Hati yang Tenang, Amanah yang Berat, dan Akhir yang Menentukan

“Hati yang Tenang, Amanah yang Berat, dan Akhir yang Menentukan”


PEMBUKAAN 

الحمد لله رب العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره…
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Hadirin yang dirahmati Allah…

Surah Ar-Ra‘d…
adalah surah tentang suara guntur
tetapi juga tentang suara hati.

Tentang langit yang berdiri tanpa tiang…
dan tentang manusia
yang hidup tanpa sandaran iman.

Tentang Allah yang Mahakuasa…
dan manusia yang sering merasa paling tahu.

Dan lebih dari itu…
tentang keluarga,
tentang anak dan orang tua,
tentang amanah yang suatu hari akan dihisab.


BAGIAN 1 — KEBENARAN ITU ADA, TAPI TAK SEMUA MAU TUNDUK (Ayat 1)

(10 menit)

“Kitab yang diturunkan kepadamu itu benar, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.”

Masalah manusia bukan kurang dalil…
bukan kurang bukti…

Masalah manusia adalah enggan tunduk.

Begitu pula dalam keluarga…

Banyak orang tua tahu:

  • anak butuh kasih sayang
  • anak butuh teladan
  • anak butuh doa

Tapi yang diberikan justru:

  • bentakan
  • perbandingan
  • tuntutan tanpa pelukan

Lalu kita berkata:
“Kenapa anak sekarang jauh dari agama?”


KISAH NYATA 1 

Seorang ibu datang…
matanya sembab.

“Ustadz… anak saya susah bicara dengan saya.”

Saya bertanya:
“Ibu terakhir kali mendengar ceritanya… tanpa memotong?”

Ia terdiam… lalu menangis.

Hadirin…

Anak tidak menjauh karena benci.
Ia menjauh karena lelah tidak didengar.


BAGIAN 2 — LANGIT TANPA TIANG, RUMAH TANPA IMAN (Ayat 2–4)

(10 menit)

Allah meninggikan langit tanpa tiang
tetapi Dia jadikan iman sebagai penopangnya.

Rumah-rumah kita berdiri…
temboknya kuat…
atapnya kokoh…

Namun banyak rumah roboh dari dalam.

Kenapa?

Karena iman tidak lagi menjadi tiang utama.


BAGIAN 3 — SATU AIR, HASIL BERBEDA (Ayat 4)

(10 menit)

Air hujan sama…
tanah berbeda…
hasil berbeda…

Anak-anak kita:

  • makan dari dapur yang sama
  • tinggal di rumah yang sama

Tapi akhlaknya berbeda.

Kenapa?

Karena yang mereka lihat setiap hari berbeda.


KISAH NYATA 2

Seorang ayah berkata: “Saya ingin anak saya lembut…”

Tapi setiap hari anak melihat ayahnya:

  • marah kepada ibu
  • menghina orang lain
  • meremehkan ibadah

Hadirin…

Anak belajar bukan dari ceramah,
tapi dari perilaku yang berulang.


BAGIAN 4 — ALLAH TAHU ISI RAHIM & ISI DADA (Ayat 8–11)

(10 menit)

Allah tahu apa yang di dalam rahim…
dan Allah tahu apa yang tersembunyi di hati.

Allah tahu:

  • niat orang tua
  • luka anak
  • doa yang terucap
  • doa yang tak pernah dipanjatkan

Dan Allah berfirman:

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.”

Anak tidak berubah…
jika orang tua enggan berubah.


BAGIAN 5 — GURUH BERTASBIH, MANUSIA MENANTANG (Ayat 12–13)

(8 menit)

Guruh bertasbih…
petir tunduk…

Alam takut kepada Allah…
manusia sering menantang Allah.

Kita takut kehilangan dunia…
tapi jarang takut kehilangan ridha-Nya.


BAGIAN 6 — DOA SELAIN ALLAH ADALAH SIA-SIA (Ayat 14–16)

(7 menit)

Berharap kepada selain Allah…
seperti orang menjulurkan tangan ke air…
tapi air tak pernah sampai.

Termasuk berharap:

  • anak baik tanpa doa
  • keluarga tenang tanpa dzikir

BAGIAN 7 — KEBENARAN ITU TENANG, KEBATILAN ITU RIUH (Ayat 17)

(7 menit)

Kebatilan seperti buih…
ramai…
mengambang…

Tapi hilang.

Kebenaran seperti air…
tenang…
masuk ke tanah…
menghidupkan.

Didikan iman tidak instan,
tapi menetap sampai mati.


BAGIAN 8 — ORANG BERAKAL & AMANAH KELUARGA (Ayat 18–25)

(10 menit)

Orang berakal:

  • menyambung yang Allah perintahkan
  • sabar demi Allah
  • menolak kejahatan dengan kebaikan

Dan balasannya?

Surga… bersama keluarga.

Hadirin…

Kesuksesan orang tua
bukan anak bergelar tinggi…

Tapi berkumpul kembali di surga.


KISAH NYATA 3

Seorang ayah wafat…
meninggalkan harta sedikit…

Tapi anak-anaknya saling mendoakan…
saling menjaga shalat…

Itulah warisan terbaik.


BAGIAN 9 — KETENANGAN HATI (Ayat 28)

(5 menit)

“Ingatlah… hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

Bukan dengan:

  • harta
  • jabatan
  • anak sukses

Tapi dengan dzikir.


BAGIAN 10 — TUGAS KITA, HISAB MILIK ALLAH (Ayat 40)

“Tugasmu hanya menyampaikan, dan Kamilah yang menghisab.”

Orang tua bukan penentu hidayah,
tapi akan ditanya tentang amanah.


PENUTUP 

Hadirin…

Jika suatu hari kita dipanggil Allah…

Apa yang tersisa?

  • amarah kita?
  • atau doa kita?

DOA 

اللهم… يا الله…

Jika selama ini kami lalai menjaga amanah keluarga…
ampuni kami…

Jika lisan kami lebih sering melukai
daripada mendoakan anak kami…
ampuni kami…

Ya Allah…
tenangkan hati kami dengan dzikir-Mu…
sebagaimana Engkau janjikan dalam Surah Ar-Ra‘d…

Satukan keluarga kami
dalam iman…
di dunia…
dan di surga…

Ya Allah…
jangan Engkau wafatkan kami
kecuali dalam husnul khatimah…

Dengan kalimat
لا إله إلا الله
di lisan kami…

Dan cahaya iman
di hati anak-anak kami…

آمين… آمين… يا رب العالمين…



Tidak ada komentar