KEADILAN YANG MENANGIS & KEKUASAAN YANG SUJUD
“KEADILAN YANG MENANGIS & KEKUASAAN YANG SUJUD”
(Tadabbur Kisah Nabi Daud & Nabi Sulaiman – QS Ṣād)
🔶 PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang mengetahui isi hati sebelum lisan berbicara,
Allah yang menilai air mata sebelum amal terlihat.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarganya, sahabatnya,
dan kepada kita semua…
yang malam ini duduk bukan karena paling suci,
tapi karena masih berharap diampuni.
Jamaah rahimakumullah…
Malam ini bukan ceramah tentang orang lain.
Ini kisah para nabi… agar kita bercermin.
Karena…
kalau nabi saja diuji, apalagi kita.
🔶 BAGIAN I
NABI DAUD: KEADILAN YANG TERGELINCIR & TOBAT YANG MENYELAMATKAN
Allah berfirman:
هَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ
“Sudahkah sampai kepadamu berita dua orang yang bersengketa
ketika mereka memanjat mihrab?”
Jamaah…
Mihrab itu tempat ibadah,
tapi Allah masukkan ujian di tempat paling suci.
👉 Karena godaan tidak selalu datang di tempat maksiat,
kadang datang saat kita merasa paling benar.
🔹 Dua pihak datang…
Satu punya 99, satu hanya 1.
Dan Nabi Daud — seorang nabi, seorang hakim, seorang raja —
langsung berkata:
“Dia telah zalim kepadamu.”
Benar…
Secara logika benar…
Tapi Allah ingin mengajarkan sesuatu yang lebih dalam.
⚠️ Nabi Daud memutuskan sebelum mendengar semua pihak.
Dan saat itu…
Allah membuka mata hatinya.
Allah berfirman:
فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ
“Maka Daud memohon ampun…
lalu ia tersungkur…
dan kembali kepada Allah.”
Jamaah…
Perhatikan ini baik-baik…
❌ Bukan marah
❌ Bukan membela diri
❌ Bukan mencari dalih
✔️ Langsung sujud.
Kita ini bagaimana…?
Kalau ditegur:
- “Saya kan niatnya baik…”
- “Semua juga begitu…”
- “Yang lain lebih parah…”
Nabi sujud.
Kita debat.
Padahal…
yang menyelamatkan bukan banyak alasan, tapi cepat kembali.
🔶 BAGIAN II
PESAN ALLAH UNTUK PEMEGANG AMANAH
Allah berfirman:
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ
“Wahai Daud, Kami jadikan engkau khalifah di bumi…”
Jamaah…
Ayat ini bukan hanya untuk Daud.
Ini untuk:
- pemimpin
- guru
- orang tua
- suami
- bahkan yang memimpin dirinya sendiri
⚠️ Khalifah itu amanah, bukan kehormatan.
Dan Allah lanjutkan:
“Jangan ikuti hawa nafsu,
karena ia akan menyesatkan dari jalan Allah.”
Banyak orang tidak jatuh karena tidak tahu…
Tapi karena tahu lalu memilih nafsu.
🔶 BAGIAN III
NABI SULAIMAN: KEKUASAAN YANG TIDAK MEMILIKI HATI
Allah berfirman:
نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“Sebaik-baik hamba, sungguh ia selalu kembali.”
Jamaah…
Sulaiman itu:
- raja
- kaya
- tentara manusia, jin, angin
Tapi Allah tidak memuji kerajaannya,
Allah memuji hatinya.
⚠️ Ujian Kuda
Sulaiman diuji…
oleh sesuatu yang halal, indah, dan bermanfaat.
Tapi saat melalaikan dari shalat,
ia menangis.
Bukan karena kehilangan kuda…
Tapi karena kehilangan waktu bersama Allah.
Dan ia berkata:
“Aku telah lalai dari mengingat Rabbku…”
Jamaah…
Kapan terakhir kita menangis karena shalat terlambat?
Atau justru berkata:
“Ya Allah, maklum… sibuk.”
🔶 BAGIAN IV
DOA NABI SULAIMAN: DOA PEMIMPIN YANG TAKUT
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا
“Ya Rabb, ampunilah aku…”
Perhatikan urutannya:
1️⃣ Ampunan
2️⃣ Baru permintaan dunia
Bukan sebaliknya.
Banyak orang:
- minta rezeki dulu
- jabatan dulu
- kelapangan dulu
Padahal para nabi:
“Ya Allah… ampuni dulu.”
🔶 PENUTUP
Nabi Daud jatuh… tapi cepat sujud.
Nabi Sulaiman kaya… tapi tidak dimiliki dunia.
Maka keselamatan kita bukan pada:
- seberapa tinggi jabatan
- seberapa banyak harta
Tapi…
Seberapa cepat kita kembali saat sadar salah.
Mari tutup majelis ini dengan doa…
Doa para nabi…
Doa orang yang ingin pulang…
🤲 DOA
Allahumma yā Allah…
Tuhan yang menerima sujud Nabi Daud…
Tuhan yang mengampuni tangis para hamba…
Ya Allah…
Kami datang dengan dosa yang kami sembunyikan…
dan dengan kesalahan yang kami sendiri lelah mengulanginya…
Ya Allah…
Ajari kami sujud sebelum Engkau paksa kami jatuh…
Ajari kami menangis sebelum Engkau datangkan penyesalan…
Ya Allah…
Seperti Engkau ampuni Nabi Daud,
ampuni kami…
meski kami bukan nabi…
tapi kami hamba yang berharap…
Ya Allah…
Seperti Engkau karuniakan Nabi Sulaiman kekuasaan tanpa kesombongan,
karuniakan kami hati yang tidak dimiliki dunia…
Jika Engkau beri kami rezeki,
jangan Engkau ambil iman kami…
Jika Engkau beri kami jabatan,
jangan Engkau cabut takut kami kepada-Mu…
Ya Allah…
Kembalikan kami kepada-Mu
sebelum kami dikembalikan kepada tanah…
Terimalah taubat kami…
Ampuni dosa orang tua kami…
Lapangkan kubur mereka…
dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha…
Rabbana taqabbal minna…
Innaka antas-Samī‘ul ‘Alīm…
Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment