Ibrahim: Tauhid, Keberanian, dan Hati yang Selamat

“Ibrahim: Tauhid, Keberanian, dan Hati yang Selamat”

Tadabbur QS Ash-Shaffāt: 81–100


I. KESELAMATAN HANYA UNTUK ORANG BERIMAN (Ayat 81–82)

📖 QS Ash-Shaffāt: 81–82

Arab:

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

Terjemah:

“Sesungguhnya dia (Nuh) termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Ibnu Katsir:

    “Keselamatan bukan karena nasab, tetapi karena iman.”
    📚 Tafsir Ibn Katsir

🎯 Pesan

  • Iman → keselamatan
  • Kekufuran → kebinasaan
  • Mayoritas bukan jaminan selamat

😄 Humor mimbar:

Di dunia, mayoritas menang…
di akhirat, mayoritas justru celaka 😅


II. RANTAI TAUHID: NUH → IBRAHIM (Ayat 83–84)

📖 QS Ash-Shaffāt: 83–84

Arab:

وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Terjemah:

“Dan sungguh termasuk golongannya (Nuh) adalah Ibrahim, ketika ia datang kepada Rabbnya dengan hati yang selamat.”

🧠 Tafsir

  • Qalbun salīm:
    • Bersih dari syirik
    • Bersih dari dengki
    • Bersih dari keraguan

Imam Al-Qurṭubi: “Hati yang selamat adalah hati yang hanya bergantung kepada Allah.”
📚 Tafsir Al-Qurṭubi

🎯 Renungan Allah tidak melihat:

  • rupa
  • harta
  • jabatan

Allah melihat hati.

😄 Humor lembut:

CV dunia panjang,
tapi CV akhirat… kosong 😄


III. DAKWAH KRITIS & CERDAS (Ayat 85–87)

📖 QS Ash-Shaffāt: 85–87

Arab:

مَاذَا تَعْبُدُونَ
أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ
فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemah:

“Apa yang kalian sembah? Apakah dengan dusta kalian menghendaki sesembahan selain Allah? Maka apa sangkaan kalian terhadap Rabb semesta alam?”

🧠 Metode Dakwah Ibrahim

  1. Bertanya (logis)
  2. Menggugah nurani
  3. Mengingatkan konsekuensi

📖 Dalil Sunnah:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ
(HR. Muslim)
“Siapa yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya.”

😄 Humor mimbar:

Berhala disuapin tiap hari…
tapi yang kenyang malah penyembahnya 😅


IV. KECERDASAN STRATEGI DAKWAH (Ayat 88–90)

📖 QS Ash-Shaffāt: 88–89

Arab:

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ
فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ

Terjemah:

“Ia memandang bintang-bintang, lalu berkata: ‘Aku sakit.’”

🧠 Penjelasan Ulama

  • Bukan dusta akidah
  • Tauriyah (strategi bahasa)
  • Untuk maslahat dakwah

Ibnu Katsir:
“Ini bukan kebohongan tercela.”
📚 Tafsir Ibn Katsir

🎯 Pelajaran Dakwah butuh:

  • hikmah
  • strategi
  • kecerdasan

V. TAUHID MELAWAN BERHALA (Ayat 91–96)

📖 QS Ash-Shaffāt: 91–96

Arab (ringkas):

أَلَا تَأْكُلُونَ… مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ
أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

Terjemah:

“Tidakkah kalian makan? Mengapa tidak menjawab? Apakah kalian menyembah apa yang kalian pahat? Padahal Allah menciptakan kalian dan apa yang kalian buat.”

🧠 Tafsir Tauhid

  • Sesuatu yang diciptakan tidak pantas disembah
  • Pencipta → satu-satunya yang berhak disembah

😄 Humor mimbar:

Berhala dipahat…
eh malah minta rezeki 😄


VI. API TIDAK MEMBAKAR ORANG TAUHID (Ayat 97–98)

📖 QS Ash-Shaffāt: 97–98

Arab:

فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ

Terjemah:

“Mereka merencanakan tipu daya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.”

📖 Dalil Qur’an Pendukung:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا
(QS Al-Anbiya: 69)

🎯 Pelajaran Jika Allah bersama kita:

  • api → dingin
  • musuh → kalah

VII. HIJRAH & DOA SEORANG AYAH (Ayat 99–100)

📖 QS Ash-Shaffāt: 99–100

Arab:

إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Terjemah:

“Aku pergi menuju Rabbku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.”

🧠 Tafsir

  • Hijrah = meninggalkan syirik menuju tauhid
  • Doa Nabi Ibrahim → dikabulkan dengan Ismail

📖 Hadis Pendukung:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ… إِلَّا وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
(HR. Muslim)

😄 Humor reflektif:

Anak pinter itu bonus…
anak saleh itu investasi akhirat 😄


🎯 PENUTUP INTI CERAMAH

QS Ash-Shaffāt 81–100 mengajarkan:

  1. Iman → keselamatan
  2. Tauhid → keberanian
  3. Ikhlas → pertolongan Allah
  4. Doa → perubahan masa depan

📚 RUJUKAN UTAMA

  1. Tafsir Ibn Katsir
  2. Tafsir Ath-Thabari
  3. Tafsir Al-Qurṭubi
  4. Mafātih al-Ghaib – Ar-Razi
  5. Tafsir As-Sa‘di
  6. Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi


Tidak ada komentar