Ketika Iman Diminta Membayar Mahal
“Ketika Iman Diminta Membayar Mahal”
🌑 PEMBUKAAN
الحمد لله الذي اختبر عباده ليطهّر قلوبهم
ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون
Hadirin yang dirahmati Allah…
Malam ini…
bukan sekadar kisah yang akan kita dengar…
tetapi cermin yang akan menampar hati kita.
Malam ini Allah tidak sedang bercerita tentang Nabi Ibrahim saja…
tetapi tentang kita.
Tentang apa yang paling kita cintai…
dan sejauh mana kita siap taat ketika Allah meminta.
Berapa banyak di antara kita…
yang mengaku cinta Allah…
tetapi gemetar ketika perintah-Nya menyentuh zona nyaman?
🌿 BAGIAN 1
KABAR GEMBIRA YANG MENJADI UJIAN (±15 MENIT)
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ
“Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sangat sabar.”
Hadirin…
Ibrahim menunggu puluhan tahun…
rambutnya memutih…
doanya tak pernah putus…
Dan ketika anak itu hadir…
Allah tidak menyebutnya cerdas,
tidak menyebutnya tampan,
tetapi حليم — lembut, sabar, matang jiwanya.
Karena Allah tahu…
anak ini akan diminta menjadi persembahan.
Saudaraku…
sering kali nikmat terbesar kita… adalah ujian terbesar kita.
Anak…
jabatan…
harta…
nama baik…
bahkan amal…
Semua bisa menjadi “Ismail” dalam hidup kita.
🌿 BAGIAN 2
MIMPI YANG MEROBOHKAN LOGIKA (±15 MENIT)
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ
Bayangkan…
seorang ayah…
menatap mata anaknya…
dan berkata:
“Anakku… Allah menyuruh ayah menyembelihmu.”
Tidak ada ayah di dunia ini…
yang tidak hancur hatinya mengucapkan kalimat itu.
Tapi Ibrahim tidak berkata:
“Ayah bermimpi buruk.”
Karena mimpi nabi… adalah wahyu.
Dan yang lebih menghancurkan…
jawaban sang anak:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ
Wahai ayahku…
lakukan apa yang Allah perintahkan…
Ismail tidak berkata:
“Kenapa aku?”
“Kenapa sekarang?”
“Kenapa bukan orang lain?”
Dia hanya berkata:
“Aku siap taat.”
🌿 BAGIAN 3
SAAT HATI SUDAH MATI, TAPI IMAN HIDUP (±15 MENIT)
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
Dua-duanya berserah diri.
Bukan hanya Ibrahim…
tapi Ismail juga.
Pisau sudah di leher…
tangan ayah gemetar…
air mata jatuh ke pasir Mina…
Tapi iman tidak mundur.
Hadirin…
di sinilah Allah melihat…
bukan darah…
tapi ketulusan.
🌿 BAGIAN 4
ALLAH TIDAK PERNAH ZALIM (±15 MENIT)
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا
“Wahai Ibrahim… engkau telah membenarkan mimpi itu.”
Pisau tidak memotong…
karena Allah tidak pernah menginginkan darah anak itu.
Allah hanya ingin tahu:
“Apakah engkau lebih mencintai Aku… atau yang Aku titipkan?”
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
Seekor sembelihan dari surga…
mengganti Ismail…
Dan sejak saat itu…
setiap takbir Idul Adha…
adalah gema air mata Ibrahim.
🌿 BAGIAN 5
WARISAN KEABADIAN (±10 MENIT)
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
Nama Ibrahim tidak mati…
karena ia lulus ujian.
Hadirin…
apa yang akan kita wariskan?
Harta? Bisa habis.
Jabatan? Bisa dilupakan.
Tapi ketaatan… akan hidup sampai akhir zaman.
🌿 TRANSISI KE DOA
Sekarang…
jangan dengarkan saya…
dengarkan suara hati kita masing-masing…
Mari kita tundukkan kepala…
angkat tangan…
dan biarkan air mata bicara…
🤲 DOA
اللهم يا الله…
يا رحمن… يا رحيم…
Ya Allah…
kami datang dengan hati yang lelah…
dengan iman yang sering naik dan turun…
Ya Allah…
jika hari ini Engkau meminta sesuatu dari kami…
yang berat kami lepaskan…
maka kuatkanlah kami sebagaimana Engkau menguatkan Ibrahim…
Ya Allah…
jika anak-anak kami lebih kami cintai daripada-Mu…
ampuni kami…
didiklah hati kami…
Ya Allah…
jika harta membuat kami lalai…
jika jabatan membuat kami sombong…
jika dosa membuat kami nyaman…
maka patahkan semua itu sebelum kami dipatahkan di akhirat…
Ya Allah…
jadikan kami hamba yang taat meski tidak mengerti…
hamba yang patuh meski berat…
hamba yang ikhlas meski harus kehilangan…
Ya Allah…
jangan Engkau uji kami dengan ujian yang kami tidak sanggup memikulnya…
tapi jika Engkau uji…
maka sertakan rahmat-Mu…
Ya Allah…
ampuni dosa orang tua kami…
hidup atau yang telah wafat…
jadikan kubur mereka taman surga…
Ya Allah…
jaga anak-anak kami…
jangan Engkau jadikan mereka fitnah yang menjauhkan kami dari-Mu…
jadikan mereka Ismail-Ismail yang taat…
Ya Allah…
akhiri hidup kami dengan husnul khatimah…
jangan Engkau cabut iman kami di saat kami paling membutuhkannya…
ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم
وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم
وصلّى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
آمين… آمين… يا رب العالمين…
Post a Comment