IMAN DALAM NIKMAT, ISTIQAMAH DALAM AMANAH
IMAN DALAM NIKMAT, ISTIQAMAH DALAM AMANAH
I. PEMBUKAAN
Tema: Ketika iman diuji, lisan dituduh, dan dunia dipilih
Saudara-saudaraku… tidak semua orang yang berdiri di atas kebenaran akan dipuji. Tidak semua orang yang membawa wahyu akan dipercaya. Bahkan Rasulullah ﷺ pun dituduh pendusta…
Surah An-Nahl ayat 101–120 mengajarkan:
- Bagaimana iman diuji
- Bagaimana nikmat sering diingkari
- Bagaimana bertobat sebelum hati dikunci
- Bagaimana keluarga dan generasi dijaga melalui keteladanan Ibrahim
II. AL-QUR’AN BUKAN BUATAN MANUSIA
1. Tuduhan manusia terhadap wahyu
Ayat 101
وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ … قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ
“Apabila Kami ganti suatu ayat dengan ayat yang lain… mereka berkata: ‘Sesungguhnya engkau mengada-ada’.”
Ulasan Ulama
- Imam Jalalain: Penggantian ayat (nasakh) adalah hikmah, bukan kebohongan.
- Ibnu Katsir: Orang kafir tidak menolak Al-Qur’an karena logika, tapi karena kedengkian hati.
📌 Pelajaran Parenting:
Orang tua yang lurus sering dituduh “ketinggalan zaman” oleh anaknya sendiri. Tapi kebenaran tidak diukur dari tepuk tangan, melainkan dari ridha Allah.
2. Ruhul Qudus (Jibril) sebagai sumber wahyu
Ayat 102
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ …
“Katakanlah: Ruhul Qudus menurunkannya dari Tuhanmu dengan benar…”
📖 Hadis
«إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي…»
(HR. Ahmad)
“Ruhul Qudus meniupkan ke dalam hatiku…”
📌 Makna:
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tapi peneguh hati orang beriman saat difitnah.
III. DUSTA ATAS NAMA AGAMA
Bahasa Arab yang mustahil ditiru
Ayat 103
لِّسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِينٌ
“Bahasa orang yang mereka tuduhkan itu ajam, sedangkan ini bahasa Arab yang jelas.”
📌 Pesan:
Kebenaran akan selalu punya cahaya kejelasan, sementara kebatilan penuh rekayasa.
IV. IMAN DALAM PAKSAAN & TOBAT
1. Dipaksa kafir tapi hati beriman
Ayat 106
إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ
“Kecuali orang yang dipaksa sementara hatinya tenang dengan iman.”
📖 Asbabul Nuzul:
Turun tentang Ammar bin Yasir yang dipaksa mencela Nabi ﷺ.
📖 Hadis
«إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ»
(HR. Ibnu Majah)
“Allah memaafkan umatku karena salah, lupa, dan dipaksa.”
📌 Pelajaran Keluarga:
Jangan cepat menghakimi iman anak atau pasangan. Allah menilai hati, bukan tekanan luar.
2. Dunia lebih dicintai dari akhirat
Ayat 107
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ
“Karena mereka lebih mencintai dunia daripada akhirat.”
📌 Cermin Diri:
- Ketika keluarga ditukar dengan harta
- Ketika kejujuran dikorbankan demi kenyamanan
V. HARI KIAMAT: SEMUA SENDIRI
Ayat 111
يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَن نَّفْسِهَا
“Pada hari itu setiap jiwa datang membela dirinya sendiri.”
📖 Hadis
«يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ…» (HR. Bukhari)
“Seseorang lari dari saudaranya…”
📌 Renungan Parenting:
Anak tidak bisa menyelamatkan orang tua.
Orang tua tidak bisa membela anak.
Yang menyelamatkan hanyalah iman dan amal.
VI. NEGERI YANG KUFUR NIKMAT
Ayat 112
فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ
“Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan.”
📌 Ulasan Ulama
- Al-Qurthubi: Nikmat aman dan rezeki dicabut jika kufur nikmat.
📌 Aplikasi Keluarga:
Rumah tangga hancur bukan karena miskin, tapi karena tidak bersyukur.
VII. HALAL–HARAM & KEJUJURAN LISAN
Ayat 116
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ
“Jangan kalian mengatakan ini halal dan ini haram dengan dusta.”
📖 Hadis
«الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ»
(HR. Bukhari Muslim)
📌 Pesan:
Orang tua adalah guru halal-haram pertama bagi anak.
VIII. PINTU TOBAT SELALU TERBUKA
Ayat 119
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُوا…
“Tuhanmu Maha Pengampun bagi yang bertobat dan memperbaiki diri.”
📖 Hadis
«التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ»
(HR. Ibnu Majah)
📌 Harapan Keluarga:
Tak ada anak gagal.
Tak ada orang tua terlambat.
Selama tobat belum tertutup.
IX. IBRAHIM: MODEL ORANG TUA & PEMIMPIN KELUARGA
Ayat 120
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا
“Ibrahim adalah seorang imam, patuh, dan lurus.”
📌 Imam Asy-Syafi’i:
“Ibrahim disebut ‘umat’ karena lengkapnya kebaikan dalam dirinya.”
📌 Teladan Parenting Ibrahim:
- Menjaga tauhid keluarga
- Berani berbeda demi kebenaran
- Mewariskan iman, bukan sekadar harta
PENUTUP
Wahai jamaah… dunia bisa dipilih, tapi iman jangan dilepas. Anak bisa jauh, tapi doa jangan putus. Harta bisa habis, tapi amanah jangan gugur…
DOA
اللهم يا مُقَلِّبَ القلوب… ثبِّت قلوبنا على دينك…
Ya Allah… yang membolak-balikkan hati… tetapkan hati kami di atas agama-Mu…
اللهم احفظ بيوتنا بالإيمان… وأولادنا بالهداية… وأعمارنا بالطاعة…
Jagalah rumah kami dengan iman… anak-anak kami dengan hidayah… umur kami dengan ketaatan…
اللهم لا تقبض أرواحنا إلا وأنت راضٍ عنا… ولا تختم أعمارنا إلا بحسن الخاتمة…
Jangan Engkau wafatkan kami kecuali dalam ridha-Mu… jangan Engkau akhiri hidup kami kecuali dengan husnul khatimah…
اللهم اجعل القرآن نور صدورنا… وشفيعنا عند لقائك…
Jadikan Al-Qur’an cahaya dada kami dan penolong kami saat bertemu-Mu…
ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين… واجعلنا للمتقين إمامًا…
Ya Rabb… anugerahkan kepada kami keluarga penyejuk mata dan jadikan kami teladan bagi orang bertakwa…
آمين… آمين… يا رب العالمين…
Post a Comment