Kemuliaan Manusia, Tipu Daya Iblis, dan Jalan Keselamatan

“Kemuliaan Manusia, Tipu Daya Iblis, dan Jalan Keselamatan”


I. AWAL PERMUSUHAN: SUJUD YANG DITOLAK IBLIS (Ayat 61–62)

📖 Al-Isrā’ : 61

النَّصُّ العَرَبِيّ

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

Terjemah

“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kalian kepada Adam.’ Maka mereka sujud kecuali Iblis. Ia berkata: ‘Apakah aku akan sujud kepada makhluk yang Engkau ciptakan dari tanah?’”

🧠 Komentar Ulama

  • Tafsir Jalalain: sujud ini adalah sujud penghormatan, bukan ibadah.
  • Ibnu Katsir:

    Kesombongan iblis bukan karena kurang ibadah, tetapi karena merasa lebih mulia.

  • Al-Qurthubi:

    Kesombongan pertama dalam sejarah adalah menolak perintah Allah dengan logika.

📌 Pelajaran Dakwah
Iblis tidak menolak Allah — ia menolak perintah Allah.
Inilah ciri kesesatan paling berbahaya.


II. SUMPAH IBLIS: MENYESATKAN MANUSIA (Ayat 62–65)

📖 Al-Isrā’ : 62–63

النَّصُّ العَرَبِيّ

لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا

Terjemah

“Jika Engkau beri aku penangguhan sampai hari kiamat, niscaya akan aku sesatkan keturunannya kecuali sebagian kecil.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Ar-Razi:

    Iblis mengenal kelemahan manusia: syahwat, harta, dan janji palsu.

  • Ibnu ‘Athaillah:

    Setan tidak menguasai orang beriman, tapi ia menggoda yang lalai.

📖 Al-Isrā’ : 64

النَّصُّ العَرَبِيّ

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ...

Terjemah

“Dan godalah siapa saja yang kamu sanggupi dengan suaramu…”

📜 Hadis Pendukung

النَّصُّ العَرَبِيّ

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
(HR. Bukhari & Muslim)

Terjemah

“Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia seperti aliran darah.”

📌 Makna Dakwah

  • “Suara setan” mencakup:
    • Musik maksiat
    • Ajakan zina
    • Normalisasi dosa
    • Janji palsu dunia

III. JAMINAN ALLAH: SETAN TAK BERKUASA ATAS ORANG BERIMAN (Ayat 65)

📖 Al-Isrā’ : 65

النَّصُّ العَرَبِيّ

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ

Terjemah

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak memiliki kekuasaan atas mereka.”

🧠 Penjelasan Ulama

  • Ibnu Katsir:

    Setan hanya berkuasa atas yang menyerahkan dirinya sendiri.

📌 Penguatan Jamaah Setan menggoda, bukan memaksa.


IV. MANUSIA: INGAT ALLAH SAAT TERDESAK, LUPA SAAT SELAMAT (Ayat 66–69)

📖 Al-Isrā’ : 67

النَّصُّ العَرَبِيّ

فَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ

Terjemah

“Ketika kalian ditimpa bahaya di lautan, hilanglah semua sesembahan kecuali Allah.”

🧠 Komentar Ulama

  • Al-Ghazali:

    Ikhlas paling jujur adalah ikhlas saat terdesak.

📌 Cermin Hati Saat susah → doa
Saat lapang → lupa


V. KEMULIAAN MANUSIA DI ATAS MAKHLUK LAIN (Ayat 70)

📖 Al-Isrā’ : 70

النَّصُّ العَرَبِيّ

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

Terjemah

“Sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam.”

🧠 Penjelasan Ulama

  • Tafsir Jalalain: kemuliaan berupa:
    • Akal
    • Ilmu
    • Bentuk terbaik
  • Al-Qurthubi:

    Kemuliaan manusia terletak pada amanah, bukan hawa nafsu.

📌 Pesan Moral Manusia mulia jika taat, hina jika tunduk pada setan.


VI. HARI DIPANGGIL BERSAMA PEMIMPIN (Ayat 71–72)

📖 Al-Isrā’ : 71

النَّصُّ العَرَبِيّ

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ

Terjemah

“Pada hari Kami memanggil setiap manusia dengan pemimpinnya.”

🧠 Makna Ulama

  • Dipanggil bersama:
    • Nabi
    • Pemimpin
    • Ideologi
    • Panutan hidup

📌 Pertanyaan Reflektif Kelak kita dipanggil bersama siapa?


VII. UJIAN TERHADAP NABI & KETEGUHAN WAHYU (Ayat 73–77)

📖 Al-Isrā’ : 73–75

Makna Inti

  • Bahkan Nabi ﷺ diuji
  • Jika condong pada kebatilan → azab berat
  • Menunjukkan kemaksuman dijaga Allah

🧠 Ibnu Katsir

Ini bukan celaan, tetapi penguatan kedudukan Nabi.

📌 Pelajaran Dai Jika Nabi saja diingatkan, apalagi kita.


VIII. SALAT, TAHAJUD, DAN MAQAM MAHMUDAH (Ayat 78–79)

📖 Al-Isrā’ : 78

النَّصُّ العَرَبِيّ

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ...

Terjemah

“Dirikanlah salat dari tergelincir matahari hingga gelap malam…”

📖 Al-Isrā’ : 79

النَّصُّ العَرَبِيّ

عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Terjemah

“Mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

🧠 Penjelasan Ulama

  • Maqam Mahmud = syafaat agung Nabi ﷺ
  • Tahajud = jalan kedekatan

IX. DOA PERJUANGAN & HIJRAH (Ayat 80)

📖 Al-Isrā’ : 80

النَّصُّ العَرَبِيّ

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ...

Terjemah

“Ya Rabbku, masukkan aku dengan cara yang benar dan keluarkan aku dengan cara yang benar…”

🧠 Makna

  • Doa hijrah
  • Doa perubahan hidup
  • Doa dakwah

PENUTUP MATERI

📌 Manusia mulia
📌 Setan licik
📌 Dunia ujian
📌 Akhirat tujuan

Keselamatan hanya dengan:

  • Tauhid
  • Ketaatan
  • Salat
  • Kejujuran hati


Tidak ada komentar