunia sebagai tujuan akhir.

Hadis Pendukung

ﷺ «الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ»
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim)


4. ALLAH MEMANGGIL KESELAMATAN (Ayat 25–26)

Dalil Al-Qur’an

﴿وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ﴾
“Allah menyeru ke Darussalam (surga).” (Yunus: 25)

﴿لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ﴾
“Bagi orang yang berbuat baik ada surga dan tambahan.” (Yunus: 26)

Tafsiran Ulama

  • Tambahan (ziyādah) = melihat Allah (ijma’ ulama Ahlus Sunnah).
  • Dalil Hadis:

ﷺ «إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ الْقَمَرَ لَيْلَةَ الْبَدْرِ»
“Kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana melihat bulan purnama.”
(HR. Muslim)


5. HARI PEMISAHAN DAN LENYAPNYA SEKUTU (Ayat 28–30)

Dalil Al-Qur’an

﴿وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا﴾
“Pada hari Kami kumpulkan mereka semua…” (Yunus: 28)

Penjelasan

  • Jalalain: berhala akan berlepas diri dari penyembahnya.
  • Ibn Katsir: ini kehinaan terbesar bagi musyrik.

6. BUKTI TAUHID YANG DIINGKARI (Ayat 31–36)

Dalil Al-Qur’an

﴿قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ﴾
“Siapa yang memberi rezeki dari langit dan bumi?” (Yunus: 31)

﴿وَمَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ﴾
“Tidak ada setelah kebenaran kecuali kesesatan.” (Yunus: 32)

Komentar Ulama

  • Ar-Razi: ayat ini menghancurkan relativisme agama.
  • Al-Qurthubi: mengikuti prasangka adalah sebab utama kesesatan.

7. AL-QUR’AN: WAHYU, BUKAN CIPTAAN (Ayat 37–39)

Dalil Al-Qur’an

﴿وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَن يُفْتَرَىٰ مِن دُونِ اللَّهِ﴾
“Tidak mungkin Al-Qur’an ini dibuat-buat selain oleh Allah.” (Yunus: 37)

Hadis Pendukung

ﷺ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)


8. SIKAP MANUSIA TERHADAP KEBENARAN (Ayat 40)

Dalil Al-Qur’an

﴿وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِ﴾
“Di antara mereka ada yang beriman dan ada yang tidak.” (Yunus: 40)

Penegasan Ulama

  • Hidayah adalah hak prerogatif Allah,
  • manusia hanya wajib menyampaikan dan tunduk.

KESIMPULAN CERAMAH

  1. Nikmat sering melalaikan manusia.
  2. Tauhid muncul saat darurat, lalu hilang saat aman.
  3. Dunia indah tapi fana.
  4. Allah menyeru keselamatan, bukan kebinasaan.
  5. Kebenaran jelas, kesesatan lahir dari prasangka.
  6. Al-Qur’an adalah hujjah abadi.
  7. Manusia terbagi: menerima atau menolak.


Tidak ada komentar