Teror Ibnu Muljam & Pelajaran Besar dari Wafatnya Sayyidina Ali r.a.



🕌 CERAMAH LENGKAP 1–2 JAM

“Teror Ibnu Muljam & Pelajaran Besar dari Wafatnya Sayyidina Ali r.a.”

Disertai Dalil Al-Qur’an, Hadis, Serta Penjelasan Ulama


KHUTBATUL IKHTITAH (Pembukaan Retorik)

Alhamdulillāh… Segala puji bagi Allah yang telah meninggikan derajat para shiddīqīn, syuhadā’, dan shāliḥīn.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Muhammad ﷺ, kepada para sahabatnya, dan kepada keluarganya yang mulia—khususnya Sayyidunā Ali bin Abi Thalib r.a., singa panggung Badar, penakluk Khaibar, pintu ilmu, khalifah keempat, dan pemimpin ahli zuhud.

Hari ini kita akan menyelami salah satu tragedi kelam dalam sejarah Islam:
Pembunuhan Sayyidina Ali r.a. oleh Abdul Rahman bin Muljam—seorang Khawarij yang hatinya gelap, pikirannya bengkok, dan akalnya terbalik.


BAB 1

SIAPA KAUM KHAWARIJ?

Firqah pertama dalam Islam yang menyimpang, penuh kebencian & fanatisme buta

Dalil Al-Qur'an tentang ciri orang menyimpang

Allah Ta’ala berfirman:

فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ
“Di dalam hati mereka ada penyimpangan, lalu mereka mengikuti ayat yang samar...”
(QS. Ali Imran: 7)

Khawarij-lah bentuk paling tragis dari ayat ini.
Hati mereka menyimpang → lalu mengikuti nash secara literal → namun memutuskan diri dari jamaah → dan menghalalkan darah kaum muslimin.


Hadis Nabi tentang Khawarij

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ
“Mereka keluar dari agama seperti anak panah yang melesat dari busurnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Imam Nawawi menjelaskan:
“Artinya, mereka tidak memahami agama meski tampak rajin beribadah.”

Ibnul Qayyim berkata:
“Ibadah tanpa ilmu melahirkan Khawarij.”


BAB 2

TEKAD TIGA PEMBUNUH: RENCANA KEJI YANG LAHIR DARI KEBODOHAN

Mereka berkumpul dan memutuskan bahwa:
• Ali bin Abi Thalib adalah “pemimpin sesat”
• Muawiyah adalah “pemimpin sesat”
• Amr bin Ash adalah “pemimpin sesat”

‼️ Beginilah bahaya fanatisme tanpa ilmu:
Mereka menuduh para sahabat Nabi sebagai kafir.
Mereka menyangka pemberontakan sebagai jihad.

Dalil bahaya menuduh sesama muslim

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا
“Jika seseorang berkata kepada saudaranya ‘Wahai kafir!’, maka ucapan itu akan kembali kepada salah satunya.”
(HR. Bukhari)


BAB 3

FAKTOR YANG MENJERUMUSKAN ABDURRAHMAN BIN MULJAM

1. Aqidah menyimpang

2. Fanatisme Khawarij

3. Perang Nehrawan yang memicu dendam

4. Godaan wanita bernama Qitham

Ibnu Katsir menyebutnya dalam Al-Bidāyah wa an-Nihāyah sebagai:
“Wanita cantik yang dijadikan setan sebagai pintu kebinasaan.”


BAB 4

MOTIVASI PEMBUNUHAN: WANITA, DENDAM, & KEBODOHAN

Qitham berkata:
"Maharku adalah:
• 3000 dirham
• satu budak laki-laki
• satu budak perempuan
• dan… darah Ali bin Abi Thalib."

‼️ Di sinilah Ibn Muljam semakin mantap dalam kesesatan.

Dalil tentang wanita sebagai fitnah jika salah digunakan

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidak ada fitnah yang lebih membahayakan laki-laki daripada wanita.”
(HR. Bukhari & Muslim)


BAB 5

TIGA PEMBUNUH BERPISAH – TIGA TAKDIR BERBEDA

  1. Amr bin Bakr → salah tikam → tertangkap → dibunuh
  2. Al-Barak → gagal membunuh Muawiyah
  3. Ibnu Muljam → berhasil memukul Sayyidina Ali r.a. dengan pedang beracun

BAB 6

MALAM KELAM 17 RAMADHAN 40 H – PEMBUNUHAN IMAM ALI

Ketika Ali r.a. menuju masjid untuk shalat Subuh…

Abdurrahman bin Muljam menebaskan pedang ke kepala beliau.

