Kesucian Jiwa, Fitnah Kekuasaan, dan Dakwah di Balik Jeruji
“Kesucian Jiwa, Fitnah Kekuasaan, dan Dakwah di Balik Jeruji”
I. YUSUF DIMULIAKAN TANPA DIA MEMINTA
(Ayat 21–22)
Dalil Al-Qur’an
وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِن مِّصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ
“Orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya: ‘Berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik.’”
وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ
“Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri itu.”
Komentar Ulama
- Ibnu Katsir:
Ini adalah awal dari janji Allah bahwa siapa yang dijaga-Nya kehormatannya, akan dijaga pula masa depannya. - Al-Qurthubi:
Kemuliaan Yusuf bukan hasil strategi, tapi hasil penjagaan Allah sejak dalam sumur.
Dalil Hadis
قال رسول الله ﷺ:
«مَن تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ»
(HR. Muslim)
Terjemah:
“Barang siapa merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya.”
📌 Pesan ceramah:
👉 Yusuf tidak mengejar posisi, Allah yang mengantarkannya.
II. ILMU DAN HIKMAH DATANG BERSAMA AKHLAK
(Ayat 22)
Dalil Al-Qur’an
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا
“Ketika Yusuf dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu.”
Ulasan Ulama
- Fakhruddin Ar-Razi:
Ilmu yang diberkahi tidak datang sebelum jiwa matang. - Jalalain:
Hikmah diberikan sebelum kenabian sebagai persiapan.
📌 Pelajaran:
👉 Bukan semua yang cerdas itu berhikmah,
👉 tapi semua yang berhikmah pasti dijaga akhlaknya.
III. FITNAH SYAHWAT DI RUMAH KEKUASAAN
(Ayat 23–24)
Dalil Al-Qur’an
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِ
“Wanita yang di rumahnya Yusuf tinggal menggoda Yusuf.”
قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ
“Yusuf berkata: ‘Aku berlindung kepada Allah!’”
Komentar Ulama
- Ibnu Katsir:
Ini adalah fitnah paling berat: muda, tampan, berkuasa, dan sendirian. - An-Nawawi (maknawi):
Ucapan ‘Ma‘ādzallāh’ adalah benteng pertama seorang mukmin.
Dalil Hadis
قال رسول الله ﷺ:
«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ… وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ»
(HR. Bukhari & Muslim)
Terjemah:
“Di antara tujuh golongan yang dinaungi Allah: lelaki yang diajak berzina oleh wanita cantik dan berkedudukan, lalu ia berkata: ‘Aku takut kepada Allah.’”
📌 Pesan:
👉 Yusuf takut Allah lebih dari takut kehilangan jabatan.
IV. ALLAH MENYELAMATKAN HAMBA YANG IKHLAS
(Ayat 24)
Dalil Al-Qur’an
كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ
“Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian.”
Ulasan Ulama
- Ibnu Abbas:
Allah memperlihatkan tanda agar syahwat Yusuf padam. - Al-Ghazali:
Ikhlas mengundang pertolongan gaib.
📌 Pelajaran:
👉 Allah tidak hanya memerintah menjauhi maksiat,
👉 Dia juga menolong hamba-Nya untuk mampu menjauhinya.
V. KEJUJURAN KALAH OLEH POLITIK, TAPI MENANG DI SISI ALLAH
(Ayat 25–35)
Dalil Al-Qur’an
وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِن دُبُرٍ
“Mereka berlomba ke pintu, dan baju Yusuf koyak dari belakang.”
Komentar Ulama
- Qurthubi:
Bukti kebenaran sering jelas, tapi kekuasaan menutupinya.
📌 Hikmah:
👉 Yusuf dipenjara bukan karena salah,
👉 tapi karena terlalu benar.
VI. PENJARA: MADRASAH TAUHID
(Ayat 36–40)
Dalil Al-Qur’an
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
“Hai dua sahabat penjara, manakah yang lebih baik: tuhan-tuhan yang banyak atau Allah Yang Maha Esa?”
Komentar Ulama
- Ibnu Katsir:
Yusuf berdakwah bahkan saat terpenjara. - Ar-Razi:
Orang yang lurus menjadikan setiap tempat sebagai mimbar.
Dalil Hadis
قال رسول الله ﷺ:
«بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً»
(HR. Bukhari)
Terjemah:
“Sampaikan dariku walau satu ayat.”
📌 Pesan besar:
👉 Yusuf tidak berkata: “Aku korban.”
👉 Yusuf berkata: “Ini ladang dakwah.”
PENUTUP
Surah Yusuf ayat 21–40 mengajarkan:
- Kemuliaan tidak selalu cepat
- Kesucian lebih mahal dari jabatan
- Fitnah terbesar datang saat aman
- Penjara bisa jadi mimbar tauhid
- Allah selalu bersama orang ikhlas
Post a Comment