SAAT HATI LELAH, ALLAH MENYURUH KITA MENGINGAT-NYA
“SAAT HATI LELAH, ALLAH MENYURUH KITA MENGINGAT-NYA”
(Tadabbur QS Al-Ahzab: 41–60)
🌑 PEMBUKAAN
Alhamdulillāh…
Alhamdulillāh yang masih memanggil kita dengan kata: “Wahai orang-orang yang beriman…”
Padahal…
sering kali iman kita hanya aktif di mulut, tapi mati di keputusan hidup.
Shalawat dan salam…
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
yang paling banyak mengingat Allah,
padahal beliau yang paling dijamin surganya.
Kalau Nabi saja diperintah dzikir…
lalu siapa kita sampai merasa cukup tanpa dzikir?
🔥 BAGIAN 1
DZIKIR SAAT HIDUP TERASA BERAT
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.”
Bukan dzikir kalau sempat…
bukan dzikir kalau ingat…
tapi dzikir kalau hati mulai lelah.
Karena dzikir bukan untuk Allah…
dzikir itu untuk menyelamatkan kita.
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Bertasbihlah pagi dan petang.
Artinya…
bangun tidur ingat Allah…
menutup hari ingat Allah…
Tapi kita?
Bangun tidur… ingat HP
Mau tidur… ingat masalah
🌧️ BAGIAN 2
ALLAH DAN MALAIKAT SEDANG MEMPERHATIKANMU
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ
“Allah memberi rahmat kepada kalian, dan malaikat memohonkan ampun untuk kalian.”
Jamaah…
di saat tidak ada manusia yang mendoakanmu…
Allah tidak pernah berhenti.
Kita sering merasa sendiri…
padahal langit sedang sibuk menyebut nama kita.
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ
“Salam bagi mereka saat bertemu Allah.”
Bayangkan…
hari pertama bertemu Allah…
bukan bentakan…
tapi “Salām…”
🔥 BAGIAN 3
RASUL SEBAGAI CAHAYA SAAT HIDUP GELAP
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Rasul bukan hanya pembawa kabar gembira…
tapi pengingat saat kita salah arah.
وَسِرَاجًا مُّنِيرًا
“Pelita yang menerangi.”
Pelita tidak berteriak…
pelita cukup menyala.
Kalau dakwah kita isinya marah…
mungkin kita jadi senter rusak.
🔥 BAGIAN 4
JANGAN IKUTI SUARA YANG MENJAUHKANMU DARI ALLAH
وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ
Hari ini bukan cuma kafir dan munafik…
tapi:
- suara ego
- suara trauma
- suara luka lama
Semua itu bisa menyuruhmu menjauh dari Allah.
Siapa yang hidupnya hari ini…
lebih dikendalikan luka
daripada wahyu?
🌧️ BAGIAN 5
ADAB, LUKA, DAN MENYAKITI RASUL TANPA SADAR
إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Menyakiti Rasul bukan hanya menghina beliau…
tapi:
- meremehkan sunnah
- menertawakan syariat
- menganggap dosa itu sepele
Berapa kali kita berkata:
“Ah… cuma itu…”
Padahal itu yang Nabi perjuangkan dengan darah dan air mata.
🌸 BAGIAN 6
MENJAGA KEHORMATAN DI ZAMAN TANPA MALU
يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ
Islam menjaga kehormatan…
karena Allah tahu:
manusia kejam saat nafsu berkuasa.
Menutup aurat bukan soal kain…
tapi soal harga diri di mata Allah.
🌑 PENUTUP
QS Al-Ahzab ayat 41–60
seakan berkata kepada kita:
“Kalau hidupmu berat…
ingat Aku
Kalau hatimu gelap…
lihat Rasul-Ku
Kalau dunia menyakitimu…
Aku masih di sini”
🤲 DOA
Ya Allah…
kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa lelah, luka, dan dosa…
Ya Allah…
kalau Engkau hitung dosa kami…
habislah kami… 😭
Tapi kalau Engkau lihat air mata ini…
itu tanda kami masih ingin kembali…
Ya Allah…
hidupkan dzikir di hati kami…
jangan jadikan kami hamba
yang mengingat-Mu hanya saat terdesak…
Ya Allah…
jangan pisahkan kami dari Rasul-Mu…
di dunia…
dan di akhirat…
Rabbana…
akhiri hidup kami dengan husnul khatimah…
kumpulkan kami bersama Nabi-Mu…
Āmīn… Āmīn… Āmīn…
Post a Comment