Al-Qur’an yang Terjaga, Manusia yang Lalai, dan Sunnatullah yang Pasti

Al-Qur’an yang Terjaga, Manusia yang Lalai, dan Sunnatullah yang Pasti


🔹 AYAT 1

Keagungan Al-Qur’an sebagai Kitab Penjelas

Arab:

الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُّبِينٍ

Terjemahan: “Alif Lām Rā. Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an), dan Al-Qur’an yang memberi penjelasan.”

Penjelasan Ulama

  • Tafsir Jalalain: “Kitab” dan “Qur’an” menunjukkan satu kesatuan wahyu yang menjelaskan kebenaran dan mematahkan kebatilan.
  • Ibnu Katsir: Al-Qur’an disebut mubīn (jelas) karena:
    • Jelas lafaznya
    • Jelas maknanya
    • Jelas hujjahnya

📌 Pesan Dakwah:
Masalah manusia bukan karena Al-Qur’an tidak jelas, tapi karena hati yang tertutup.


🔹 AYAT 2–3

Penyesalan Orang Kafir & Tipuan Angan-Angan Dunia

Arab:

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Terjemahan: “Sering kali orang-orang kafir berharap sekiranya mereka dahulu adalah orang-orang muslim. Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang serta dilalaikan oleh angan-angan, kelak mereka akan mengetahui.”

Penjelasan Ulama

  • Al-Qurṭubi: Al-amal (angan-angan panjang) adalah penyebab utama lalai dari taubat.
  • Hasan Al-Bashri:

    “Tidaklah seseorang memanjangkan angan-angannya kecuali ia memendekkan amalnya.”

📌 Dalil Sunnah:

“Manusia menjadi tua, tapi dua perkara tetap muda: angan-angan dan cinta dunia.”
(HR. Bukhari & Muslim)

📌 Pesan Dakwah:
Banyak orang bukan menolak iman, tapi menundanya—dan itulah awal kebinasaan.


🔹 AYAT 4–5

Ajal dan Ketentuan Allah Tidak Pernah Salah Waktu

Arab:

وَمَا أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُومٌ
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

Terjemahan: “Tidaklah Kami membinasakan suatu negeri melainkan ada baginya ketentuan waktu. Tidak ada satu umat pun yang dapat mendahului atau mengundurkan ajalnya.”

Penjelasan Ulama

  • Jalalain: Ajal umat dan individu sudah ditetapkan, tidak bisa dimajukan atau ditunda.
  • Ibnu Katsir: Ini dalil kuat tentang takdir ajal.

📌 Dalil Pendukung:

“Apabila ajal mereka telah datang, mereka tidak dapat menundanya walau sesaat pun.”
(QS. Al-A‘raf: 34)

📌 Pesan Dakwah:
Yang berbahaya bukan kematian, tapi mati dalam keadaan lalai.


🔹 AYAT 6–8

Ejekan terhadap Rasul dan Sunnatullah tentang Azab

Arab (ringkas):

إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ

Terjemahan: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang gila… Kami tidak menurunkan malaikat kecuali dengan kebenaran.”

Penjelasan Ulama

  • Ibnu Katsir: Permintaan malaikat oleh orang kafir bukan karena ingin iman, tapi ingin azab.
  • Jika malaikat turun membawa azab → tidak ada penangguhan.

📌 Pelajaran:
Permintaan mukjizat tanpa iman hanya mempercepat kehancuran.


🔹 AYAT 9

Jaminan Ilahi Penjagaan Al-Qur’an

Arab:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Terjemahan: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan Kamilah yang menjaganya.”

Penjelasan Ulama

  • Al-Baghawi: Penjagaan mencakup:
    • Lafaz
    • Makna
    • Keaslian
  • Fakhruddin Ar-Razi: Tidak ada kitab suci lain yang mendapat jaminan penjagaan langsung dari Allah.

📌 Dalil Historis:

  • Ribuan penghafal Al-Qur’an di setiap generasi
  • Tidak berubah satu huruf pun

📌 Pesan Dakwah:
Al-Qur’an terjaga—yang belum tentu terjaga adalah hati kita terhadapnya.


🔹 AYAT 10–13

Rasul Selalu Diperolok, tapi Sunnatullah Tetap Berlaku

Arab (ringkas):

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Terjemahan: “Tidak datang seorang rasul pun melainkan mereka memperolok-olokkannya.”

Penjelasan Ulama

  • Jalalain: Ayat ini untuk menghibur Rasulullah ﷺ.
  • Ibnu Katsir: Penolakan terhadap nabi adalah pola berulang sepanjang sejarah.

📌 Pesan Dakwah:
Jika kebenaran ditertawakan hari ini, itu bukan hal baru—itu jalan para nabi.


🔹 AYAT 14–15

Bukti Nyata pun Bisa Ditolak oleh Hati yang Sombong

Arab:

لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا

Terjemahan: “Pasti mereka berkata: pandangan kami dikaburkan, bahkan kami terkena sihir.”

Penjelasan Ulama

  • Al-Qurṭubi: Orang sombong menolak kebenaran walau melihatnya langsung.
  • Ini dalil bahwa iman bukan soal bukti, tapi hidayah.

🔹 AYAT 16–18

Langit Dijaga, Wahyu Dijaga

Arab (ringkas):

وَجَعَلْنَا فِيهَا بُرُوجًا … وَحَفِظْنَاهَا مِن كُلِّ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ

Terjemahan: “Kami jadikan di langit gugusan bintang dan Kami menjaganya dari setan yang terkutuk.”

Penjelasan Ulama

  • Ibnu Katsir: Meteor adalah alat penjagaan langit dari pencurian wahyu.
  • Menunjukkan keteraturan kosmik di bawah kuasa Allah.

📌 Pesan Dakwah:
Jika langit saja dijaga Allah, apakah kita mau menjaga iman kita sendiri?


🔹 AYAT 19–20

Rezeki Ditakar, Bukan Diperebutkan

Arab (ringkas):

وَكُلَّ شَيْءٍ أَنبَتْنَاهُ بِقَدَرٍ

Terjemahan: “Kami tumbuhkan segala sesuatu menurut ukuran.”

Penjelasan Ulama

  • Jalalain: Rezeki setiap makhluk sudah ditentukan kadarnya.
  • Ibnu Katsir: Manusia bukan pemberi rezeki, hanya perantara.

📌 Dalil Sunnah:

“Tidak akan mati satu jiwa hingga sempurna rezekinya.”
(HR. Ahmad)

📌 Pesan Dakwah:
Keserakahan lahir dari lupa bahwa Allah Maha Mengatur.


🌿 PENUTUP TEMATIK

Surah Al-Ḥijr mengajarkan kita:

  • Al-Qur’an terjaga
  • Dunia melalaikan
  • Ajal pasti
  • Sunnatullah tidak berubah
  • Rezeki cukup jika disyukuri

Yang ditanya kelak bukan:

“Seberapa banyak yang kau tahu?”
tetapi
“Seberapa patuh kau kepada kebenaran yang sudah jelas?”



Tidak ada komentar