JANGAN TERTIPU DUNIA, JANGAN BERTEMAN SETAN

“JANGAN TERTIPU DUNIA, JANGAN BERTEMAN SETAN”

Tadabbur QS Fāthir Ayat 1–20


🟢 PEMBUKAAN 

الحمد لله…
الحمد لله الذي خلقنا من عدم،
وأوجدنا من لا شيء،
وأكرمنا بالإيمان،
ولم يجعلنا من الغافلين…

Segala puji hanya milik Allah…

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
izinkan saya tidak banyak berteriak,
tidak banyak menggurui…
tapi mengajak kita semua pulang… ke hati kita sendiri.

Pernahkah kita bertanya diam-diam:

“Kenapa hidup terasa capek,
dan shalat terasa berat?”

“Kenapa dosa ringan dilakukan,
tapi kebaikan terasa mahal?”

Kalau iya…
berarti kita sedang dibicarakan oleh Surah Fāthir.


🟢 BAGIAN 1

ALLAH MAHA MENCIPTA, KITA HANYA MAHA LUPA

(QS Fāthir: 1)

Baca ayat dengan tartil, suara penuh wibawa

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ …

Hadirin…
Allah membuka surat ini dengan pujian kepada diri-Nya sendiri.
Kenapa?

Karena manusia sering lupa memuji Allah… tapi cepat mengeluh.

Allah ciptakan langit tanpa tiang…
bumi tanpa penyangga…
malaikat dengan sayap…
sementara kita?

➡️ Bangun tidur lupa bersyukur
➡️ Punya badan sehat lupa sujud
➡️ Punya napas lupa istighfar

Padahal…
kalau malam ini Allah cabut satu napas saja…
tidak ada satu pun dokter yang bisa menahannya.


🟢 BAGIAN 2

RAHMAT ALLAH TAK PERNAH SALAH ALAMAT

(QS Fāthir: 2)

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا

Saudaraku…
Rezeki bukan soal pintar,
rahmat bukan soal kuat.

Kalau Allah buka…
yang miskin bisa tersenyum,
yang sempit bisa lapang.

Kalau Allah tutup…
yang kaya pun gelisah,
yang kuat pun tumbang.

Maka jangan iri pada rezeki orang…
karena kita tidak tahu harga ketaatan yang ia bayar di sepertiga malam.


🟢 BAGIAN 3

SETAN ITU MUSUH — TAPI KITA SERING JADI TEMANNYA

(QS Fāthir: 5–6)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Setan tidak pernah memaksa.
Ia hanya membisikkan:

“Nanti saja…”
“Masih muda…”
“Allah Maha Pengampun…”

Benar! Allah Maha Pengampun…
TAPI…
Allah juga Maha Adil.

Berapa banyak orang yang niat taubat…
tapi mati di tengah rencana?


🟢 BAGIAN 4

DOSA YANG DIHIAS TERASA INDAH

(QS Fāthir: 8)

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا

Inilah bahaya terbesar…
bukan dosa besar
tapi dosa yang dianggap biasa.

  • Riba disebut “strategi”
  • Zina disebut “cinta”
  • Ghibah disebut “curhat”
  • Lalai shalat disebut “capek”

Padahal…
kalau dosa sudah terasa manis…
itu tanda hati mulai mati.


🟢 BAGIAN 5

SEMUA AKAN KEMBALI — SENDIRI-SENDIRI

(QS Fāthir: 18)

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

Ayah tidak bisa wakili shalat anaknya…
Istri tidak bisa tanggung dosa suaminya…
Ustaz tidak bisa ganti taubat jamaahnya…

Di kubur nanti…
kita sendirian…
gelap…
sempit…
dan hanya amal yang menemani.


🟢 BAGIAN 6

BUTAKAH HATI KITA, ATAU MASIH ADA CAHAYA?

(QS Fāthir: 19–20)

وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ

Saudaraku…
yang buta bukan mata…
tapi hati yang tak lagi takut dosa.

Kalau malam ini masih ada getar di dada…
itu tanda Allah belum menutup pintu kita.


🤲 DOA 

اللهم…
يا الله…

Jika malam ini
banyak dosa kami teringat…
itu bukan karena kami suci…
tapi karena Engkau masih peduli

Ya Allah…
kami terlalu sering menunda taubat…
sementara kematian tidak pernah menunda datang…

Ya Allah…
jika air mata ini palsu…
maka sucikanlah…
jika hati ini keras…
maka lunakkanlah…

Ya Allah…
jangan jadikan dunia cita-cita terbesar kami…
jangan jadikan setan teman dekat kami…

Ampuni dosa kami…
dosa yang kami ingat…
dosa yang kami lupa…
dosa yang terang-terangan…
dan dosa yang tersembunyi…

Ya Allah…
jika malam ini adalah malam terakhir kami…
maka wafatkan kami dalam iman…
jika ini bukan malam terakhir…
maka jadikan kami hamba yang lebih taat setelah ini…

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا…

آمين…
آمين…
آمين يا رب العالمين…



Tidak ada komentar