Pemuda Akhir Zaman: Antara Cahaya Iman dan Kesombongan Digital


“Pemuda Akhir Zaman: Antara Cahaya Iman dan Kesombongan Digital”


PEMBUKAAN

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
yang tidak pernah meninggalkan kita,
meski kita sering meninggalkan-Nya.

Shalawat dan salam…
kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang menangis bukan karena luka fisik…
tapi karena takut umatnya tersesat di akhir zaman.

Wahai para pemuda…
wahai jiwa-jiwa yang hidup di zaman layar…
zaman jempol lebih sibuk daripada sujud…
zaman wajah lebih sering menghadap kamera
dari pada menghadap kiblat…

hari ini… mimbar ini…
tidak sedang menghakimi kalian…
tapi memeluk iman kalian yang lelah.


PEMUDA & UJIAN AKHIR ZAMAN

Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ… الصَّابِرُ فِيهِ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ»
“Akan datang suatu zaman, orang yang berpegang pada agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)

Wahai pemuda…
kalian tidak hidup di zaman pedang…
tapi di zaman notifikasi.
Bukan dizalimi dengan cambukan…
tapi dengan konten tanpa malu.

Setiap hari iman kalian diuji…
bukan dengan kekurangan…
tapi dengan kelimpahan yang menipu.


KESOMBONGAN DIGITAL: PENYAKIT HALUS PEMUDA

Allah berfirman:

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ
“Dan diliputi seluruh hasil kebunnya (hingga binasa).”
(QS. Al-Kahfi: 42)

Kebun di zaman Al-Kahfi…
hari ini berubah bentuk…

Menjadi:

  • akun dengan ribuan pengikut
  • video yang dipuji
  • komentar yang memuja
  • like yang membuat hati berbunga

lalu tanpa sadar kita berkata dalam hati:
“Ini karena aku…
karena kontenku…
karena kepintaranku…”

Dan di situlah…
iblis tersenyum.


Kesombongan Iblis = Kesombongan Digital

Allah berfirman:

إِلَّا إِبْلِيسَ… فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Kecuali Iblis, ia durhaka karena sombong.”
(QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis bukan maksiat karena zina…
bukan karena mencuri…
tapi karena berkata dalam hatinya:

“Aku lebih baik.”

Dan kalimat itulah
yang hari ini diulang oleh pemuda akhir zaman
dengan cara berbeda:

  • “Aku lebih update.”
  • “Aku lebih terkenal.”
  • “Aku lebih bebas.”

padahal…
kesombongan sekecil apa pun
adalah awal kehancuran iman.


DUNIA DIGITAL: INDAH SEPERTI HUJAN, HILANG SEPERTI DEBU

Allah berfirman:

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ
“Berilah mereka perumpamaan dunia seperti air hujan…”
(QS. Al-Kahfi: 45)

Konten viral…
popularitas…
tren…
semuanya seperti hujan…

Sebentar menyuburkan…
lalu mengering…
lalu diterbangkan angin…
tak tersisa apa-apa…

yang tersisa hanya satu pertanyaan:
“Di mana imanmu ketika dunia pergi?”

KITAB AMAL & KEJUJURAN TERAKHIR

Allah berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ… لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً
“Kitab catatan amal diletakkan… tak ada yang kecil dan besar kecuali tercatat.”
(QS. Al-Kahfi: 49)

Wahai pemuda…
status yang dihapus…
chat yang disembunyikan…
video yang di-private…

semuanya tidak pernah hilang
dari kitab Allah.

dan hari itu…
tidak ada filter…
tidak ada edit…
tidak ada klarifikasi…


HARAPAN: ALLAH MASIH MEMBUKA PINTU

Allah berfirman:

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ
“Dan Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Kahfi: 58)

Wahai pemuda…
selama dada masih bernafas…
selama mata masih bisa menangis…
pintu taubat belum ditutup.


DOA 

Allāhumma… Ya Allah...
kami adalah pemuda yang lemah…
hidup di zaman yang bising…
iman kami sering kalah oleh layar…

Yā Allah…
jika Ashhabul Kahfi Engkau jaga imannya
di dalam gua yang gelap…
maka jagalah iman kami
di dunia yang terang tapi menyesatkan…

Yā Rabb…
jangan jadikan popularitas
sebagai sebab Engkau mencabut hidayah kami…

Jangan biarkan kami berkata dalam hati:
“Aku lebih baik…”
sebagaimana iblis berkata…

Yā Allah…
ampuni dosa jempol kami…
ampuni pandangan kami…
ampuni waktu yang kami habiskan
tanpa mengingat-Mu...

Jadikan kami pemuda yang Engkau banggakan…
pemuda yang Engkau sebut namanya
di hadapan para malaikat…

Jika iman kami hampir padam…
tiuplah ia kembali…
walau dengan air mata…

Allāhumma…
akhiri hidup kami dalam husnul khātimah…
kumpulkan kami bersama orang-orang beriman…
dan lindungi kami dari fitnah akhir zaman…

Āmīn… Āmīn… Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn…



Tidak ada komentar