AMANAH, KEJUJURAN, DAN PENYESALAN YANG TERLAMBAT

“AMANAH, KEJUJURAN, DAN PENYESALAN YANG TERLAMBAT”

(Tafsir Tematik QS Al-Ahzab: 61–73)


PEMBUKAAN 

الحمد لله رب العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

(Berhenti sejenak — tarik napas)

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini bukan mimbar marah,
bukan mimbar teriak,
ini mimbar kejujuran… mimbar pertanggungjawaban…

Karena di akhir surah Al-Ahzab…
Allah tidak bicara soal musuh di luar,
tapi musuh di dalam dada:
👉 kemunafikan
👉 pengkhianatan amanah
👉 kata-kata yang menyesatkan


BAGIAN 1 — SUNNATULLAH: KEBOHONGAN SELALU BERAKHIR

QS Al-Ahzab: 61–62

Arab:

مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا
سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Terjemah ringkas:
“Mereka terlaknat… ini adalah sunnatullah yang tidak akan berubah.”

Ulasan Ulama

  • Imam Ibn Katsir: “Ayat ini bukan sekadar hukuman fisik, tapi kehancuran reputasi, kepercayaan, dan akhir yang hina.”
  • Al-Qurthubi: “Mereka hidup dengan topeng, mati dengan penyesalan.”

Jamaah…
kebohongan tidak langsung dihukum,
tapi selalu dicatat.

Selipan Humor

Kadang manusia itu lucu…
Kalau ditanya, “Sholat?”
Jawabnya: “InsyaAllah…”
Kalau ditanya, “Jujur?”
Jawabnya: “Relatif…”

Padahal di sisi Allah…
jujur itu mutlak, dusta itu celaka.


BAGIAN 2 — PENYESALAN YANG TERLAMBAT 

QS Al-Ahzab: 66–67

Arab:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

Terjemah:
“Seandainya kami taat kepada Allah dan Rasul…”

Jamaah…
di neraka tidak ada dialog pembelaan,
yang ada hanya ratapan: “andai dulu…”

Hadis Penguat

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ»
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksiat kepada Sang Pencipta.”
📚 HR. Ahmad

Berapa banyak dosa…
karena kita takut pada manusia,
tapi takutnya hilang pada Allah?


BAGIAN 3 — MENYAKITI NABI: DOSA LISAN & FITNAH 

QS Al-Ahzab: 69

Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ…

Hadis Bukhari

«رَحِمَ اللَّهُ مُوسَىٰ، قَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ»

Tafsiran Ulama

  • An-Nawawi: “Menyakiti Nabi bukan hanya fisik, tapi mencederai ajarannya.”

Hari ini…
Nabi tidak disakiti dengan lemparan batu,
tapi dengan:

  • sholat diremehkan
  • sunnah ditertawakan
  • kejujuran ditawar-tawar

Humor Ringan

Lucunya…
Kalau urusan dunia:
“Pak, itu melanggar aturan.”
Jawabnya: “Santai aja…”

Tapi kalau ditanya malaikat:
“Kenapa langgar perintah Allah?”
Tidak ada jawaban “santai aja”


BAGIAN 4 — QOULAN SADĪDAN: KEJUJURAN YANG MENYELAMATKAN 

QS Al-Ahzab: 70–71

Arab:

اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ…

Makna Ulama

  • Ibn ‘Asyur: “Qoulan sadidan adalah ucapan yang lurus niatnya, benar isinya, dan bersih dampaknya.”

Kadang Allah tidak minta kita hebat…
Allah cuma minta jujur.


BAGIAN 5 — AMANAH YANG DITAKUTI LANGIT 

QS Al-Ahzab: 72

Arab:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…

Langit gemetar…
Gunung takut…
Bumi menolak…
Manusia menerima…

Tafsiran

  • Imam Al-Ghazali: “Amanah bukan sekadar beban, tapi ujian kejujuran batin.”

Berapa amanah yang kita khianati…
sebagai orang tua…
sebagai guru…
sebagai pemimpin…
sebagai hamba…


PENUTUP 

DOA

اللهم يا الله…
Kami datang dengan dosa yang tak terhitung…
dengan amanah yang sering kami remehkan…

Ya Allah…
jika hari ini wajah kami masih utuh,
jangan Kau bolak-balikkan di neraka-Mu…

Ya Allah…
jangan jadikan kami termasuk orang yang berkata:
“Seandainya dulu…”

Ampuni lisan kami…
Ampuni amanah yang kami khianati…
Ampuni ibadah yang kami tunda…

Ya Allah…
terimalah taubat kami sebelum nyawa sampai di tenggorokan…
sebelum penyesalan tak lagi berguna…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا…
وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Aamiin… Aamiin… Aamiin…


KITAB RUJUKAN UTAMA

  • Tafsir Ibn Katsir
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Tafsir At-Tabari
  • Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi
  • Ihya’ Ulumiddin – Al-Ghazali


Tidak ada komentar