DOA TERAKHIR, HISAB TERAKHIR, DAN PULANG TERAKHIR
“DOA TERAKHIR, HISAB TERAKHIR, DAN PULANG TERAKHIR”
Tafsir Ruhani Surah Ibrāhīm Ayat 41–52
🔹 PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Tuhan yang memberi kita waktu,
namun tidak pernah memberi kita jaminan umur.
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
yang mengingatkan kita bukan hanya cara hidup,
tetapi cara meninggal dengan selamat.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Malam ini…
kita tidak sedang membahas orang lain.
Kita sedang membahas diri kita sendiri…
tentang akhir hidup,
tentang keluarga yang kita tinggalkan,
tentang doa yang akan menyusul atau justru hilang
saat kita sudah berada di liang lahat.
🔹 DOA TERAKHIR SEORANG AYAH (AYAT 41)
Allah merekam doa Nabi Ibrahim…
bukan doa minta umur panjang,
bukan doa minta kerajaan…
Tapi doa yang sederhana…
dan sangat manusiawi…
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Rabb kami…
ampunilah aku…
kedua orang tuaku…
dan seluruh orang beriman…
di hari ditegakkannya hisab…”
Hadirin…
Inilah doa seorang ayah,
yang tahu…
bahwa iman anak dan keluarga
lebih berharga daripada seluruh dunia.
Pertanyaannya malam ini…
👉 Doa apa yang keluar dari lisan kita untuk keluarga?
👉 Atau justru… keluarga yang menangis karena luka dari kita?
Berapa banyak anak hari ini…
yang tidak rusak karena dunia…
tetapi karena ayah yang dingin…
atau ibu yang lelah tanpa pelukan…
🔹 ALLAH TIDAK LALAI (AYAT 42–43)
(Nada naik, lalu ditahan)
Allah berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
“Jangan pernah kau kira Allah lalai…”
Hadirin…
Allah diam,
tapi bukan lupa.
Allah menunda,
tapi tidak mengabaikan.
Ada orang tua yang zalim kepada anaknya…
Ada pasangan yang saling melukai…
Ada amanah yang dihancurkan pelan-pelan…
Semua dicatat…
Dan akan datang hari…
mata terbelalak…
hati kosong…
mulut terkunci…
Tidak ada alasan…
tidak ada pembelaan…
🔹 PENYESALAN YANG TERLAMBAT (AYAT 44–45)
Di akhirat…
manusia menangis…
“Ya Allah…
kembalikan kami walau sebentar saja…”
Tapi jawaban Allah dingin…
“Bukankah kalian sudah diberi waktu?”
Hadirin…
Tangisan di akhirat tidak bernilai pahala…
Penyesalan setelah mati tidak menghapus dosa…
Hari ini…
kita masih bisa memeluk anak…
masih bisa meminta maaf…
masih bisa memperbaiki shalat…
Besok?
Belum tentu…
🔹 MAKAR MANUSIA & KETEGUHAN IMAN (AYAT 46–47)
Allah berfirman:
“Makar mereka sebesar apa pun…
tidak akan meruntuhkan gunung-gunung…”
Gunung itu apa?
👉 Tauhid
👉 Iman
👉 Doa orang tua yang ikhlas
Jangan takut pada dunia…
takutlah jika iman kita runtuh diam-diam di rumah sendiri.
🔹 HARI PENGGANTIAN ALAM & HISAB CEPAT (AYAT 48–51)
Bayangkan hari itu…
Bumi diganti…
Langit dilipat…
Manusia berdiri di atas shirath…
Tidak ada keluarga…
tidak ada jabatan…
tidak ada nama besar…
Yang ada hanya:
👉 Amal
👉 Doa anak
👉 Air mata taubat
🔹 PENUTUP (AYAT 52)
Allah menutup surah ini dengan kalimat:
“Ini adalah peringatan…
agar orang-orang berakal mengambil pelajaran…”
Hadirin…
Kalau malam ini hati kita tersentuh…
itu tanda Allah masih mengundang kita pulang.
DOA
Allāhumma…
jika malam ini adalah malam terakhir kami…
jangan Engkau wafatkan kami
kecuali dalam keadaan Engkau ridha…
Allāhumma…
husnul khātimah…
husnul khātimah…
husnul khātimah ya Rabb…
Ya Allah…
ampuni dosa kami sebagai anak…
yang sering menyakiti orang tua kami…
Ampuni dosa kami sebagai orang tua…
yang lalai menjaga amanah anak-anak kami…
Ya Allah…
jika ada luka dalam keluarga kami…
yang belum sempat kami sembuhkan…
maka sembuhkanlah dengan rahmat-Mu…
Jika ada kata yang belum sempat kami minta maaf…
maka sampaikanlah maaf itu
sebelum nyawa sampai di tenggorokan…
Ya Allah…
jangan biarkan anak-anak kami
mengenang kami dengan luka…
tetapi dengan doa…
Jadikan kami orang tua
yang saat wafatnya
masih disebut namanya dalam sujud anak-anaknya…
Allāhumma…
kumpulkan kami kelak
dengan keluarga kami
dalam surga-Mu…
Bukan karena amal kami…
tetapi karena luasnya rahmat-Mu…
Āmīn…
Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment