AKHLAK DI AKHIR ZAMAN: "Menahan Luka, Menjaga Amanah, dan Bertahan dalam Fitnah Kekuasaan”
AKHLAK DI AKHIR ZAMAN:
(Menahan Luka, Menjaga Amanah, dan Bertahan dalam Fitnah Kekuasaan)
PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين،
نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Di zaman ini…
banyak orang pandai berbicara,
tetapi sedikit yang pandai menjaga akhlak.
Banyak yang lantang menuntut hak,
tetapi lupa menunaikan amanah.
Banyak yang mengaku cinta agama,
tetapi marahnya bukan karena Allah…
melainkan karena ego dan kepentingan pribadi.
Maka Riyāḍuṣ-Ṣāliḥīn—kitab akhlak para wali—
mengajak kita kembali…
kepada akhlak yang menyelamatkan,
bukan sekadar ibadah yang terlihat.
BAGIAN I
MENAHAN LUKA & MEMAAFKAN (Bab 76)
Fokus: Jamaah Umum & Keluarga
Allah berfirman:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”
(Ali ‘Imran: 134)
Jamaah sekalian…
Tidak semua luka harus dibalas.
Tidak semua hinaan harus dijawab.
Hadis Abu Hurairah r.a. mengisahkan seseorang yang terus berbuat baik kepada keluarga yang menyakitinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seakan-akan engkau memberi mereka abu panas.”
Artinya apa?
🔹 Diamnya orang beriman bukan kalah
🔹 Sabar bukan berarti bodoh
🔹 Memaafkan bukan berarti lemah
[lirih]
Kadang Allah tidak membela kita dengan membungkam musuh…
tetapi dengan meninggikan derajat kita.
➡ Untuk keluarga:
Banyak rumah tangga hancur bukan karena zina…
tetapi karena emosi yang tidak ditahan.
BAGIAN II
MARAH KARENA ALLAH, BUKAN KARENA EGO (Bab 77)
Fokus: Pemuda & Dai
Rasulullah ﷺ adalah manusia paling lembut.
Tetapi… beliau marah saat syariat dilanggar.
Saat imam memanjangkan shalat hingga jamaah lari, Rasulullah ﷺ marah.
Saat hukum Allah hendak dipermainkan karena pelaku orang terpandang, beliau bersabda:
“Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”
⚠️ Ini penting untuk pemuda:
Bukan semua marah itu tercela.
Yang tercela adalah:
❌ Marah karena likes
❌ Marah karena dihina
❌ Marah karena pendapat ditolak
Yang terpuji:
✔ Marah karena agama direndahkan
✔ Marah karena maksiat dinormalisasi
BAGIAN III
AMANAH KEPEMIMPINAN (Bab 78–83)
Fokus: Pemimpin, Orang Tua, Guru, Tokoh Masyarakat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
Jamaah sekalian…
Pemimpin bukan hanya presiden.
Ayah adalah pemimpin.
Ibu adalah pemimpin.
Guru adalah pemimpin.
Ketua RT adalah pemimpin.
Hadis yang menggetarkan:
“Pemimpin yang menipu rakyatnya, haram masuk surga.”
Bukan karena kafir…
tetapi karena khianat amanah.
➡ Untuk pejabat:
Allah tidak tanya berapa proyek…
Allah tanya berapa air mata yang kau sebabkan.
➡ Untuk orang tua:
Anak rusak bukan karena zaman…
tetapi karena orang tua sibuk dunia.
BAGIAN IV
TAAT PADA PEMERINTAH, TAPI TIDAK PADA MAKSIAT (Bab 79–80)
Fokus: Jamaah Umum
Islam adalah agama tertib, bukan anarki.
“Taatlah, meskipun yang memimpin kalian seorang budak Habsyi.”
Tetapi Rasulullah ﷺ menegaskan:
“Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan.”
❌ Islam bukan agama pemberontakan
❌ Tapi juga bukan agama membenarkan kezaliman
➡ Tugas kita:
✔ Menunaikan kewajiban
✔ Bersabar
✔ Berdoa
✔ Menasihati dengan adab
BAGIAN V
MALU, RAHASIA, & JANJI (Bab 84–86)
Fokus: Pemuda & Keluarga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Malu itu bagian dari iman.”
Pemuda hari ini…
📱 Malu shalat di kampus
📱 Tapi tidak malu pamer dosa
📱 Malu ke masjid
📱 Tapi tidak malu membuka aurat
Kalau iman masih hidup…
malu akan tetap ada.
Bab menjaga rahasia:
Rasulullah ﷺ menyebut orang yang membuka rahasia pasangan sebagai manusia terburuk di sisi Allah.
➡ Rumah tangga hancur bukan karena masalah…
tetapi karena rahasia diumbar.
Bab janji:
“Tanda munafik ada tiga…”
Jamaah sekalian…
Munafik itu bukan hanya di Madinah dulu.
Munafik itu hidup setiap kali janji dilanggar.
PENUTUP & DOA
اللهم يا الله…
kami lemah menahan amarah…
kami sering khianat amanah…
Ya Allah…
jika Engkau buka catatan dosa kami malam ini…
tidak satu pun dari kami sanggup berdiri…
Ya Allah…
ajarkan kami marah hanya karena-Mu…
diam hanya karena-Mu…
memimpin hanya karena takut kepada-Mu…
Ya Allah…
jaga pemuda kami dari malu yang salah…
tanamkan malu yang lahir dari iman…
Ya Allah…
jika kami tidak mampu menjadi pemimpin…
jangan Engkau uji kami dengan kekuasaan…
Ya Allah…
akhiri hidup kami
bukan dengan jabatan…
tetapi dengan husnul khatimah…
آمين يا رب العالمين
Post a Comment