Beliau berkata:

فُزْتُ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ
“Demi Tuhan Ka’bah, aku telah menang!”

Imam Ibnul Jauzi menjelaskan:
“Beliau menang karena meninggal dalam keadaan syahid, sedang beribadah, dan dalam bulan termulia: Ramadhan.”


BAB 7

AKHLAK AGUNG ALI r.a. KETIKA TERTIKAM

Saat orang-orang berteriak ingin membunuh Ibnu Muljam…

Ali r.a. berkata:

أَطْعِمُوهُ مِمَّا آكُلُ، وَاسْقُوهُ مِمَّا أَشْرَبُ
“Berilah ia makan seperti makanku, dan minum seperti minumku.”

Inilah akhlak Ahlul Bait.
Akhlak para wali Allah.
Akhlak yang lahir dari hati yang dipenuhi cahaya iman.


BAB 8

WASIAT TERAKHIR SAYYIDINA ALI r.a.

Berikut wasiat yang sangat panjang & berharga, dengan poin utama:

1. Taqwa

اتَّقُوا اللّٰهَ
“Bertaqwalah kepada Allah.”

2. Jangan kejar dunia

Ali r.a. berkata:
“Dunia itu mengejar kalian—jangan kalian mengejarnya.”

3. Jaga persaudaraan

Ali r.a. menyampaikan hadis:

صَلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ
“Memperbaiki hubungan di antara kalian lebih utama daripada shalat dan puasa sunnah.”
(HR. Abu Dawud)

4. Jaga anak yatim

5. Jaga Al-Qur’an

6. Jaga shalat

7. Jaga zakat

8. Jaga Ramadhan

9. Jihad yang benar di jalan Allah

10. Jaga Ahlul Bait dan para sahabat

11. Jaga fakir miskin dan para wanita

Dalil menjaga anak yatim

Allah berfirman:

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
“Adapun anak yatim, maka janganlah engkau hardik.”
(QS. Ad-Dhuha: 9)


BAB 9

WASIAT TERAKHIR TENTANG PEMBUNUHNYA

Ali r.a. berkata:

إنْ مِتُّ فَاضْرِبُوهُ ضَرْبَةً بِضَرْبَةٍ، وَلَا تُمَثِّلُوا بِالرَّجُلِ
“Jika aku mati, pukullah dia satu pukulan saja.
Dan jangan kalian menyiksanya.
Karena aku mendengar Rasulullah ﷺ melarang mencincang mayat—bahkan anjing sekalipun.”

(Riwayat Ibnu Abil Hadid)

Pelajaran besar:

• Tidak boleh melampaui batas
• Tidak boleh menyiksa
• Hukum Islam adil, bukan balas dendam


BAB 10

WAFAT YANG MULIA

Ali r.a. wafat setelah dua hari menahan sakit.

Beliau berkata:

غَدًا أَلْقَى أَحِبَّتِي، مُحَمَّدًا وَحِزْبَهُ
“Besok aku akan berjumpa dengan kekasihku Muhammad ﷺ dan para pengikutnya.”


BAB 11

PELAJARAN BESAR UNTUK UMMAT

1. Ilmu wajib sebelum semangat

Tanpa ilmu → seseorang bisa seperti Khawarij.

2. Jangan ekstrim dalam agama

3. Jauhi wanita yang mengajak kepada dosa

4. Jaga ukhuwah, jangan mudah mengkafirkan

5. Pelajari akhlak Ali r.a.

• Adil
• Lapang dada
• Tidak dendam
• Cinta kepada Allah
• Zuhud
• Sabar
• Wira’i


PENUTUP RETORIK

Wahai jamaah…

Inilah Ali bin Abi Thalib…
Singa Allah…
Pintu ilmu…
Pemegang pedang kebenaran…
Namun wafat oleh tangan seorang yang rajin ibadah—tetapi hatinya keras seperti batu.

Semoga Allah menjauhkan kita dari pemahaman menyimpang.
Semoga Allah memakaikan kita akhlak Sayyiduna Ali r.a.
Semoga Allah mengumpulkan kita bersama beliau dan Ahlul Bait di surga-Nya.

اللهم ارزقنا حب علي، واتباع علي، وأدب علي، ووفاةً على دين علي، ومحبةً لرسول الله ﷺ

Amin…



Tidak ada komentar