Keadilan, Tobat, dan Kekuasaan yang Diuji
“Keadilan, Tobat, dan Kekuasaan yang Diuji”
I. PEMBUKA EMOSIONAL (±10 menit)
Mukadimah:
Jamaah rahimakumullah…
Pernahkah kita merasa benar, lalu ternyata Allah sedang menguji hati kita?
Pernahkah kita merasa kuat, lalu Allah ingin melihat apakah kita adil?
Surah Ṣād ini bukan sekadar kisah Nabi Daud dan Sulaiman.
Ini cermin besar untuk pemimpin, ulama, ayah, ibu, guru, dan siapa pun yang punya kuasa—bahkan kuasa sekecil mengambil keputusan di rumah.
☝️ Catatan penting:
Allah tidak menceritakan kisah para nabi untuk menjatuhkan mereka, tapi untuk mengangkat umat ini agar belajar dari mereka.
II. KISAH NABI DAUD: KEADILAN & TOBAT (Ayat 21–26)
📖 Ayat 21–22
Arab:
هَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ
Terjemah:
“Sudahkah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar mihrab?”
📌 Komentar Ulama:
- Ibnu Katsir: Ini istifham tasywiq — pertanyaan untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
- Al-Qurthubi: Allah sedang menyiapkan pelajaran besar tentang keadilan hakim.
🎙️ Humor ringan:
“Malaikat saja masuk mihrab Nabi Daud dengan manjat tembok…
kalau sekarang, jamaah manjat pagar masjid, itu bukan malaikat—itu maling sandal.”
📖 Ayat 23–24
Arab (potongan):
إِنَّ هَذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ
Terjemah:
“Saudaraku ini memiliki 99 kambing, sedang aku hanya satu…”
📌 Makna Tafsir:
- Menurut Ath-Thabari & Ibnu Katsir, ini perumpamaan tentang ketimpangan dan kerakusan.
- Nabi Daud langsung memutuskan tanpa mendengar pihak kedua.
⚠️ Pelajaran keras:
Keadilan yang tergesa-gesa bisa berubah jadi kezaliman.
🎙️ Humor reflektif:
“Kadang kita juga begitu…
baru dengar satu versi, langsung update status WA:
‘Sudah jelas siapa yang salah.’
Padahal baru dengar versi ‘kambing satu’.”
📖 Ayat 24 (akhir)
Arab:
فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ
Terjemah:
“Maka Daud memohon ampun kepada Rabbnya, lalu tersungkur bersujud dan bertobat.”
📌 Komentar Ulama:
- Al-Hasan Al-Bashri:
“Inilah kemuliaan nabi: cepat sadar, cepat tobat.”
- Ibnu Taimiyah:
Kesalahan bukan aib, yang aib adalah enggan kembali.
😭 Nada mimbar diturunkan di sini. Diam sejenak.
III. PERINGATAN ALLAH UNTUK PEMIMPIN (Ayat 26–29)
📖 Ayat 26
Arab:
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ
Terjemah:
“Wahai Daud, Kami jadikan engkau khalifah di bumi…”
📌 Pesan utama:
- Kekuasaan = amanah
- Hukum harus berdasar kebenaran, bukan hawa nafsu
📖 Hadis Pendukung:
القضاة ثلاثة…
“Hakim ada tiga: satu di surga, dua di neraka…”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
🎙️ Humor pahit:
“Kalau keputusan selalu untung diri sendiri…
itu bukan khalifah, itu khalifas—khalifah rasa nafsu.”
📖 Ayat 29
Arab:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
Terjemah:
“Kitab yang Kami turunkan penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya…”
📌 Imam Asy-Syafi’i berkata:
“Al-Qur’an tidak turun untuk diperlombakan suaranya, tapi dihidupkan maknanya.”
IV. NABI SULAIMAN: KAYA, KUAT, TAPI TAAT (Ayat 30–40)
📖 Ayat 30
Arab:
نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Terjemah:
“Sebaik-baik hamba, sungguh ia banyak kembali kepada Allah.”
📌 Catatan:
Bukan karena kerajaannya, tapi karena hatinya selalu pulang ke Allah.
📖 Ayat 31–33 (Kuda & Shalat)
⚠️ Pesan penting:
Sesuatu yang halal kalau melalaikan dari Allah, bisa jadi bencana.
🎙️ Humor kena sasaran:
“Bukan cuma kuda…
sekarang HP juga bikin orang lupa shalat.
Bedanya, Nabi Sulaiman potong kudanya—
kita cuma bilang: ‘nanti dulu, lagi scroll.’”
📖 Ayat 35
Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا
Terjemah:
“Ya Rabb, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan…”
📌 Makna Ulama:
- Doa didahului istighfar, baru minta dunia.
- Adab tertinggi dalam berdoa.
📖 Hadis:
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, Allah lapangkan urusannya.”
(HR. Ahmad)
V. PENUTUP EMOSIONAL
Kesimpulan 3 Kalimat Kuat:
- Keadilan tanpa Allah = kezaliman.
- Kekuasaan tanpa tobat = kehancuran.
- Kemuliaan bukan pada jabatan, tapi cepat kembali kepada Allah.
Penutup dengan ayat:
“Dan sungguh mereka memiliki kedudukan dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (QS Ṣād: 40)
Post a Comment