Antara Palu Neraka dan Panggilan Tauhid


“Antara Palu Neraka dan Panggilan Tauhid”

(Tafsir Tadabburi QS. Al-Hajj: 21–40)


Pembukaan

الحمدُ للهِ ربِّ العالمين،
نحمَدُه ونستعينُه ونستغفرُه،
ونعوذُ بالله من شرور أنفسِنا ومن سيِّئات أعمالِنا…

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini, kita tidak sedang mendengar ceramah biasa.
Malam ini, kita sedang dihadapkan pada cermin akhir hidup kita.

Ada ayat-ayat Al-Qur’an…
yang jika dibaca cepat, kita lewat
tetapi jika direnungi perlahan, ia menghancurkan kesombongan jiwa.

Malam ini…
Allah memperlihatkan dua jalan:
➡️ jalan palu neraka,
➡️ dan jalan panggilan tauhid dan pengorbanan.


Bagian I – Palu Neraka dan Jeritan Penyesalan (Ayat 21–22)

Allah berfirman:

وَلَهُم مَّقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ
“Dan bagi mereka palu-palu dari besi.”

Bukan palu kayu.
Bukan cambuk biasa.
Palu dari besi…

Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir berkata:

Ini adalah alat azab untuk menghancurkan kesombongan kepala yang dulu enggan sujud.

Ayat berikutnya:

كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا
“Setiap kali mereka hendak keluar karena azab, mereka dikembalikan lagi…”

Jamaah…
Di dunia, kita bisa kabur dari nasihat.
Bisa pindah majelis.
Bisa mematikan kajian.

Tapi neraka tidak punya pintu keluar darurat.

Dan dikatakan kepada mereka:

ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
“Rasakanlah azab yang membakar ini…”

➡️ Ini bukan untuk orang kafir saja.
Para ulama menjelaskan:
setiap dosa yang tidak ditaubati, berpotensi menyeret pelakunya ke sini.


Bagian II – Kontras: Surga untuk yang Merendah 

Namun…
Allah tidak hanya menakut-nakuti.
Allah memberi harapan.

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ…

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan beramal saleh ke dalam surga…”

Ibnu Qayyim berkata:

Orang beriman hidup di dunia dengan hati gemetar, tapi mati dengan wajah bercahaya.

Di surga:
– gelang emas dan mutiara,
– pakaian sutera (yang dulu ditahan demi taat),
– dan yang paling indah…

هُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ
“Mereka dibimbing kepada ucapan yang baik…”

➡️ Kalimat tauhid.
➡️ Lisan yang bersih.
➡️ Lidah yang dulu dijaga dari dusta dan ghibah.


Bagian III – Masjid, Tauhid, dan Dosa Menghalangi Jalan Allah (Ayat 25) 

Allah memperingatkan:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ…

Bukan hanya yang menghancurkan masjid.
Tapi yang membuat orang lain malas shalat.
Yang meremehkan ibadah.
Yang menjadikan agama bahan olok-olok.

Imam Al-Qurthubi berkata:

Dosa di tanah suci dan di sekitar ibadah dilipatgandakan karena ia mencederai kesucian.


Bagian IV – Panggilan Ibrahim dan Haji Jiwa (Ayat 26–29)

Allah memanggil Ibrahim:

أَن طَهِّرْ بَيْتِيَ
“Sucikan rumah-Ku…”

Jamaah…
Bukan hanya Ka’bah batu.
Hati kita juga rumah Allah.

Berapa lama rumah hati ini kotor oleh riya?
Oleh dendam?
Oleh syirik halus?

Lalu Ibrahim disuruh berseru:

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ

Para ulama berkata:

Seruan ini bukan hanya haji fisik, tapi haji jiwa: meninggalkan dosa menuju Allah.

Labbaik…
bukan hanya di Makkah…
tapi setiap kali kita meninggalkan maksiat.


Bagian V – Kurban, Ikhlas, dan Ketakwaan (Ayat 30–37) 

Allah berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا
“Daging dan darah itu tidak sampai kepada Allah…”

وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

Yang Allah lihat:
air mata taubat,
pengorbanan ego,
kejujuran niat.

Imam Hasan Al-Bashri berkata:

Betapa banyak amal besar, tapi kecil di sisi Allah karena niatnya rusak.


Bagian VI – Allah Membela Orang Beriman (Ayat 38–40) 

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا

Allah membela…
bukan yang paling keras suaranya,
tapi yang paling jujur imannya.

Mereka diusir…
disakiti…
hanya karena berkata:

رَبُّنَا اللَّهُ

Dan Allah berjanji:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ

➡️ Tolong agama Allah dalam hidupmu,
Allah akan menolongmu di saat semua pintu tertutup.


DOA

اللهم يا الله…
Jika malam ini Engkau bentangkan neraka di hadapan kami,
itu bukan untuk menghancurkan kami…
tetapi agar kami pulang sebelum terlambat…

Ya Allah…
Kami lemah…
Kami penuh dosa…
Kami sering lalai…

Jika bukan karena rahmat-Mu,
ke mana kami akan pergi?

Ya Allah…
Sucikan hati kami sebagaimana Engkau sucikan Baitullah…
Terimalah amal kami meski kecil…
Ampuni dosa kami meski besar…

Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami termasuk
orang yang dipukul palu besi…
tetapi masukkan kami ke dalam
golongan yang Kau bela dan Kau muliakan…

Rabbana…
Jika hidup kami belum sepenuhnya taat,
maka matikan kami dalam iman
dan bangkitkan kami bersama orang-orang shalih…

آمين… آمين… آمين يا رب العالمين…



Tidak ada komentar