Kesombongan Dunia, Tipu Daya Iblis, dan Jalan Kembali kepada Allah

Kesombongan Dunia, Tipu Daya Iblis, dan Jalan Kembali kepada Allah


I. Dunia yang Runtuh Karena Kesombongan (Ayat 41–44)

Dalil Al-Qur’an

أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا
“Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak akan dapat menemukannya lagi.”
(QS. Al-Kahfi: 41)

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنفَقَ فِيهَا
“Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua tangannya karena menyesal…”
(QS. Al-Kahfi: 42)

Makna & Pesan

  • Kekayaan tidak runtuh karena kurang usaha, tapi karena hilangnya tauhid.
  • Penyesalan selalu datang setelah kesombongan dihancurkan Allah.

Ulasan Ulama

  • Imam Al-Qurthubi: “Ayat ini peringatan bahwa nikmat yang tidak disandarkan kepada Allah akan dicabut tanpa sebab yang kasat mata.”
  • Ibn Katsir: Penyesalan orang ini adalah penyesalan tauhid, bukan sekadar kerugian materi.

Penguat Hadis

قال رسول الله ﷺ:
«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي…»
“Allah berfirman: Kesombongan adalah selendang-Ku…”
(HR. Muslim)

➡️ Pesan mimbar: Kesombongan sekecil apa pun adalah deklarasi perang terhadap Allah.


II. Hakikat Penolong yang Sebenarnya (Ayat 43–44)

هُنَالِكَ الْوَلَايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ
“Di sanalah pertolongan itu hanya milik Allah Yang Maha Benar.”
(QS. Al-Kahfi: 44)

Refleksi

  • Saat harta lenyap, relasi runtuh, jabatan hilang — siapa yang tersisa?
  • Dunia mengajarkan sandaran palsu; akhirat membuka sandaran sejati.

Ulasan

  • Fakhruddin Ar-Razi: “Manusia baru memahami tauhid ketika seluruh sebab dunia terputus.”

III. Dunia Seperti Hujan yang Menghilang (Ayat 45–46)

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Dan berilah mereka perumpamaan tentang kehidupan dunia…”
(QS. Al-Kahfi: 45)

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…”
(QS. Al-Kahfi: 46)

Amalan Baqiyatus Shalihat

سُبْحَانَ اللّٰهِ – الْحَمْدُ لِلّٰهِ – لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ – اللّٰهُ أَكْبَرُ

Hadis Pendukung

«الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ»
“Dunia itu manis dan hijau (menipu).”
(HR. Muslim)

Ulasan

  • Imam Nawawi: Dunia disebut manis karena cepat memikat, disebut hijau karena cepat layu.

IV. Hari Ketika Semua Dibuka (Ayat 47–49)

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ
“Dan diletakkanlah kitab (catatan amal)…”
(QS. Al-Kahfi: 49)

Hadis

«يُؤْتَى بِالْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَرَّرُهُ بِذُنُوبِهِ»
“Seorang hamba didatangkan lalu dihadapkan seluruh dosanya…”
(HR. Bukhari & Muslim)

Renungan

  • Tidak ada dosa kecil di hadapan kitab amal.
  • Yang dianggap sepele di dunia bisa jadi penentu celaka di akhirat.

V. Awal Kejatuhan Iblis: Kesombongan (Ayat 50–51)

إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Kecuali Iblis, ia dari golongan jin, maka ia durhaka…”
(QS. Al-Kahfi: 50)

Akar Kesalahan

  • Iblis bukan jatuh karena maksiat fisik, tapi karena kesombongan batin.

Ulasan

  • Ibn Taimiyyah: “Dosa Iblis adalah dosa akal yang sombong, lebih berbahaya dari dosa syahwat.”

VI. Mengapa Manusia Tetap Membantah? (Ayat 54–57)

وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
“Manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
(QS. Al-Kahfi: 54)

Hadis

«أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ»
“Manusia yang paling dibenci Allah adalah yang keras membantah.”
(HR. Bukhari)

Catatan Ulama

  • Al-Ghazali: Perdebatan tanpa niat kebenaran adalah hijab hidayah.

VII. Rahmat Allah Masih Terbuka (Ayat 58)

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ
“Dan Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Kahfi: 58)

Hadis Harapan

«لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ…»
“Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya…”
(HR. Muslim)


VIII. Penutup Ayat: Jalan Ilmu & Kesungguhan (Ayat 60)

لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ
“Aku tidak akan berhenti sebelum sampai ke pertemuan dua lautan…”
(QS. Al-Kahfi: 60)

Makna

  • Keselamatan iman butuh perjalanan, bukan niat setengah-setengah.
  • Nabi Musa sendiri bersungguh-sungguh mencari ilmu.

KESIMPULAN MIMBAR

  1. Dunia runtuh karena kesombongan, bukan kekurangan.
  2. Iblis jatuh karena merasa lebih baik.
  3. Keselamatan ada pada tauhid, rendah hati, dan taubat.
  4. Allah menunda azab bukan karena lalai, tapi karena rahmat.


Tidak ada komentar