DIGIRING ATAU DIANTAR: AKHIR PERJALANAN MANUSIA
DIGIRING ATAU DIANTAR: AKHIR PERJALANAN MANUSIA
🟢 BAGIAN I
MUKADIMAH
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah,
yang membuka Al-Qur’an dengan hamdalah,
dan menutup kisah manusia di akhirat dengan hamdalah.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang diutus bukan untuk memaksa manusia beriman,
tetapi untuk menyampaikan kebenaran dengan sempurna.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Setiap manusia berjalan.
Setiap langkah mendekatkan kita pada satu peristiwa yang tidak bisa dihindari:
hari ketika kita digiring menuju keputusan terakhir.
Allah tidak bertanya:
- “Kamu siapa di dunia?”
- “Jabatanmu apa?”
- “Pengaruhmu seberapa besar?”
Tetapi Allah akan memperlihatkan: bagaimana akhir perjalanan iman kita.
🔥 BAGIAN II
DIGIRING KE NERAKA: PERJALANAN KEHINAAN
QS Az-Zumar: 71–72
📖 Ayat 71 (Arab)
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا…
Terjemah
“Dan orang-orang kafir digiring ke neraka Jahanam berkelompok-kelompok…”
🧠 Tafsir Mendalam
📚 Ibnu Katsir menjelaskan:
Kata سِيقَ berarti dipaksa berjalan, bukan berjalan dengan kehendak sendiri.
Ini adalah gambaran kehinaan total.
📚 Al-Qurthubi:
Mereka tidak dibantah dengan dalil,
karena pengakuan mereka sudah datang terlambat.
Penjaga neraka bertanya:
“Bukankah telah datang rasul kepada kalian?”
Dan jawabannya:
بَلَىٰ — “Benar.”
Inilah pengakuan paling menyakitkan:
Kami tahu… tapi kami menunda.
Kami paham… tapi kami menolak.
📖 Ayat 72 (Arab)
قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Terjemah
“Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kalian kekal di dalamnya. Maka seburuk-buruk tempat tinggal adalah bagi orang-orang yang sombong.”
📚 Imam Al-Ghazali:
Kesombongan adalah penyakit hati
yang membuat seseorang menolak kebenaran bukan karena tidak tahu,
tetapi karena tidak mau tunduk.
📚 Hadis (HR. Muslim):
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
🌿 BAGIAN III
DIANTAR KE SURGA: PERJALANAN KEMULIAAN
QS Az-Zumar: 73–74
📖 Ayat 73 (Arab)
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا…
Terjemah
“Dan orang-orang yang bertakwa dibawa ke surga berkelompok-kelompok…”
📚 Al-Baidhawi:
Mereka “dibawa” bukan karena dipaksa,
tetapi karena dimuliakan.
Perhatikan detail agung:
وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا
“Pintu surga telah dibuka.”
📚 Ibnu ‘Ashur:
Pintu surga dibuka sebelum mereka tiba,
sebagai tanda penyambutan.
Ucapan penjaga surga:
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ
Ini bukan sekadar salam,
ini adalah pengakuan kelulusan hidup.
📖 Ayat 74 (Arab)
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ…
Terjemah
“Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami…”
📚 Ibnu Katsir:
Surga adalah warisan bagi orang yang sabar,
bukan hadiah bagi orang yang hanya berharap.
🌌 BAGIAN IV
MAHKAMAH TERAKHIR: KEADILAN MUTLAK
QS Az-Zumar: 75
📖 Ayat (Arab)
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ…
Terjemah
“Dan engkau akan melihat para malaikat mengelilingi ‘Arsy…”
📚 Ibnu Katsir:
Alam semesta ditutup dengan pujian,
karena keadilan Allah telah sempurna.
Tidak ada:
- kezaliman
- kecurangan
- salah hitung
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
💧 BAGIAN V
PENUTUP: SATU PERTANYAAN UNTUK JIWA
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ayat-ayat ini tidak diturunkan
untuk membuat kita putus asa,
tetapi untuk membangunkan hati yang tertidur.
Setiap kita akan digiring.
Tidak ada yang tinggal.
Pertanyaannya bukan:
“Apakah kita akan digiring?”
Tetapi:
“Bagaimana kita digiring?”
Diseret menuju penyesalan,
atau diantar menuju keselamatan?
اللهم اجعلنا من الذين يُساقون إلى الجنة لا إلى النار
Post a Comment