Dari Perut Ikan hingga Kebohongan Akidah: Pelajaran Besar QS As-Saffāt 141–160
“Dari Perut Ikan hingga Kebohongan Akidah: Pelajaran Besar QS As-Saffāt 141–160”
🌊 I. NABI YUNUS: SAAT SEORANG NABI “KALAH UNDIAN” (AYAT 141)
📖 Ayat Al-Qur’an
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
Arab:
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
Terjemah:
“Maka ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.”
🧠 Penjelasan Ulama
-
Imam Al-Qurṭubī:
Undian ini bukan judi, tetapi qur‘ah (undi syar‘i) untuk menghindari mudarat bersama.
📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān -
Ibnu Katsīr:
Yunus ikut undian dengan kerelaan hati dan tawakal, bukan lari dari tanggung jawab.
📚 Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
🎯 Pesan Dakwah
Hadirin,
bahkan nabi pun bisa “kena undian hidup”.
Kadang:
- kita sudah niat baik,
- sudah usaha,
- tetap saja… yang jatuh ke laut kita.
😄 Tenang, jangan langsung menyalahkan panitia undian.
🐋 II. DALAM PERUT IKAN: DOSA, TASBIH, DAN KESELAMATAN (AYAT 142–144)
📖 Ayat
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
“Lalu ikan besar menelannya, sedang dia dalam keadaan tercela.”
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.”
📿 Doa Nabi Yunus
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang yang zalim.”
📜 Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
« دَعْوَةُ ذِي النُّونِ… مَا دَعَا بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ »
“Doa Nabi Yunus tidaklah dibaca oleh seorang Muslim untuk suatu perkara, kecuali Allah akan mengabulkannya.”
📚 HR. Tirmidzi no. 3505
🧠 Komentar Ulama
- Al-Hasan Al-Baṣrī:
Tasbih di waktu lapang adalah penyelamat di waktu sempit.
📚 Tafsīr Al-Baghawī
😄 Humor Ringan
Kalau Nabi Yunus tidak biasa zikir,
perut ikan = kuburan permanen.
Artinya:
Jangan baru ingat Allah setelah “ditelan masalah”.
🌱 III. DIEMPASKAN, SAKIT, LALU DIRAWAT ALLAH (AYAT 145–146)
📖 Ayat
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
“Kemudian Kami lemparkan dia ke tempat yang tandus dalam keadaan sakit.”
وَأَنبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ
“Kami tumbuhkan di atasnya pohon labu.”
🧠 Tafsir Ulama
-
Ibnu ‘Āsyūr:
Labu dipilih karena daunnya lebar, cepat tumbuh, dan tidak dihinggapi lalat.
📚 At-Taḥrīr wa At-Tanwīr -
Riwayat tafsir menyebutkan:
Allah mendatangkan kambing liar yang susunya diminum Yunus hingga pulih.
🎯 Pesan
Allah tidak hanya:
- menyelamatkan Yunus,
- tapi memulihkan fisik dan mentalnya.
😄 Allah bukan cuma “Emergency Exit”, tapi juga “Aftercare Ilahi”.
🌍 IV. KAUM YUNUS: SATU-SATUNYA KAUM YANG SELAMAT SETELAH MELIHAT AZAB (AYAT 147–148)
📖 Ayat
وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ
“Mereka beriman, lalu Kami beri mereka kenikmatan sampai waktu tertentu.”
🧠 Catatan Ulama
- Ibnu Katsīr:
Tidak ada kaum lain yang beriman setelah azab terlihat, kecuali kaum Yunus.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr
🎯 Hikmah
Tobat terakhir masih diterima,
asal sebelum nyawa di tenggorokan.
🧠 V. KEBODOHAN AKIDAH: ALLAH PUNYA ANAK? (AYAT 149–160)
📖 Ayat Kunci
أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
“Apakah untuk Tuhanmu anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki?”
سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
“Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.”
🧠 Tafsir
- Fakhruddin Ar-Rāzī:
Ini logika rusak: mereka membenci anak perempuan, tapi menisbatkannya kepada Allah.
📚 Mafātīḥ al-Ghayb
😄 Humor
Orang musyrik Mekah itu unik:
- Anak perempuan? “Aduh…”
- Untuk Allah? “MasyaAllah!”
Logika:
“Yang kita tidak suka, kita hadiahkan ke Tuhan.”
🧾 PENUTUP
🧩 BENANG MERAH AYAT 141–160
- Orang saleh bisa tergelincir → kembali dengan tasbih
- Allah menghukum → sekaligus merawat
- Tobat kolektif → menunda azab
- Akidah rusak → logika ikut rusak
🕊️ Penutup Ayat
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan.”
Post a Comment