Bertahanlah di Jalan Allah, karena Segala Urusan Akan Kembali kepada-Nya
“Bertahanlah di Jalan Allah, karena Segala Urusan Akan Kembali kepada-Nya”
PEMBUKA KHUTBAH
الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له
أما بعد…
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Kita telah melewati satu surah yang berat,
surah yang mengguncang,
surah yang membuat Nabi ﷺ beruban sebelum waktunya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا
(HR. Tirmidzi)“Surah Hūd dan surah-surah sejenisnya telah membuatku beruban.”
Kenapa?
Karena Surah Hūd tidak memberi ilusi keselamatan,
tidak memberi janji kosong,
tidak meninabobokan iman.
Surah Hūd adalah surah keteguhan
bagi orang-orang yang memilih jalan Allah.
REKAM JEJAK SURAH HŪD (PENGIKAT MAKNA)
Dalam Surah Hūd, Allah memperlihatkan:
- Nabi Nuh → berdakwah ratusan tahun, ditertawakan
- Nabi Hūd → ditentang kaumnya sendiri
- Nabi Shalih → mukjizat dibunuh
- Nabi Ibrahim & Luth → minoritas di tengah kerusakan
- Nabi Syu’aib → ditolak karena kejujuran
- Nabi Musa → berhadapan dengan tirani Fir’aun
Semuanya benar,
semuanya di jalan Allah,
namun tetap diuji.
➡️ Surah Hūd mengajarkan satu hal:
Kebenaran tidak selalu diikuti,
dan istiqamah tidak selalu nyaman.
AYAT PENUTUP: PESAN TERAKHIR ALLAH (121–123)
Setelah semua kisah itu…
Allah menutup Surah Hūd dengan tiga ayat pamungkas.
Bukan cerita lagi.
Bukan kisah lagi.
Tapi putusan akhir.
1️⃣ AYAT 121 — PUTUSAN UNTUK ORANG YANG MENOLAK IMAN
وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَـٰمِلُونَ
“Katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:
Berbuatlah sesuai keadaan kalian,
kami pun akan terus berbuat.”
Ma’asyiral muslimin…
Ini bukan izin,
ini ancaman terbuka.
Artinya:
“Silakan lanjutkan jalan kalian…
tapi ketahuilah, jalan Allah juga terus berjalan.”
Hari ini mereka tertawa,
besok mereka menunggu,
lusa mereka menyesal.
2️⃣ AYAT 122 — SEMUA SEDANG MENUNGGU
وَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ
“Dan tunggulah… sesungguhnya Kami pun menunggu.”
Saudaraku…
- Orang kafir menunggu dunia
- Orang beriman menunggu janji Allah
Yang satu menunggu kemenangan semu,
yang lain menunggu kepastian akhirat.
Allah tidak tergesa-gesa,
tapi tidak pernah lupa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
“Allah memberi penangguhan kepada orang zalim,
hingga saat Dia mengazabnya, tak ada jalan lolos.”
3️⃣ AYAT 123 — KALIMAT PENUTUP TAUHID
Dan inilah kalimat terakhir Surah Hūd:
وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
Milik Allah segala yang gaib di langit dan bumi.
Apa artinya?
➡️ Allah tahu air mata yang tidak pernah dilihat manusia.
وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ
“Dan kepada-Nya semua urusan kembali.”
➡️ Semua kekuasaan akan dicabut.
➡️ Semua jabatan akan ditanggalkan.
➡️ Semua manusia akan berdiri sendirian.
فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
Inilah kesimpulan Surah Hūd:
🔹 Tetap beribadah walau sendirian
🔹 Tetap lurus walau dicela
🔹 Tetap taat walau tidak dipuji
🔹 Dan serahkan hasilnya kepada Allah
وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
“Dan Rabbmu tidak pernah lalai terhadap apa yang kalian kerjakan.”
Saudaraku…
- Tidak ada amal yang hilang
- Tidak ada sabar yang sia-sia
- Tidak ada air mata yang tidak dicatat
PENUTUP KHUTBAH (KALIMAT PENGUNCI JIWA)
Ma’asyiral muslimin…
Surah Hūd tidak mengajarkan kita menang cepat,
tapi bertahan lama.
Tidak mengajarkan kita ramai pengikut,
tapi kokoh pendirian.
Jika hari ini engkau lelah…
ingat para nabi juga lelah.
Jika hari ini engkau sendiri…
ingat Allah selalu cukup.
Dan jika hari ini engkau bertanya:
“Sampai kapan aku harus bertahan?”
Jawaban Surah Hūd:
Sampai semua urusan kembali kepada Allah.
Post a Comment