Ketika Bumi Berguncang, Ke Mana Hati Akan Pulang?


“Ketika Bumi Berguncang, Ke Mana Hati Akan Pulang?”

Tafsir QS. Al-Ḥajj: 1–20


PEMBUKAAN

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang tidak pernah tidur,
yang tidak pernah lalai,
yang menyaksikan kita… bahkan saat kita menyembunyikan dosa paling sunyi.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita
Nabi Muhammad ﷺ,
manusia yang paling takut kepada Allah,
padahal dosanya telah diampuni…

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Malam ini…
bukan mimbar biasa.
Bukan sekadar nasihat.
Ini adalah peringatan dari langit,
tentang hari ketika bumi tidak lagi diam,
dan hati tidak lagi bisa berdusta.


BAGIAN 1 — SERUAN UNTUK SELURUH MANUSIA 

Allah tidak berkata: “Wahai orang-orang beriman”
Tetapi Allah membuka surah ini dengan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ

“Wahai seluruh manusia… bertakwalah kepada Rabb kalian.”

Artinya apa?

👉 Yang dipanggil bukan hanya yang rajin ke masjid
👉 Bukan hanya yang bersorban
👉 Bukan hanya yang merasa saleh

Tetapi semua… tanpa kecuali

Karena kiamat bukan hanya milik orang kafir
Dan kematian tidak menunggu orang siap

إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

“Guncangan hari kiamat itu sesuatu yang sangat besar.”

Bukan gempa biasa…
Bukan sekadar retakan tanah…

Ini guncangan yang mencabut naluri terdalam manusia.


BAGIAN 2 — IBU MELUPAKAN BAYINYA 

Allah berfirman:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ

“Pada hari itu, seorang ibu yang sedang menyusui… melupakan bayinya.”

Jamaah…

Ibu…
yang rela tidak tidur demi anaknya…
yang rela lapar demi menyuapi bayinya…

Hari itu… lupa.

Bukan karena ibu itu jahat…
Tapi karena takutnya sudah melampaui cinta dunia.

وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ

Manusia terlihat mabuk…
Padahal bukan karena khamar…

Tapi karena azab Allah terlalu dahsyat.

Saudaraku…

Kalau hari ini kita masih bisa tertawa saat maksiat,
berarti hati kita belum membayangkan hari ini.


BAGIAN 3 — MEMBANTAH ALLAH TANPA ILMU 

Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Ada manusia yang membantah Allah tanpa ilmu.”

Hari ini…
Banyak yang berani bicara agama,
tapi tidak takut kepada Allah.

Banyak yang cerdas di lisan,
namun kering di sujud.

Mereka merasa pintar…
Padahal kepintaran tanpa tunduk adalah kesombongan.

Dan Allah tegaskan:

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ

“Barang siapa mengikuti setan… akan disesatkan.”

Kalau hari ini hati sulit menerima nasihat…
Takutlah…
itu tanda setan sudah terlalu dekat.


BAGIAN 4 — DALIL KEBANGKITAN 

Allah berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ…

“Jika kalian ragu tentang kebangkitan…”

Lalu Allah ceritakan perjalanan kita:

👉 dari tanah
👉 setetes mani
👉 segumpal darah
👉 segumpal daging
👉 bayi
👉 dewasa
👉 tua
👉 pikun
👉 mati

Bukankah setiap kita…
sedang berjalan menuju kubur…
pelan… tapi pasti?

Dan bumi yang mati…
Allah hidupkan dengan hujan…

Kalau bumi saja bisa hidup kembali,
mengapa kita ragu Allah menghidupkan manusia?


BAGIAN 5 — IMAN DI TEPI JURANG

Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ

“Sebagian manusia menyembah Allah di tepi.”

Artinya…

👉 Ibadah saat sehat
👉 Shalat saat rezeki lancar
👉 Doa saat bahagia

Tapi ketika diuji…

انقلب على وجهه

Berbalik…
Menuduh Allah…
Meninggalkan shalat…
Menyalahkan takdir…

Saudaraku…

Allah tidak butuh ibadah kita…
Kitalah yang hancur tanpa Allah.


BAGIAN 6 — DUA AKHIR YANG BERBEDA 

Allah menutup dengan dua golongan:

👉 Mukmin → surga
👉 Kafir → pakaian dari api

Api dipakaikan…
Air mendidih disiram…
Isi perut hancur…

Ini bukan cerita dongeng.

Rasulullah ﷺ menangis saat menyebut neraka.

Lalu…
kita masih berani santai?


PENUTUP 

Saudaraku…

Jika malam ini hati kita bergetar…
itu bukan karena penceramah…
tapi karena Allah masih sayang.

Jangan tunda taubat…
karena kematian tidak pernah menunggu jadwal kita.


DOA PENUTUP

Allāhumma…
jika hari ini bumi belum berguncang…
maka biarlah hati kami yang bergetar terlebih dahulu…

Ya Allah…
jangan jadikan kami hamba
yang baru takut setelah melihat azab…

Ya Allah…
ampuni dosa-dosa kami…
yang terang-terangan…
yang sembunyi-sembunyi…
yang kami ingat…
dan yang kami lupakan…

Ya Allah…
jangan jadikan iman kami
iman di tepi jurang…

Tetapkan iman kami
saat sehat dan sakit…
saat lapang dan sempit…
saat sendiri dan diuji…

Ya Allah…
jika Engkau bangkitkan kami nanti…
bangkitkan kami
dalam keadaan Engkau ridha kepada kami…

Ya Allah…
jauhkan kami dari azab neraka…
yang apinya tidak padam…
yang sakitnya tidak berhenti…

Masukkan kami ke dalam surga-Mu…
bukan karena amal kami…
tapi karena rahmat-Mu…

Rabbana taqabbal minnā…
innaka Antas-Samī‘ul-‘Alīm…

Āmīn… Āmīn… Āmīn…



Tidak ada komentar