Keteguhan Tauhid, Keberanian Pemuda, Kepemimpinan, Keadilan dan Perlindungan Allah
“Keteguhan Tauhid, Keberanian Pemuda, Kepemimpinan, Keadilan dan Perlindungan Allah”
PENDAHULUAN TEMATIK
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Surah Al-Anbiyā’ ayat 61–80 menghadirkan empat figur besar:
- Nabi Ibrahim → teladan pemuda bertauhid dan berani melawan kesesatan
- Nabi Luth → teladan pemimpin yang menjaga moral umat
- Nabi Nuh → teladan kesabaran dan doa yang tulus
- Nabi Daud & Sulaiman → teladan kepemimpinan adil dan ijtihad yang diberkahi
Ini bukan sekadar kisah sejarah, tapi peta jalan hidup bagi:
- Pemuda
- Keluarga
- Pemimpin
I. IBRAHIM: PEMUDA YANG MEMBONGKAR KESYIRIKAN (Ayat 61–67)
Dalil Utama
أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْئًا وَلَا يَضُرُّكُمْ
“Maka mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberi manfaat sedikit pun dan tidak pula memberi mudarat?”
(QS. Al-Anbiyā’: 66)
Makna dan Hikmah
- Ibrahim menggugat logika kesyirikan, bukan dengan emosi, tapi dengan akal sehat
- Tauhid bukan sekadar keyakinan, tapi keberanian berdiri sendirian
Komentar Ulama
-
Imam Ibn Katsir:
“Ayat ini adalah hujjah akal yang paling kuat dalam membatalkan penyembahan selain Allah.”
-
Fakhruddin Ar-Razi:
“Tauhid yang benar akan selalu mengguncang tradisi batil.”
Dalil Pendukung (Sunnah)
قال النبي ﷺ: «أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر»
“Jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”
(HR. Abu Dawud)
Pesan untuk Pemuda
- Jangan bangga hanya karena “ini tradisi”
- Tauhid butuh akal, nyali, dan istiqamah
II. API YANG TAAT, MANUSIA YANG MEMBANGKANG (Ayat 68–70)
Dalil Utama
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
“Kami berfirman: Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiyā’: 69)
Ulasan Ulama
- Al-Qurthubi:
“Api lebih taat kepada Allah dibanding manusia yang bermaksiat.”
Pelajaran Besar
- Semua makhluk tunduk kepada perintah Allah
- Yang membakar bukan api, yang menyelamatkan bukan sebab, tapi Allah
Dalil Pendukung
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya.”
(QS. Ath-Thalaq: 3)
III. KELUARGA YANG DIBERKAHI KARENA TAAT (Ayat 71–73)
Dalil Utama
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا
“Kami jadikan mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami.”
(QS. Al-Anbiyā’: 73)
Makna Pendidikan Keluarga
- Anak saleh bukan kebetulan
- Kepemimpinan lahir dari ketaatan, salat, zakat, dan ibadah
Dalil Sunnah
قال رسول الله ﷺ: «كلكم راعٍ وكلكم مسؤول عن رعيته»
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari & Muslim)
IV. LUT: KEPEMIMPINAN MORAL DI TENGAH KERUSAKAN (Ayat 74–75)
Dalil
إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.”
(QS. Al-Anbiyā’: 74)
Ulasan Ulama
- Ibn Taimiyah:
“Kerusakan moral yang dibiarkan akan mengundang azab kolektif.”
Pesan untuk Pemimpin
- Diam terhadap kemungkaran = pengkhianatan amanah
- Keselamatan umat lebih penting daripada popularitas
V. NUH: DOA DAN KESABARAN YANG DIJAWAB LANGIT (Ayat 76–77)
Dalil
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ
“Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia.”
Dalil Sunnah
قال ﷺ: «ثلاث دعوات مستجابات… ودعوة المظلوم»
“Tiga doa yang pasti dikabulkan… di antaranya doa orang yang dizalimi.”
(HR. Tirmidzi)
VI. DAUD & SULAIMAN: KEADILAN DAN IJTIHAD (Ayat 78–80)
Dalil
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ
“Kami berikan pemahaman hukum itu kepada Sulaiman.”
Pelajaran Kepemimpinan
- Kebenaran bisa bertingkat
- Pemimpin besar tidak gengsi mengakui keputusan yang lebih tepat
Komentar Ulama
- Imam Asy-Syafi’i:
“Pendapatku benar tapi bisa salah, pendapat orang lain salah tapi bisa benar.”
PENUTUP
Jamaah sekalian…
- Pemuda → jadilah seperti Ibrahim
- Keluarga → bangun rumah tangga seperti Ibrahim
- Pemimpin → adil seperti Daud, bijak seperti Sulaiman
Post a Comment