TAUHID ATAU KEHANCURAN – HIDUP INI BUKAN MAINAN
“TAUHID ATAU KEHANCURAN – HIDUP INI BUKAN MAINAN”
(Tafsir Ruhani Surah Al-Anbiyā’ 21–40)
🔹 PEMBUKAAN
Alhamdulillāh…
Segala puji hanya milik Allah…
Tuhan yang tidak pernah lalai,
sementara hamba-Nya sering tertidur panjang…
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang datang membawa tauhid,
di tengah dunia yang gemar menyembah selain Allah…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
ayat-ayat yang akan kita dengar malam ini
bukan untuk menambah pengetahuan…
tetapi untuk menyelamatkan iman…
🔹 BAGIAN I – UNTUK PEMUDA
“YANG KAU SEMBAH MENENTUKAN KESELAMATANMU”
أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ
“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang mampu menghidupkan?
Wahai pemuda…
Tuhan palsu tidak selalu berbentuk patung..
Kadang ia bernama:
- Hawa nafsu
- Popularitas
- Uang
- Gadget
- Cinta yang melalaikan Allah
Apa pun yang:
- membuatmu meninggalkan shalat
- menormalisasi maksiat
- menunda taubat
itu sudah menjadi “tuhan” di hatimu
Allah berfirman:
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا
“Jika ada tuhan selain Allah, pasti langit dan bumi rusak.”
Hati yang menyembah banyak hal…
akan rusak, gelisah, dan tak pernah tenang
Pemuda…
kau mungkin kuat hari ini…
tapi mati tidak menunggu kau siap
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati…”
Jangan sampai…
yang kau banggakan hari ini…
menjadi saksi yang memberatkanmu di kubur…
🔹 BAGIAN II – UNTUK KELUARGA
“RUMAH TANPA TAUHID ADALAH RUMAH RAPUH”
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ
“Katakan: Tunjukkan bukti kalian!”
Ayah…
Ibu…
Di rumah kita…
- keputusan siapa yang paling didengar?
- uang atau Allah?
- kenyamanan atau kejujuran?
- gengsi atau kebenaran?
Jika Allah hanya disebut
saat sakit…
saat susah…
saat terdesak…
itu tanda tauhid mulai rapuh
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.”
Anak-anak tidak rusak tiba-tiba…
mereka rusak pelan-pelan,
saat orang tua diam melihat maksiat…
Iblis tidak perlu merusak rumah kita…
cukup mengeluarkan Allah dari pusat keputusan keluarga
Wahai orang tua…
jangan wariskan rumah megah…
tapi keluarga miskin iman
🔹 BAGIAN III – UNTUK PEMIMPIN
“KEKUASAAN TIDAK PERNAH KEKAL”
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
“Allah tidak ditanya, merekalah yang akan ditanya.”
Wahai para pemimpin…
di rumah…
di kantor…
di masyarakat…
Allah tidak bertanya: “Seberapa tinggi jabatanmu”
Allah bertanya: “Seberapa adil keputusanmu”
Ayat ini keras:
وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً
“Betapa banyak negeri zalim yang Kami hancurkan…”
Kezaliman kecil…
yang dibiarkan…
akan tumbuh menjadi kehancuran besar
Ingat…
jabatan tidak ikut ke kubur…
tanda tangan tidak menyelamatkan…
yang menyelamatkan hanya takwa dan keadilan
🔹 BAGIAN MUHASABAH KIAMAT
خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ
“Manusia diciptakan tergesa-gesa…”
Kita ingin cepat:
- sukses
- kaya
- dihormati
Tapi taubat selalu ditunda
بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ
“Kiamat datang tiba-tiba, membuat mereka panik…”
Saat itu… tidak ada:
- penundaan
- alasan
- pengulangan hidup
🤲 DOA
Allāhumma…
jika malam ini Engkau panggil kami…
kami sadar…
amal kami terlalu sedikit…
dosa kami terlalu banyak...
Ya Allah…
selamatkan pemuda kami…
dari nafsu yang menyesatkan…
dari dosa yang dinormalisasi…
dari mati sebelum taubat…
Ya Allah…
jaga keluarga kami…
jangan jadikan rumah kami
tempat maksiat yang tersembunyi…
tapi jadikan ia rumah tauhid dan taat
Ya Allah…
luruskan pemimpin kami…
lembutkan hati mereka…
jauhkan mereka dari zalim…
karena satu zalim…
cukup untuk menenggelamkan sebuah negeri…
Ya Allah…
jika bukan karena rahmat-Mu…
kami pasti binasa…
Terimalah taubat kami…
sebelum datang kematian…
sebelum kiamat datang tiba-tiba…
Āmīn… Āmīn… Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn…
Post a Comment