Ancaman, Penantian, dan Tauhid Total kepada Allah

“Ancaman, Penantian, dan Tauhid Total kepada Allah”


PENDAHULUAN TEMATIK

Ayat 121–123 adalah penutup Surah Hūd.
Para ulama menyebutnya sebagai ayat penegasan terakhir:

  • Penegasan ancaman bagi orang kafir
  • Penegasan kepastian hari pembalasan
  • Penegasan tauhid, ibadah, dan tawakal

Ibnu Katsir menyebut:

“Ini adalah penutup yang sangat tegas, mengandung ancaman, tauhid, dan penghiburan bagi Rasulullah ﷺ.”


AYAT 121 — ANCAMAN TERBUKA BAGI ORANG KAFIR

Teks Ayat

وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَـٰمِلُونَ

Terjemah

“Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:
Berbuatlah menurut kemampuan dan keadaan kalian,
sesungguhnya Kami pun berbuat (menurut ketentuan Kami).”


Penjelasan Tafsir Jalalain

  • ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ
    → Lanjutkan jalan kalian, dalam kekufuran dan pembangkangan
  • إِنَّا عَـٰمِلُونَ
    → Kami (Allah dan Rasul-Nya) akan tetap di jalan kebenaran

➡️ Ini bukan izin, tetapi ANCAMAN.


Komentar Ulama

  • Al-Qurthubi:

    “Ini adalah bentuk tahdid (ancaman keras), bukan persetujuan.”

  • Ar-Razi:

    “Maknanya: lakukan sekehendakmu, tapi akibatnya pasti engkau tanggung.”


Dalil Penguat Al-Qur’an

قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌۭ
(QS. Az-Zumar: 39)

“Katakanlah: Wahai kaumku, berbuatlah menurut keadaan kalian, aku pun akan berbuat.”

➡️ Ini pola ancaman ilahi yang berulang dalam Al-Qur’an.


AYAT 122 — PENANTIAN MENUJU KEPASTIAN

Teks Ayat

وَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

Terjemah

“Dan tunggulah, sesungguhnya Kami pun menunggu.”


Makna Ruhiyah

  • Orang kafir menunggu kemenangan dunia
  • Orang beriman menunggu keputusan Allah

➡️ Yang satu menunggu dunia, yang lain menunggu akhirat.


Komentar Ulama

  • Ibnu ‘Athiyyah:

    “Penantian orang kafir adalah penantian kehancuran.”

  • Al-Baghawi:

    “Allah menangguhkan, bukan lalai.”


Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
(HR. Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah memberi penangguhan kepada orang zalim, sampai ketika Dia mengazabnya, tidak ada jalan lolos.”


AYAT 123 — PENUTUP TAUHID & TAWAKAL

Teks Ayat

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Terjemah

“Dan milik Allah-lah segala yang gaib di langit dan di bumi,
dan kepada-Nyalah semua urusan dikembalikan.
Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
Dan Rabbmu tidak lalai terhadap apa yang mereka kerjakan.”


Empat Pokok Tauhid dalam Ayat Ini

1️⃣ Ilmu Allah

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ

Allah tahu:

  • Dosa yang disembunyikan
  • Niat yang dipendam
  • Air mata yang jatuh

📌 Tidak ada yang luput.


2️⃣ Kekuasaan Allah

وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ

Semua akan kembali:

  • Kekuasaan
  • Harta
  • Amal
  • Nyawa

3️⃣ Kewajiban Ibadah

فَٱعْبُدْهُ

Ibnu Katsir:

“Ini adalah perintah tauhid setelah ancaman.”


4️⃣ Tawakal Total

وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ

Hasan Al-Bashri:

“Tawakal adalah menyerahkan hasil setelah ketaatan.”


Dalil Hadis tentang Tawakal

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ
(HR. Tirmidzi)

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki.”


Penutup Ayat (Ancaman Halus)

وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Al-Qurthubi:

“Ini ancaman bagi kafir dan penghibur bagi mukmin.”

➡️ Tidak ada amal yang hilang.
Tidak ada dosa yang lupa.


KESIMPULAN CERAMAH

  1. Ayat 121 → Ancaman tegas
  2. Ayat 122 → Penundaan bukan keselamatan
  3. Ayat 123 → Tauhid, ibadah, dan tawakal sebagai jalan selamat

Surah Hūd ditutup dengan satu pesan besar:

Bertauhidlah…
Beribadahlah…
Dan bertawakallah…
karena Allah tidak pernah lalai.



Tidak ada komentar