HATI YANG SELAMAT ATAU API YANG MENYALA


“HATI YANG SELAMAT ATAU API YANG MENYALA”
Tadabbur QS Ash-Shaffāt 81–100


🟢 PEMBUKAAN

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang menciptakan kita bukan untuk bermain-main…
Yang menghidupkan kita bukan untuk lalai…
Dan yang akan mematikan kita bukan untuk kembali ke dunia…

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
kepada keluarga beliau,
para sahabat beliau,
dan kepada kita semua
yang malam ini masih diberi kesempatan untuk sadar…

Hadirin yang dirahmati Allah…
Tidak semua yang hidup benar-benar hidup
Dan tidak semua yang mati benar-benar mati

Ada yang jasadnya berjalan,
tapi hatinya sudah dikubur oleh dunia…

Dan ada yang tubuhnya dilempar ke api,
namun hatinya hidup bersama Allah…


🟡 BAGIAN I — NUH: IMAN YANG MENYELAMATKAN 

Allah berfirman:

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya dia (Nuh) termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”
(QS Ash-Shaffāt: 81)

Hadirin…
Allah tidak menyebut jabatan Nuh
Tidak menyebut lamanya dakwah beliau…
Tidak menyebut jumlah pengikutnya…

Allah hanya berkata:
“Dia hamba Kami yang beriman.”

Karena di sisi Allah,
bukan berapa lama kita hidup,
tapi bagaimana kita beriman.


ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ
“Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.”
(QS Ash-Shaffāt: 82)

Air yang sama…
bahtera yang sama…
langit yang sama…

Tapi hasilnya berbeda…

Yang satu selamat,
yang lain binasa

Bukan karena airnya
tapi karena imannya

Bukan banjir yang membunuh mereka…
tapi kesombongan…


🔴 BAGIAN II — IBRAHIM: HATI YANG SELAMAT

إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Ketika ia datang kepada Rabb-nya dengan hati yang selamat.”
(QS Ash-Shaffāt: 84)

Hadirin…
Allah tidak bertanya nanti di akhirat:
“Seberapa kaya kamu?”
“Seberapa terkenal kamu?”

Tapi Allah bertanya:

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS Asy-Syu‘arā’: 89)

Coba tanyakan ke diri kita…
Hati ini bersih…
atau penuh iri?
penuh dengki?
penuh dendam?
penuh riya?

Berapa banyak ibadah kita…
tapi hati kita tidak hadir…


🟠 BAGIAN III — BERHALA MODERN

Ibrahim berkata:

أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
“Apakah kalian menyembah apa yang kalian pahat sendiri?”
(QS Ash-Shaffāt: 95)

Dulu berhala dari batu…
Sekarang?

Berhala hari ini bernama:
– Jabatan
– Popularitas
– Media sosial
– Harta
– Nafsu

Dulu patungnya disembah…
Sekarang handphone-nya tidak bisa ditinggal lima menit…

Tapi setelah tertawa…
hati kita tertusuk…


🔥 BAGIAN IV — API ATAU TAUHID 

فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ
“Lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala.”
(QS Ash-Shaffāt: 97)

Api besar…
manusia kecil…

Tapi Allah berfirman di ayat lain:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا
“Wahai api, jadilah engkau dingin dan menyelamatkan.”
(QS Al-Anbiyā’: 69)

Api tunduk…
karena Ibrahim tidak pernah tunduk pada selain Allah


🟣 BAGIAN V — HIJRAH DAN DOA 

إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ
“Sesungguhnya aku pergi menuju Rabbku, Dia akan memberiku petunjuk.”
(QS Ash-Shaffāt: 99)

Hijrah bukan hanya pindah tempat…
tapi pindah ketergantungan hati

Dan Ibrahim menutup dengan doa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.”
(QS Ash-Shaffāt: 100)


🤲 DOA

Ya Allah…
Jika hari ini Engkau cabut nyawa kami…
apakah kami termasuk orang yang Engkau selamatkan…
atau yang Engkau tenggelamkan?

Ya Allah…
Bersihkan hati kami…
sebagaimana Engkau bersihkan hati Ibrahim…

Jangan Engkau biarkan kami hidup dalam tauhid…
tapi mati dalam kelalaian…

Ya Allah…
Kami lelah mengejar dunia…
tapi sering lupa mengejar ridha-Mu…

Ampuni kami…
ampuni dosa orang tua kami…
ampuni keluarga kami…

Ya Allah…
Jika api dunia saja kami tak sanggup…
bagaimana api neraka-Mu?

Maka jadikan kami hamba-Mu yang ikhlas…
yang Engkau panggil dengan cinta…
bukan dengan murka…

Rabbana taqabbal minnā…
innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm…

Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar