DARI GELAPNYA PERUT IKAN MENUJU CAHAYA AMPUNAN
“DARI GELAPNYA PERUT IKAN MENUJU CAHAYA AMPUNAN”
Tadabbur QS As-Saffāt: 141–160
(Kisah Nabi Yunus: marah, pergi, tenggelam, bertasbih, diselamatkan)
🔹 PEMBUKA (±10 menit)
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,
meski hamba itu lebih dulu meninggalkan perintah-Nya.
Shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
Nabi yang tidak pernah meninggalkan umatnya,
bahkan di saat umatnya meninggalkannya.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Pernahkah kita marah kepada keadaan?
Pernahkah kita kecewa pada manusia?
Lalu dalam hati berkata:
“Sudahlah… aku pergi saja…”
Hari ini…
Allah ceritakan seorang Nabi,
bukan orang sembarangan,
Nabi Yunus ‘alaihis salām.
🔹 BAGIAN 1
“SAAT MARAH MEMBAWA PERGI” (±20 menit)
📖 QS As-Saffāt: 141–142
Arabic:
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
Terjemah:
“Kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang yang kalah dalam undian itu. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.”
📌 Ulasan ulama (Tafsir Ibn Katsir):
“Mulum (مليم) artinya: orang yang melakukan sesuatu yang layak dicela, bukan dosa besar, tapi tergesa-gesa meninggalkan tugas tanpa izin Allah.”
💥 Pesan mimbar:
Jamaah…
Yunus bukan kafir,
bukan pendosa besar,
tapi terburu-buru.
Dan kadang…
orang baik jatuh bukan karena maksiat,
tapi karena lelah.
📌 Humor ringan (untuk mencairkan):
Kita kalau marah:
– HP dimatikan
– WA diblokir
– Status: “Butuh waktu sendiri”
Nabi Yunus?
➡️ Naik kapal dan nyemplung laut 😌
Level marahnya beda.
🔹 BAGIAN 2
“GELAP YANG BERTUMPUK” (±20 menit)
📖 QS As-Saffāt: 143–144
Arabic:
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Terjemah:
“Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih, niscaya dia akan tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.”
📌 Imam Al-Qurthubi:
“Ini dalil bahwa dzikir sebelum musibah adalah penyelamat saat musibah.”
💥 Renungan menghantam: Gelapnya Yunus ada tiga:
- Gelap malam
- Gelap laut
- Gelap perut ikan
Dan kita?
– Gelap hati
– Gelap arah
– Gelap masa depan
– Gelap iman
📌 Hadis Rasulullah ﷺ:
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ…
“Doa Nabi Yunus tidaklah dibaca oleh seorang muslim dalam kesempitan, melainkan Allah akan mengabulkannya.”
📚 (HR. Tirmidzi)
📌 Humor reflektif:
Ikan paus saja “muntah” karena dzikir Yunus…
masa masalah kita nggak luluh oleh dzikir?
🔹 BAGIAN 3
“TASBIH DI SAAT TERENDAM” (±15 menit)
📖 Doa Nabi Yunus (QS Al-Anbiyā’: 87)
Arabic:
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Terjemah:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
📌 Ibnu ‘Athaillah (Al-Hikam):
“Pengakuan salah adalah kunci pembuka rahmat.”
💥 Pesan tajam: Yunus tidak berkata: – “Ya Allah, ini tak adil” – “Kenapa aku?” – “Salah mereka, bukan aku”
Tapi:
“Aku yang zalim…”
📌 Diam sejenak (jeda 30 detik)
Biarkan jamaah merenung.
🔹 BAGIAN 4
“DILEMPARKAN, TAPI DISELAMATKAN” (±15 menit)
📖 QS As-Saffāt: 145–148
Arabic:
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ …
Terjemah ringkas:
“Kami lemparkan dia ke daratan dalam keadaan sakit, lalu Kami tumbuhkan pohon labu untuknya…”
📌 Ibn Katsir:
“Allah tidak hanya menyelamatkan Yunus, tapi juga merawat lukanya.”
💥 Pesan menyentuh:
Allah tidak sekadar mengeluarkan kita dari masalah,
tapi menyembuhkan bekas lukanya.
🔹 BAGIAN 5
“ALLAH TIDAK PERNAH KEHABISAN UMAT” (±10 menit)
📖 QS As-Saffāt: 147–148
“Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih… lalu mereka beriman…”
💥 Pesan penutup materi:
– Yunus pergi → Allah tetap memberi hidayah
– Yunus marah → Allah tetap menolong
– Yunus salah → Allah tetap mengangkat
📌 Kesimpulan mimbar:
Kalau Nabi saja ditegur,
apalagi kita…
Tapi kalau Nabi diselamatkan,
apalagi hamba yang kembali menangis…
🤲 DOA
Allāhumma…
Kami datang dengan hati yang lelah…
dengan iman yang naik-turun…
dengan dosa yang kami sembunyikan…
Yā Allāh…
Jika Yunus pernah pergi karena marah…
kami pun sering menjauh karena kecewa…
Lā ilāha illā Anta…
saat kami di gelap masalah…
saat kami di laut ujian…
saat kami di perut kesempitan…
Subḥānaka…
Engkau Maha Suci dari meninggalkan kami…
tapi kamilah yang sering meninggalkan-Mu…
Innī kuntu minaẓ-ẓālimīn…
kami akui dosa kami…
kami akui lalai kami…
kami akui kerasnya hati kami…
Yā Allāh…
keluarkan kami dari gelap menuju cahaya…
keluarkan keluarga kami dari maksiat menuju taubat…
keluarkan bangsa kami dari kebingungan menuju hidayah…
Rabbana…
jangan biarkan kami tenggelam tanpa dzikir…
jangan biarkan kami hancur tanpa taubat…
Āmīn… Āmīn… Yā Rabbal ‘Ālamīn…
Post a Comment