AMANAH KEHIDUPAN, LUKA KELUARGA, DAN PERANG SENYAP DI DALAM RUMAH
“AMANAH KEHIDUPAN, LUKA KELUARGA, DAN PERANG SENYAP DI DALAM RUMAH”
(Tafsir Reflektif Surah Al-Hijr: 21–40)
PEMBUKAAN
Bismillāhirraḥmānirraḥīm…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Mari kita jujur pada diri sendiri malam ini…
Berapa banyak di antara kita
yang sibuk mencari rezeki,
tapi lupa siapa Pemilik rezeki?
Berapa banyak orang tua
yang bekerja keras demi anak-anaknya,
tapi lupa mewariskan iman?
Berapa banyak rumah tangga
yang terlihat utuh dari luar,
tapi di dalamnya sunyi dari dzikir,
kering dari doa,
dan rapuh dari kasih sayang?
Malam ini…
Al-Qur’an tidak sedang berbicara tentang langit dan bintang saja.
Al-Qur’an sedang menyapa ruang tamu kita, kamar anak kita, dan hati kita sebagai orang tua.
BAGIAN I — SEMUA REZEKI DALAM GENGGAMAN ALLAH
Allah berfirman:
وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَائِنُهُ
“Tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya.”
(QS. Al-Hijr: 21)
Hadirin…
Rezeki anak-anak kita bukan di tangan kita.
Pintar mereka bukan milik kita.
Kesuksesan mereka bukan hasil ego kita.
Kita hanya penjaga sementara.
🔹 Orang tua sering gelisah:
“Bagaimana masa depan anakku?”
Padahal Allah berkata:
“Khazanahnya ada pada-Ku.”
🔹 Kita takut kekurangan,
lalu lupa mengajarkan cukup.
🔹 Kita mengejar dunia,
tapi lupa bahwa iman tidak bisa diwariskan lewat harta.
💔 Banyak anak hari ini
kenyang makan,
tapi lapar perhatian.
pintar akademik,
tapi miskin adab.
ILUSTRASI KISAH NYATA
Seorang ayah berkata sambil menangis:
“Saya bekerja dari subuh sampai malam demi anak-anak saya.
Tapi hari ini… anak saya tidak mengenal Allah, tidak mengenal saya.”
Saudara-saudara…
Bukan karena ayah itu jahat.
Tapi karena amanah teralihkan.
BAGIAN II — HIDUP, MATI, DAN WARISAN SEBENARNYA
Allah berfirman:
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ
“Kamilah yang menghidupkan dan mematikan, dan Kamilah yang mewarisi.”
(QS. Al-Hijr: 23)
Hadirin…
Suatu hari kita akan mati.
Dan semua yang kita banggakan tidak ikut dikuburkan.
Yang tertinggal hanya:
- Doa anak shalih
- Akhlak yang pernah kita tanam
- Luka yang pernah kita tinggalkan
💔 Betapa banyak anak yang tumbuh dewasa bukan membawa kenangan pelukan, tapi membawa trauma bentakan.
BAGIAN III — MANUSIA DIMULIAKAN, JANGAN DIRUSAK
Allah berfirman:
وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي
“Aku tiupkan ke dalamnya ruh ciptaan-Ku.”
(QS. Al-Hijr: 29)
Anak kita bukan kertas kosong.
Mereka membawa ruh yang mulia.
🔹 Setiap bentakan orang tua
melukai ruh itu.
🔹 Setiap hinaan
meretakkan jiwa mereka.
Hadirin…
Banyak orang tua rajin salat,
tapi gagal menjadi rahmat di rumahnya sendiri.
BAGIAN IV — IBLIS DAN PERANG DALAM KELUARGA
Iblis berkata:
لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
“Aku akan menghiasi (maksiat) bagi mereka.”
(QS. Al-Hijr: 39)
Setan tidak datang dengan wajah menyeramkan.
Ia datang dengan:
- Gadget tanpa batas
- Ambisi tanpa iman
- Kesibukan tanpa keluarga
💔 Rumah menjadi hotel.
Orang tua jadi ATM.
Anak-anak tumbuh tanpa arah.
Tapi Allah memberi harapan:
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.”
(QS. Al-Hijr: 40)
➡️ Ikhlas adalah benteng keluarga.
PENUTUP
Hadirin…
Malam ini mari bertanya pada diri sendiri:
- Sudahkah rumah kita menjadi tempat aman bagi anak?
- Sudahkah doa lebih sering keluar dari lisan kita daripada amarah?
- Jika malam ini kita wafat…
apa yang diwarisi anak kita: iman atau luka?
DOA
Allāhumma…
Ya Allah Yang Maha Menjaga…
Jika selama ini
kami lebih sibuk bekerja
daripada memeluk anak-anak kami…
Ampuni kami, ya Allah…
Jika lisan kami lebih sering melukai
daripada mendoakan…
Maafkan kami, ya Rabb…
Ya Allah…
Perbaiki kami sebagai orang tua
sebelum Engkau memperbaiki anak-anak kami…
Ya Allah…
Jadikan rumah kami
tempat iman tumbuh,
bukan tempat luka diwariskan…
Lindungi anak-anak kami
dari tipu daya setan,
dari kesepian yang tersembunyi,
dan dari dosa yang kami wariskan tanpa sadar…
Ya Allah…
Jika Engkau panggil kami nanti…
panggillah kami dalam husnul khātimah…
Dalam keadaan anak-anak kami
mendoakan kami…
bukan menangisi kesalahan kami…
Rabbana…
Jangan Engkau cabut kami dari dunia
kecuali Engkau ridha kepada kami…
Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment