Bahtera Keselamatan dan Tangis yang Terlambat
“Bahtera Keselamatan dan Tangis yang Terlambat”
(Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalām)
PEMBUKAAN
الحمدُ للهِ الَّذي فتحَ بابَ التوبةِ قبلَ أن يُغلقَ بابَ الحياة…
الحمدُ للهِ الَّذي أرسلَ الرسلَ رحمةً لا نقمة…
والصلاةُ والسلامُ على نبيِّنا محمد…
وعلى جميعِ الأنبياءِ والمرسلين…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini… kita tidak berkumpul untuk ilmu semata…
kita berkumpul untuk menangis… sebelum tangis kita terlambat…
Malam ini… kita akan menyusuri kisah seorang nabi…
yang berdakwah hampir seribu tahun…
tapi pengikutnya… hanya sedikit…
Seorang ayah…
yang melihat anaknya tenggelam…
bukan karena air…
tapi karena kesombongan iman…
Dialah…
Nabi Nūḥ ‘alaihis salām…
BAGIAN I — SERUAN TAUHID YANG DIABAIKAN
Allah berfirman:
إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ أَنْ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ
“Sesungguhnya aku bagi kalian adalah pemberi peringatan yang nyata. Janganlah kalian menyembah selain Allah.”
(QS. Hūd: 25–26)
Jamaah…
Bayangkan…
seorang nabi berdiri siang dan malam…
mengetuk pintu hati manusia…
mengajak dengan lemah lembut…
Namun apa jawaban mereka?
“Kami tidak melihatmu kecuali manusia biasa seperti kami…”
Mereka tidak menolak kebenaran…
karena tidak jelas…
tetapi karena hati mereka sombong…
Bukankah hari ini pun begitu…?
Kebenaran ditolak bukan karena salah…
tapi karena ego… jabatan… harta…
Ya Allah…
berapa kali Engkau menasihati kami…
namun kami menutup telinga…
BAGIAN II — PENGIKUT YANG DIRENDAHKAN
Mereka berkata:
“Kami tidak melihat yang mengikutimu kecuali orang-orang hina…”
Jamaah…
di sisi Allah…
yang mulia bukan yang kaya…
tapi yang bertakwa…
Nabi Nuh berkata:
وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا
“Aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.”
(QS. Hūd: 29)
Agama ini…
tidak dibangun oleh orang-orang sombong…
tapi oleh air mata orang-orang lemah…
BAGIAN III — DOA YANG DITOLAK & HATI YANG TERKUNCI
Nabi Nuh berkata:
لَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِي…
“Nasihatku tidak lagi bermanfaat bagi kalian…”
(QS. Hūd: 34)
Jamaah…
ini kalimat yang mengerikan…
bukan karena keras…
tapi karena pintu hidayah sudah tertutup…
Ya Allah…
jangan Kau jadikan kami…
orang yang dinasihati…
tapi tidak lagi bisa menerima…
BAGIAN IV — BAHATERA YANG DITERTAWAKAN
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا
“Buatlah bahtera itu di bawah pengawasan Kami…”
(QS. Hūd: 37)
Nabi Nuh membuat kapal…
di tengah padang pasir…
Ditertawakan…
dihina…
disebut gila…
Namun…
yang ditertawakan hari ini…
akan menyelamatkan esok hari…
BAGIAN V — ANAK YANG TENGGELAM
Air naik…
langit terbuka…
bumi memuntahkan isinya…
Nabi Nuh melihat anaknya…
يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا
“Wahai anakku… naiklah bersama kami…”
Jawaban sang anak:
“Aku akan berlindung ke gunung…”
Gunung tidak menyelamatkan…
nasab tidak menyelamatkan…
nama ayah tidak menyelamatkan…
Hanya iman…
إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ
“Ia bukan termasuk keluargamu…”
Ya Allah…
berapa anak hari ini…
lahir dari orang beriman…
namun tenggelam karena maksiat…
PENUTUP
Jamaah…
bahtera Nabi Nuh belum tertutup hari ini…
namanya adalah taubat…
Selama nyawa belum sampai tenggorokan…
selama matahari belum terbit dari barat…
bahtera itu masih menunggu kita…
DOA PENUTUP
اللهم…
يا الله…
kami datang…
dengan dosa yang berat…
dengan hati yang kotor…
Ya Allah…
jangan Kau tenggelamkan kami…
karena maksiat kami…
Ya Allah…
jika bahtera Nabi Nuh adalah kayu…
maka bahtera kami adalah taubat…
Ya Allah…
naikkan kami ke bahtera-Mu…
sebelum gelombang ajal menutup segalanya…
Ya Allah…
selamatkan anak-anak kami…
jangan biarkan mereka tenggelam…
dalam dunia yang melalaikan…
Ya Allah…
jangan jadikan kami orang yang menyesal…
saat air sudah menutup dada…
ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا…
ربنا تب علينا توبةً نصوحًا…
ربنا اجعلنا من الناجين…
آمـــــــــــــــين…
Post a Comment