SAAT ALLAH MEMANGGIL HAMBA-NYA YANG LETIH

SAAT ALLAH MEMANGGIL HAMBA-NYA YANG LETIH


PEMBUKAAN 

الحمد لله ربّ العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره…
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

Hadirin yang dirahmati Allah…
Berapa banyak di antara kita yang lelah beriman
bukan karena maksiat…
tapi karena terlalu memaksa diri

Terlalu keras pada jiwa…
terlalu berat pada raga…
terlalu kejam pada diri sendiri…

Maka malam ini…
Allah menurunkan satu surah…
bukan untuk mencela…
tapi memeluk Nabi-Nya
dan juga memeluk kita


BAGIAN I — “AL-QUR’AN BUKAN UNTUK MENYIKSA” 

طه
مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah…”

Hadirin…
Ini bukan ayat untuk Nabi saja…
Ini ayat untuk orang-orang yang capek berjuang

Allah tidak pernah berniat menyiksamu dengan agama…
Yang menyiksa itu:
– dosa yang disembunyikan
– iman yang dipaksa tanpa cinta
– ibadah yang kehilangan rasa

Kalau hari ini kau shalat tapi hatimu kosong…
bukan shalatnya yang salah…
tapi hatimu sedang kelelahan

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَى
“Al-Qur’an ini hanyalah peringatan bagi orang yang masih takut kepada Allah…”

Kalau masih ada rasa takut…
berarti hatimu belum mati


BAGIAN II — “RABB YANG MAHA PEMURAH” 

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى
الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Hadirin…
Yang menurunkan Al-Qur’an ini…
bukan Tuhan yang kejam…
tapi Ar-Rahmān

Tuhan yang tahu batas kekuatanmu…
Tuhan yang tahu kapan kamu harus berhenti sejenak
Tuhan yang tahu air matamu…
bahkan sebelum jatuh…

وَإِن تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى

Allah tahu doa yang tidak jadi kau ucapkan…
tangis yang kau telan…
dan iman yang kau jaga diam-diam…


BAGIAN III — “SAAT ALLAH MEMANGGIL MUSA YANG TERSASAT” 

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

Hadirin…
Musa dipanggil Allah bukan saat ia siap
tapi saat ia: – tersesat
– gelap
– sendirian
– hanya punya tongkat

Kadang Allah memang memanggil kita…
saat semua rencana hancur…
agar kita tahu…
kita tidak pernah kuat tanpa-Nya

إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ

“Tanggalkan terompahmu…”

Hadirin…
Kadang untuk mendekat kepada Allah…
yang harus dilepas bukan dosa…
tapi kesombongan ibadah

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا
فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Tauhid dulu…
baru tugas…
Salat dulu…
baru dunia…


BAGIAN IV — “KIAMAT & HAWA NAFSU”

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا

Kiamat pasti datang…
yang dirahasiakan bukan harinya…
tapi apakah kita siap

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَن لَّا يُؤْمِنُ بِهَا

Hati-hati…
yang menjauhkan kita dari Allah…
seringkali bukan musuh
tapi hawa nafsu yang dibela


BAGIAN V — “TONGKAT BIASA JADI MUKJIZAT” 

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَىٰ

Allah tahu itu tongkat…
tapi Allah ingin Musa sadar…

فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَى

Yang biasa…
di tangan orang yang taat…
bisa menghancurkan kebatilan…


DOA

اللهم…
يا رحمن… يا رحيم…

Ya Allah…
jika iman kami hari ini lelah…
itu bukan karena kami membencimu…
tapi karena kami terlalu lemah…

Ya Allah…
jangan hukum kami dengan kelelahan kami…
tapi peluk kami dengan rahmat-Mu…

Ya Allah…
sebagaimana Engkau berkata kepada Nabi-Mu:
“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an untuk menyiksamu”

maka jangan Engkau jadikan agama-Mu
sebagai sebab kami menjauh dari-Mu…

Ya Allah…
lembutkan iman kami…
ringankan ibadah kami…
hidupkan kembali rasa dalam shalat kami…

Jika kami datang kepada-Mu dengan dosa…
jangan Engkau tolak kami karena kotor…
karena Engkau Tuhan yang membersihkan...

Ya Allah…
jika hari ini kami tersesat seperti Musa…
maka nyalakanlah api hidayah-Mu di jalan kami…

Ya Allah…
kami tidak kuat tanpa-Mu…
kami tidak selamat tanpa rahmat-Mu…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً
إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

آمين… آمين… آمين…



Tidak ada komentar