Al-Qur’an yang Kita Baca, Tapi Belum Kita Ikuti
“Al-Qur’an yang Kita Baca, Tapi Belum Kita Ikuti”
🟢 PEMBUKAAN
الحمد لله الذي أنزل القرآن شفاءً لما في الصدور…
والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الذي بكى لأمته قبل أن تبكي أمهاتنا…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini kita membaca QS Yāsīn.
Surat yang sering kita baca…
tapi jarang kita dengarkan pesannya.
Banyak orang membaca Yāsīn…
tapi hidupnya masih jauh dari Al-Qur’an.
Bibirnya basah…
tapi hatinya kering.
Malam ini…
mari kita duduk sebagai hamba,
bukan sebagai orang yang merasa sudah baik.
🟢 BAGIAN 1
ALLAH BERSUMPAH ATAS AL-QUR’AN
📖 QS Yāsīn 1–4
يس
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Renungan:
Allah…
bersumpah dengan Al-Qur’an.
Artinya apa?
Ini bukan kitab biasa.
Ini surat cinta dari langit.
Tapi apa balasan kita?
Al-Qur’an dibuka…
hanya saat ada kematian.
Kita lebih hafal nada dering HP
daripada ayat Al-Qur’an.
Komentar Ulama (disederhanakan):
Kata Imam Ibnu Katsir:
“Sumpah ini adalah bantahan bagi siapa pun yang meragukan kerasulan Nabi ﷺ.”
Pukulan batin:
Kalau masih ragu pada Al-Qur’an…
jangan salahkan dunia kalau hidup terasa sempit.
🟢 BAGIAN 2
HATI YANG TERBELENGGU
📖 QS Yāsīn 7–9
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ…
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا…
Nada suara pelan, menghantam jiwa:
Allah tidak berkata:
“Kami tutup mata mereka”
tapi:
“Kami belenggu hati mereka.”
Jamaah…
dosa yang diulang-ulang
berubah jadi rantai di hati.
Awalnya maksiat terasa berat…
lama-lama jadi biasa…
akhirnya tak terasa apa-apa.
Itu tanda hati mulai mati…
dan hati yang mati…
tidak menangis saat ayat dibaca.
🟢 BAGIAN 3
SIAPA YANG MASIH BISA DISENTUH?
📖 QS Yāsīn 11
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ…
Renungan mendalam:
Allah tidak bilang:
“Yang pintar”
“Yang kaya”
“Yang berpendidikan”
Tapi Allah bilang:
“Yang mau mengikuti."
Jamaah…
surga itu bukan untuk yang merasa suci,
tapi untuk yang takut saat sendirian.
Yang menangis bukan karena manusia melihat,
tapi karena Allah selalu melihat.
🟢 BAGIAN 4
SETIAP JEJAK KITA DICATAT
📖 QS Yāsīn 12
وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ
Allah mencatat…
bukan hanya apa yang kita lakukan,
tapi apa yang kita tinggalkan.
Kata, sikap, contoh…
semua akan hidup setelah kita mati.
Anak kita shalat karena kita?
Itu pahala.
Anak kita jauh dari Allah karena kita?
Itu beban kubur.
🟢 BAGIAN 5
HABIB AN-NAJJAR: IMAN YANG BERLARI
📖 QS Yāsīn 20
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى
Ia tidak menunggu aman…
Ia lari demi kebenaran.
Ia tahu risikonya:
dicaci…
dipukul…
dibunuh…
Tapi ia memilih:
mati membela iman
daripada hidup tanpa iman.
Kita…
ditegur saja sudah tersinggung.
🟢 DOA
اللهم…
Jika malam ini bukan karena rahmat-Mu,
kami tidak pantas duduk di rumah-Mu…
Ya Allah…
Kami membaca Al-Qur’an…
tapi sering melanggarnya.
Kami menyebut nama-Mu…
tapi sering melupakan-Mu.
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan hati kami
hati yang terbelenggu…
mata yang tak menangis…
jiwa yang tak tersentuh ayat-Mu…
Ampuni dosa kami yang terlihat…
dan yang tersembunyi…
yang kami ingat…
dan yang kami lupakan…
Ya Allah…
Jika hari ini Engkau cabut nyawa kami…
jangan biarkan kami pulang
tanpa ampunan-Mu…
Jadikan kami…
orang yang mengikuti Al-Qur’an…
sebelum kami dibaringkan di liang lahat…
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
واغفر لنا… وارحمنا…
وصلى الله على سيدنا محمد
والحمد لله رب العالمين…
Post a Comment