DOA YANG SUNYI DI AKHIR ZAMAN: (Belajar Bertahan dari Nabi Zakaria dan Maryam)


DOA YANG SUNYI DI AKHIR ZAMAN:

(Belajar Bertahan dari Nabi Zakaria dan Maryam)


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya milik Allah…

Hadirin yang dirahmati Allah…
Kita hidup di zaman yang bising
Zaman suara keras…
Zaman opini berteriak…
Zaman kebenaran tenggelam oleh keramaian…

Namun anehnya…
di zaman yang sangat bising ini…
iman justru mati dalam kesunyian.

Malam ini…
kita tidak belajar dari orang yang berteriak…
kita belajar dari orang yang berdoa lirih.

Dari seorang nabi tua…
dan seorang wanita suci…

Nabi Zakaria dan Maryam.


BAGIAN I

AKHIR ZAMAN: KETIKA IMAN MENJADI ASING

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang suatu zaman, orang yang sabar menjaga agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)

Hari ini…
yang jujur dibilang naif…
yang menjaga diri dibilang kolot…
yang taat dibilang aneh…

Anak-anak kita tumbuh…
di dunia yang menertawakan iman
dan mengolok kesucian.

Inilah akhir zaman.

BAGIAN II

DOA NABI ZAKARIA: IMAN YANG MENANGIS DALAM SUNYI 

Allah berfirman:

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“Ketika ia berdoa kepada Rabbnya dengan doa yang lembut.”
(QS. Maryam: 3)

Bukan doa panggung…
bukan doa penuh gaya…
tapi doa yang nyaris tak terdengar.

Zakaria tidak menangis karena miskin…
tidak mengeluh karena tua…
yang ia tangisi adalah masa depan agama.

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي
“Aku khawatir terhadap generasi sepeninggalku…”
(QS. Maryam: 5)

Ya Allah…
ini juga doa kita hari ini…

Kita takut…
anak-anak kita pintar…
tapi jauh dari Allah…


BAGIAN III

IMAN DI AKHIR ZAMAN TIDAK LAHIR DARI TERIAKAN,
TAPI DARI DOA ORANG TUA 

Hadirin…
iman anak tidak lahir dari Wi-Fi cepat…
tidak lahir dari sekolah mahal…

Iman lahir dari:

  • sujud orang tua di malam hari
  • air mata ayah yang tak terlihat
  • doa ibu yang tak diunggah

Zakaria tidak mendidik Yahya dengan kekuasaan…
tapi dengan doa sebelum kelahiran.


BAGIAN IV

MARYAM: MENJAGA KESUCIAN DI ZAMAN FITNAH

Maryam hidup di zaman fitnah…
fitnah prasangka…
fitnah tuduhan…
fitnah kehormatan…

Namun dengarkan ucapannya:

إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ
“Aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.”
(QS. Maryam: 18)

Maryam tidak debat…
tidak klarifikasi…
tidak membela diri…

Dia lari kepada Allah.

Wahai pemuda akhir zaman…
kesucianmu mahal…
jangan kau jual demi validasi…

Allah membela orang yang menjaga diri…


BAGIAN V

PENUTUP MIMBAR: PESAN AKHIR ZAMAN 

Jika iman terasa berat…
ingat Zakaria…

Jika menjaga diri terasa sulit…
ingat Maryam…

Jika dunia terasa gelap…
ingat…

Allah masih mendengar doa yang paling lirih…


DOA PENUTUP

Allāhumma…

Ya Allah…
di zaman ini…
kami lelah menjaga iman…

Ya Allah…
kami takut…
anak-anak kami tumbuh…
tapi jauh dari-Mu…

Ya Allah…
sebagaimana Engkau mendengar doa Zakaria di malam sunyi…
dengarlah doa kami malam ini…

Ya Allah…
anugerahkan kepada kami keturunan
yang mencintai salat…
mencintai Al-Qur’an…
membenci maksiat…

Ya Allah…
jagalah anak-anak kami
sebagaimana Engkau menjaga Maryam…
di tengah fitnah…
di tengah tuduhan…
di tengah dunia yang kotor…

Ya Allah…
jika iman kami lemah…
kuatkanlah…
jika kami hampir jatuh…
genggamlah…

Jangan Engkau wafatkan kami
kecuali dalam husnul khatimah…
dan kumpulkan kami
bersama Zakaria…
Maryam…
dan orang-orang yang Engkau cintai…

Āmīn… Āmīn… Āmīn…



Tidak ada komentar