Takdir, Amanah Penciptaan, dan Perang Abadi Melawan Tipu Daya Iblis

“Takdir, Amanah Penciptaan, dan Perang Abadi Melawan Tipu Daya Iblis”


PENDAHULUAN TEMA

Surah Al-Hijr ayat 21–40 membawa kita masuk ke tiga poros besar kehidupan manusia:

  1. Takdir & rezeki di tangan Allah
  2. Kemuliaan penciptaan manusia
  3. Permusuhan abadi Iblis dan cara selamat darinya

Ini bukan sekadar kisah, tapi peta hidup dan peta keselamatan akhirat.


I. SEMUA REZEKI DALAM GENGGAMAN ALLAH (AYAT 21–25)

QS. Al-Hijr: 21

وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”

Penjelasan Ulama (Jalalain & Ibn Katsir):

  • Semua rezeki sudah ada di sisi Allah
  • Manusia hanya menerima sesuai kadar hikmah, bukan sesuai nafsu

📌 Ibn Katsir:

“Allah mengetahui siapa yang pantas diberi banyak, siapa yang cukup sedikit, demi kebaikan agamanya.”


QS. Al-Hijr: 22

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ…
“Kami meniupkan angin untuk mengumpulkan awan… dan bukanlah kalian yang menyimpannya.”

💡 Makna Penting:

  • Air = sumber kehidupan
  • Manusia menikmati, tapi tidak menguasai

➡️ Ini menumbuhkan tawakal, bukan kesombongan.


QS. Al-Hijr: 23–25

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ
“Kamilah yang menghidupkan dan mematikan, dan Kamilah yang mewarisi.”

🧠 Al-Qurthubi:

“Semua yang hidup akan mati, dan Allah tetap ada setelah semuanya tiada.”

➡️ Pelajaran:
Harta, jabatan, keluarga bukan milik kita selamanya.


II. KEMULIAAN PENCIPTAAN MANUSIA (AYAT 26–29)

QS. Al-Hijr: 26

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ…
“Kami ciptakan manusia dari tanah liat kering…”

📌 Makna:

  • Asal manusia rendah
  • Tapi dimuliakan oleh ruh & amanah

QS. Al-Hijr: 29

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

“Jika Aku telah menyempurnakannya dan meniupkan ruh-Ku, maka tunduklah kalian dengan bersujud.”

🧠 Imam Fakhruddin Ar-Razi:

“Kemuliaan manusia bukan pada jasad, tapi pada ruh dan amanah akal.”

➡️ Manusia dimuliakan bukan karena harta, tapi karena iman & ketaatan.


III. SUJUD MALAIKAT & PEMBANGKANGAN IBLIS (AYAT 30–35)

QS. Al-Hijr: 30–31

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ۝ إِلَّا إِبْلِيسَ
“Semua malaikat sujud, kecuali Iblis.”

📌 Dua penekanan (كُلُّهُمْ – أَجْمَعُونَ):

  • Tidak ada yang membangkang kecuali Iblis

QS. Al-Hijr: 33

قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ…
“Aku tidak layak sujud kepada manusia…”

🧠 Ibn Taymiyyah:

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan makhluk.”

➡️ Iblis jatuh bukan karena maksiat fisik, tapi karena sombong.


IV. STRATEGI IBLIS MENYESATKAN MANUSIA (AYAT 36–40)

QS. Al-Hijr: 39

لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

“Aku akan menghiasi (maksiat) bagi mereka dan menyesatkan semuanya.”

📌 Metode Iblis:

  • Maksiat dibuat terlihat indah
  • Dosa dibuat terasa biasa

QS. Al-Hijr: 40

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.”

🧠 Hasan Al-Basri:

“Ikhlas adalah benteng yang tidak bisa ditembus setan.”


DALIL SUNNAH PENGUAT

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
“Setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

➡️ Maka dzikir, iman, dan ikhlas adalah penjaganya.


KESIMPULAN CERAMAH

  1. Rezeki & hidup diatur Allah, bukan usaha semata
  2. Manusia dimuliakan karena iman & ruh, bukan asal-usul
  3. Iblis jatuh karena sombong
  4. Setan menggoda dengan hiasan maksiat
  5. Ikhlas & ketaatan adalah benteng keselamatan


Tidak ada komentar