Guncangan Kiamat, Hakikat Iman, dan Akhir Dua Golongan


Guncangan Kiamat, Hakikat Iman, dan Akhir Dua Golongan


I. SERUAN UNIVERSAL & DAHSYATNYA KIAMAT (AYAT 1–2)

Teks Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ ۝
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

Terjemah

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb kalian. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar. Pada hari itu kamu melihat setiap wanita yang menyusui melupakan anak yang disusuinya, dan setiap wanita yang hamil keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia seperti orang mabuk padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah sangat keras.”

Penjelasan Ulama

  • Imam Ibnu Katsir:

    “Ini adalah gambaran ketakutan yang menghilangkan naluri paling kuat pada manusia, yaitu kasih sayang ibu.”

  • Imam Al-Qurṭubi:

    “Ayat ini menunjukkan bahwa ketakutan hari Kiamat mengalahkan cinta dunia.”

Hadis Pendukung

«يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا»
“Manusia dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan belum dikhitan.”
📚 HR. al-Bukhari no. 6527, Muslim no. 2859

📌 Pesan mimbar: Takwa adalah satu-satunya perlindungan saat guncangan itu datang.


II. MEMBANTAH ALLAH TANPA ILMU & MENGIKUTI SETAN (AYAT 3–4, 8–9)

Teks Al-Qur’an

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ

Makna

Mereka berbicara tentang Allah:

  • tanpa ilmu
  • tanpa wahyu
  • tanpa petunjuk

Ulasan Ulama

  • Imam Ath-Ṭabari:

    “Ini mencakup setiap orang yang menolak kebenaran karena hawa nafsu.”

  • Ibnu Taimiyyah (Majmū‘ al-Fatāwā):

    “Kesombongan intelektual adalah pintu kesesatan terbesar.”

Hadis Pendukung

«مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»
“Barang siapa berbicara tentang Al-Qur’an tanpa ilmu, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”
📚 HR. at-Tirmidzi no. 2950

📌 Pesan mimbar: Ilmu tanpa iman melahirkan kesombongan, bukan hidayah.


III. DALIL KEBANGKITAN: PENCIPTAAN MANUSIA & BUMI (AYAT 5–7)

Teks Al-Qur’an (Ringkas)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ...

Inti Ayat

Allah mengajak manusia berpikir:

  • manusia dicipta bertahap
  • bumi mati dihidupkan hujan ➡️ Allah yang memulai penciptaan pasti mampu mengulanginya

Komentar Ulama

  • Ibnu Katsir:

    “Ini adalah qiyās paling kuat tentang kebangkitan.”

  • Ikrimah (murid Ibnu ‘Abbas):

    “Orang yang hidup dengan Al-Qur’an dijaga dari kehinaan usia.”

Ayat Pendukung

كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ
“Sebagaimana Kami memulai penciptaan, Kami akan mengulanginya.”
📖 QS. Al-Anbiyā’: 104


IV. IMAN DI TEPI JURANG (AYAT 11–13)

Teks Al-Qur’an

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ

Makna

  • Iman bersyarat
  • Taat saat untung
  • Kufur saat diuji

Ulasan Ulama

  • Imam As-Sa‘di:

    “Ini adalah iman rapuh yang tidak berakar.”

  • Imam Al-Ghazali (Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn):

    “Ibadah demi dunia akan merusak dunia dan akhirat.”

Hadis Pendukung

«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ… إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ»
📚 HR. Muslim no. 2999


V. KEPUTUSAN ALLAH & DUA AKHIR YANG BERBEDA (AYAT 14–20)

Golongan Mukmin

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ

➡️ Surga, sungai, kemuliaan

Golongan Kafir

  • pakaian dari api
  • air mendidih
  • kulit dan isi perut hancur

Komentar Ulama

  • Al-Qurṭubi:

    “Azab ini hakiki, bukan simbolik.”

  • Ibnu Katsir:

    “Kulit disebut karena pusat rasa sakit.”

Hadis Pendukung

«أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا… يُغْلَى مِنْهُ دِمَاغُهُ»
📚 HR. Muslim no. 213


VI. KESIMPULAN MIMBAR

  • Kiamat itu pasti
  • Ilmu tanpa iman menyesatkan
  • Iman sejati tetap saat diuji
  • Sujud adalah kehormatan
  • Akhir manusia ditentukan oleh ketundukan

DAFTAR KITAB RUJUKAN

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Tafsir Al-Qurṭubi
  3. Tafsir Ath-Ṭabari
  4. Tafsir As-Sa‘di
  5. Shahih al-Bukhari
  6. Shahih Muslim
  7. Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn – Al-Ghazali
  8. Majmū‘ al-Fatāwā – Ibnu Taimiyyah


Tidak ada komentar