Siapa yang Rugi, Siapa yang Selamat: Pelajaran Iman dari Dakwah Nabi Nuh
“Siapa yang Rugi, Siapa yang Selamat: Pelajaran Iman dari Dakwah Nabi Nuh”
I. ORANG YANG PALING MERUGI DIRI SENDIRI (Ayat 21–22)
Dalil Al-Qur’an
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan. Pasti mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.”
(QS. Hūd: 21–22)
Penjelasan Ulama
- Tafsir Jalalain:
Kerugian terbesar bukan kehilangan harta, tapi menjerumuskan diri ke neraka selamanya. - Ibn Katsir:
“Mereka menjual akhirat dengan dunia, lalu kehilangan keduanya.”
Penguatan Hadis
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk setelah mati.”
(HR. Tirmidzi)
📌 Pesan ceramah:
Banyak orang tampak “untung” di dunia, tapi bangkrut di akhirat.
II. CIRI PENGHUNI SURGA: IMAN, AMAL, TAWADHU’ (Ayat 23)
Dalil Al-Qur’an
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan merendahkan diri kepada Rabb mereka, mereka itulah penghuni surga, kekal di dalamnya.”
(QS. Hūd: 23)
Penjelasan Ulama
- Al-Qurthubi:
Akhbatu artinya hati yang tunduk, tidak sombong dengan amal. - Hasan Al-Bashri:
“Iman bukan angan-angan, tapi apa yang menetap di hati dan dibuktikan amal.”
Hadis Pendukung
لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walau sebesar biji zarrah.”
(HR. Muslim)
III. PERUMPAMAAN ORANG KAFIR & MUKMIN (Ayat 24)
Dalil Al-Qur’an
مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Perumpamaan dua golongan itu seperti orang buta dan tuli dengan orang yang melihat dan mendengar. Apakah sama? Tidakkah kalian mengambil pelajaran?”
(QS. Hūd: 24)
Makna Dakwah
- Kebenaran bukan tidak jelas, tapi hati yang tertutup.
- Orang kafir melihat tapi tidak memahami, mendengar tapi menolak.
IV. DAKWAH NABI NUH: LURUS, SABAR, DAN TULUS (Ayat 25–31)
Inti Dakwah Nuh
أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ
“Janganlah kalian menyembah selain Allah.”
(QS. Hūd: 26)
Sikap Kaum Elit
- Menghina pengikut miskin
- Mengukur kebenaran dengan status sosial
Jawaban Nabi Nuh
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ
“Aku tidak meminta upah dari kalian.”
(QS. Hūd: 29)
Hadis Penguat
مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا وَرَعَى الْغَنَمَ
“Tidaklah Allah mengutus nabi kecuali ia pernah menggembala kambing.”
(HR. Bukhari)
📌 Makna:
Para nabi dibentuk dengan kerendahan hati, bukan kemewahan.
V. KETIKA HATI TELAH DIKUNCI (Ayat 32–36)
Dalil Al-Qur’an
لَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدتُّ أَنْ أَنصَحَ لَكُمْ إِن كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغْوِيَكُمْ
“Nasihatku tidak bermanfaat jika Allah menghendaki kalian sesat.”
(QS. Hūd: 34)
Tafsir Ibn Katsir
- Jika kesombongan terus dipelihara, hidayah dicabut sebagai hukuman.
VI. BAHATERA KESELAMATAN & EJEKAN MANUSIA (Ayat 37–40)
Dalil Al-Qur’an
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا
“Buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan wahyu Kami.”
(QS. Hūd: 37)
Pelajaran Besar
- Kebenaran sering ditertawakan sebelum menyelamatkan
- Keselamatan tidak diukur jumlah, tapi ketaatan
Hadis Penutup
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا
“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing.”
(HR. Muslim)
KESIMPULAN CERAMAH
- Rugi terbesar adalah kehilangan akhirat
- Keselamatan milik iman, amal, dan tawadhu’
- Jangan ukur kebenaran dari mayoritas
- Tetap di bahtera iman walau ditertawakan
Post a Comment