HIDUP ATAU MATI HATIMU ?
“HIDUP ATAU MATI HATIMU?”
Tadabbur QS Fāthir Ayat 21–45
🟢 PEMBUKAAN
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Ada orang matanya melek, tapi hatinya tidur.
Ada yang jasadnya hidup, tapi imannya koma.
Kalau HP lowbat kita panik,
tapi kalau iman lowbat… kita bilang: “Nanti saja.”
Malam ini Allah ingin membangunkan hati kita lewat lanjutan Surah Fāthir ayat 21–45.
🟢 BAGIAN 1
SURGA DAN NERAKA TAK PERNAH SAMA
(QS Fāthir: 21)
📖 Ayat
Arabic:
وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ
Terjemah:
“Dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas.”
🧠 Tafsir Ulama
- Tafsir Jalalain:
Yang dimaksud teduh adalah surga, dan panas adalah neraka.
📌 Pelajaran:
Tidak semua akhir itu sama.
Jangan bilang: “Yang penting baik.”
➡️ Baik menurut siapa?
AC masjid mati saja kita pindah saf,
masa neraka dianggap sepele?
🟢 BAGIAN 2
HIDUP DAN MATI ITU SOAL HATI
(QS Fāthir: 22)
📖 Ayat
Arabic:
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ
Terjemah:
“Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati.”
🧠 Tafsir
- Ibnu Katsir:
Yang hidup adalah mukmin, yang mati adalah kafir — meski berjalan di bumi.
📖 Hadis Pendukung Arabic:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Terjemah:
“Perumpamaan orang yang berdzikir dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.”
📚 (HR. Bukhari)
Kalau dzikir jarang,
hati bukan cuma offline,
tapi mode pesawat.
🟢 BAGIAN 3
TUGAS NABI & DA’I: MENYAMPAIKAN, BUKAN MEMAKSA
(QS Fāthir: 23–24)
📖 Ayat
Arabic:
إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا
Terjemah:
“Kamu hanyalah pemberi peringatan. Sungguh Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan.”
📌 Pelajaran:
- Hidayah bukan paksaan
- Dakwah bukan adu emosi
Ustaz itu tugasnya menyampaikan,
bukan menyetrum jamaah
🟢 BAGIAN 4
SEJARAH BERULANG: MENDUSTAKAN, LALU BINASA
(QS Fāthir: 25–26)
📖 Ayat
Arabic:
فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ
Terjemah:
“Maka bagaimana akibat kemurkaan-Ku?”
📚 Al-Qurthubi:
Azab Allah selalu datang setelah hujjah ditegakkan.
Masalahnya sekarang…
peringatan datang tiap hari,
tapi kita bilang: “Scroll dulu.”
🟢 BAGIAN 5
ALAM SEMESTA: BUKTI TAUHID PALING JUJUR
(QS Fāthir: 27–28)
📖 Ayat
Arabic:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Terjemah:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah para ulama.”
🧠 Tafsir
- Imam Nawawi:
Ilmu sejati melahirkan takut kepada Allah.
Ilmu tanpa takut Allah
itu bukan ulama,
tapi Wikipedia berjalan.
🟢 BAGIAN 6
PERNIAGAAN YANG TIDAK AKAN BANGKRUT
(QS Fāthir: 29–30)
📖 Ayat
Arabic:
يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Terjemah:
“Mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
📖 Hadis Arabic:
مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ
Terjemah:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
📚 (HR. Muslim)
Sedekah itu bukan diskon,
tapi investasi akhirat.
🟢 BAGIAN 7
TIGA GOLONGAN UMAT MUHAMMAD
(QS Fāthir: 32)
📖 Ayat
Arabic:
فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ … وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ
Terjemah:
“Di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, pertengahan, dan yang berlomba dalam kebaikan.”
📌 Refleksi: Kita ini golongan yang mana?
Jangan-jangan…
masuk Islam golongan KTP,
amalnya golongan nunggu mood.
🟢 BAGIAN 8
SURGA: HILANG SEMUA LELAH & AIR MATA
(QS Fāthir: 33–35)
📖 Ayat
Arabic:
لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Terjemah:
“Di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula letih.”
Capek di dunia itu sementara,
bahagia di surga selamanya.
🟢 BAGIAN 9
NERAKA: TERIAKAN YANG TERLAMBAT
(QS Fāthir: 36–37)
📖 Ayat
Arabic:
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا
Terjemah:
“Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami beramal saleh.”
📌 Pesan Keras:
Taubat di dunia diterima,
taubat di neraka ditolak.
Dulu disuruh shalat bilang “nanti”,
di neraka bilang “sekarang”…
tapi sudah terlambat.
🟢 BAGIAN 10
SUNATULLAH TAK PERNAH BERUBAH
(QS Fāthir: 43)
📖 Ayat
Arabic:
فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
Terjemah:
“Kamu tidak akan mendapati perubahan pada sunatullah.”
📌 Pelajaran:
- Sombong → hancur
- Maksiat → rugi
- Taubat → selamat
🟢 PENUTUP
(QS Fāthir: 45)
📖 Ayat
Arabic:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا
Terjemah:
“Seandainya Allah menghukum manusia karena perbuatannya, niscaya tidak ada makhluk yang tersisa.”
Kita masih hidup…
bukan karena kita baik,
tapi karena Allah sabar.
📚 KITAB RUJUKAN
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Tafsir Jalalain
- Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
- Shahih Bukhari & Muslim
Post a Comment