Nikmat, Amanah, dan Janji yang Akan Ditanya
“Nikmat, Amanah, dan Janji yang Akan Ditanya”
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang menaungi kita dengan rahmat-Nya…
Memberi kita rumah untuk pulang…
Pakaian untuk menutup aib…
Dan waktu untuk memperbaiki diri…
Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
Yang menyampaikan amanah dengan sempurna…
Tanpa menyembunyikan satu ayat pun…
Walau ditolak…
Walau disakiti…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Ayat-ayat ini bukan sekadar nasihat moral…
Tapi peringatan akhir tentang nikmat, janji, dan tanggung jawab…
BAGIAN 1 — NIKMAT PERLINDUNGAN & RUMAH (AYAT 81)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا…
“Allah menjadikan bagi kalian tempat bernaung, tempat tinggal di gunung, pakaian yang melindungi dari panas dan dingin, serta pakaian perang…”
(QS. An-Nahl: 81)
Tafsir Ulama
- Jalalain: Semua kebutuhan dasar manusia telah Allah sempurnakan.
- Ibn Katsir: Ini bukti kesempurnaan rubūbiyyah Allah.
Makna Parenting & Keluarga
Allah ajarkan:
- Rumah = tempat aman, bukan medan perang
- Pakaian = penutup aib, bukan alat pamer
- Perlindungan = amanah, bukan kekuasaan
Dalil Sunnah
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari & Muslim)
BAGIAN 2 — TUGAS ORANG BERIMAN: MENYAMPAIKAN AMANAH (AYAT 82)
فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
“Kewajibanmu hanyalah menyampaikan dengan jelas.”
Hikmah
- Nabi ﷺ tidak memaksa
- Orang tua tidak boleh memaksa iman
- Tugas kita menjadi teladan
BAGIAN 3 — MENGENAL NIKMAT TAPI MENGINGKARI (AYAT 83)
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا
“Mereka mengenal nikmat Allah, lalu mengingkarinya.”
Contoh Zaman Kini
- Mengaku rezeki dari Allah, tapi curang
- Mengaku anak amanah Allah, tapi diabaikan
- Mengaku iman, tapi janji dikhianati
BAGIAN 4 — HARI TANPA ALASAN (AYAT 84–87)
ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا
“Tidak diizinkan bagi orang kafir mengemukakan alasan.”
Ibn Katsir
Hari kiamat adalah hari bukti, bukan hari debat.
➡ Tidak ada:
- “Saya sibuk”
- “Saya tidak tahu”
- “Saya hanya ikut-ikutan”
BAGIAN 5 — DOSA MERUSAK ORANG LAIN (AYAT 88)
زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ
“Kami tambahkan azab di atas azab.”
Ibn Mas‘ud
Tambahan azab karena merusak manusia lain.
➡ Termasuk:
- Orang tua mematikan kepercayaan anak
- Pemimpin menipu umat
- Guru merusak akhlak murid
BAGIAN 6 — AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP (AYAT 89)
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
Imam Asy-Syathibi
Al-Qur’an cukup sebagai pedoman hidup jika ditaati, bukan sekadar dibaca.
BAGIAN 7 — AYAT EMAS AKHLAK ISLAM (AYAT 90)
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
“Allah memerintahkan keadilan dan ihsan…”
Ibn Mas‘ud
“Ini ayat paling lengkap tentang kebaikan dan keburukan.”
Dalam keluarga:
- Adil pada anak
- Ihsan pada pasangan
- Menjauhi kekerasan & kezaliman
BAGIAN 8 — JANJI, SUMPAH, & KESETIAAN (AYAT 91–95)
وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ
“Tepatilah janji kepada Allah.”
Tafsir
- Janji nikah
- Janji orang tua
- Janji iman
Perumpamaan Wanita Memintal Benang (Ayat 92)
Ibn Katsir:
Merusak janji = menghancurkan usaha sendiri
BAGIAN 9 — DUNIA FANA, AKHIRAT KEKAL (AYAT 96–97)
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ
➡ Rumah akan rusak
➡ Jabatan akan hilang
➡ Tapi amal tinggal selamanya
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
“Kami akan beri kehidupan yang baik.”
Makna ulama:
Qana’ah, ketenangan batin, keluarga yang diberkahi.
BAGIAN 10 — PERLINDUNGAN DARI SETAN (AYAT 98–100)
فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Setan tidak berkuasa atas orang beriman & bertawakal.
➡ Tapi berkuasa atas:
- Pendusta
- Pengkhianat
- Orang yang menjadikan hawa nafsu pemimpin
DOA
اللهم يا من أتممت علينا النعم…
Ampuni kami yang sering lupa bersyukur…
Ya Allah…
Ampuni janji yang kami khianati…
Amanah keluarga yang kami lalaikan…
Jangan Engkau wafatkan kami…
Dalam keadaan menzalimi orang yang kami cintai…
Ya Allah…
Jadikan rumah kami tempat sakinah…
Bukan tempat luka…
Dan jika Engkau panggil kami…
Panggil kami dalam husnul khātimah…
Dengan iman di dada…
Dan keluarga yang Engkau ridai…
آمين… آمين… يا رب العالمين…
Post a Comment