AL-QUR’AN BUKAN UNTUK MENYIKSA, TAPI MENYELAMATKAN
“AL-QUR’AN BUKAN UNTUK MENYIKSA, TAPI MENYELAMATKAN”
Tadabbur Surah Ṭāhā Ayat 1–20
PENDAHULUAN
Surah Ṭāhā adalah surah penghibur Rasulullah ﷺ.
Ia turun ketika Nabi ﷺ bersungguh-sungguh beribadah hingga memberatkan diri.
Allah tidak menurunkan wahyu untuk membuat manusia letih, keras, dan putus asa —
tetapi untuk menghidupkan hati.
AYAT 1: MISTERI HURUF MUQATTA’AT
طه
Ṭā Hā
“Ṭā Hā.” (QS. Ṭāhā: 1)
Penjelasan Ulama
- Jalalain: hanya Allah yang mengetahui maknanya
- Ibn Katsir: huruf muqatta’at adalah tantangan bahwa Al-Qur’an tersusun dari huruf Arab biasa, namun manusia tak mampu menandinginya
📌 Pelajaran:
Ilmu manusia terbatas → tunduklah sebelum menuntut segalanya dijelaskan
AYAT 2–3: AL-QUR’AN BUKAN UNTUK MENYIKSA
مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى
“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS. Ṭāhā: 2)
إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَى
“Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).” (QS. Ṭāhā: 3)
Sebab Turun (Ibn Katsir)
Rasulullah ﷺ:
- salat malam terlalu lama
- berdiri hingga kaki bengkak
Allah menegur dengan kasih sayang, bukan celaan.
Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ»
“Sesungguhnya agama ini mudah.”
(HR. Bukhari)
📌 Pelajaran Dakwah & Ibadah:
- Iman bukan menyiksa tubuh
- Agama bukan ekstrem
- Yang berat bukan syariat, tapi hati yang jauh dari Allah
AYAT 4–6: SIAPA YANG MENURUNKAN AL-QUR’AN?
تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى
“Diturunkan dari Tuhan yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” (QS. Ṭāhā: 4)
الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“Tuhan Yang Maha Pengasih, bersemayam di atas ‘Arasy.” (QS. Ṭāhā: 5)
Akidah Ahlus Sunnah
- Istiwa’: benar adanya
- Tanpa menyerupakan
- Tanpa menanyakan ‘bagaimana’
(Imam Malik: “Al-istiwa’ ma’lum, kaifiyyah majhul.”)
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ…
“Milik-Nya segala yang di langit, di bumi, di antaranya, dan di bawah tanah.” (QS. Ṭāhā: 6)
📌 Tauhid Rububiyyah Total:
Tak ada wilayah lepas dari kekuasaan Allah — termasuk hati manusia
AYAT 7: ALLAH MENDENGAR YANG TERSEMBUNYI
وَإِن تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى
“Jika engkau mengeraskan suara, Allah mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.”
Makna “أَخْفَى”
- Menurut Jalalain: lintasan hati yang belum terucap
📌 Pelajaran Doa:
- Allah tak butuh teriakan
- Yang penting kejujuran hati
Hadis
«إِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا»
“Kalian tidak berdoa kepada Tuhan yang tuli atau jauh.”
(HR. Muslim)
AYAT 8: PUNCAK TAUHID
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, milik-Nya Asmaul Husna.”
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا…»
“Allah memiliki 99 nama, siapa yang menghayatinya masuk surga.”
(HR. Bukhari & Muslim)
📌 Tauhid bukan hafalan, tapi penghayatan
AYAT 9–10: AWAL KISAH MUSA – SAAT TERSASAT MENJADI DIPILIH
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ
“Sudahkah sampai kepadamu kisah Musa?”
Musa:
- tersesat
- gelap
- dingin
- bersama keluarga
Namun justru di titik lemah itulah Allah memanggilnya.
📌 Pelajaran:
Allah sering memilih hamba saat ia tak punya apa-apa
AYAT 11–14: PANGGILAN SUCI & TAUHID
إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ
“Sesungguhnya Aku Tuhanmu, maka tanggalkanlah terompahmu.”
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا
“Sesungguhnya Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku.”
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.”
📌 Salat = pusat tauhid Bukan rutinitas, tapi perjumpaan
AYAT 15–16: KIAMAT PASTI, JANGAN TERTIPU
إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا
“Kiamat pasti datang, Aku merahasiakan waktunya.”
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا…
“Jangan sampai orang yang mengikuti hawa nafsu memalingkanmu.”
📌 Bahaya terbesar iman: bukan kebodohan, tapi hawa nafsu
AYAT 17–20: TONGKAT BIASA MENJADI MUKJIZAT
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَىٰ
“Apa yang di tangan kananmu wahai Musa?”
Allah tahu, tapi ingin mengajarkan pelajaran:
Yang biasa → jadi luar biasa
jika di tangan hamba yang taat
فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ
“Maka tiba-tiba ia menjadi ular besar.”
📌 Pelajaran Dakwah: Allah memakai alat sederhana untuk menghancurkan kebatilan
PENUTUP TEMATIK
🔹 Al-Qur’an turun dengan rahmat, bukan beban
🔹 Tauhid adalah awal dan akhir risalah
🔹 Salat adalah inti hubungan dengan Allah
🔹 Allah memilih hamba-Nya di saat paling lemah
Post a Comment