JEJAK PARA NABI: IMAN, TAUHID, DAN AKHIR SEBUAH PEMBANGKANGAN

“JEJAK PARA NABI: IMAN, TAUHID, DAN AKHIR SEBUAH PEMBANGKANGAN”

Tadabbur QS Ash-Shaffāt: 121–140


I. KAIDAH AGUNG: BALASAN UNTUK ORANG YANG BERBUAT BAIK

QS Ash-Shaffāt: 121–122

📖 Ayat

﴿ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ ﴾

Artinya:
“Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Al-Hasan al-Basri:

    Ihsan adalah engkau beramal seakan-akan melihat Allah.

  • Ibn Katsir: ayat ini kaidah umum, bukan hanya untuk Musa & Harun, tapi semua orang beriman hingga hari kiamat.

📚 Tafsir Ibn Katsir, Juz 7

Dalil Sunnah

قال ﷺ:

« إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ »
“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan pada segala sesuatu.”
📚 (HR. Muslim)

😄 Humor ringan:

Ihsan itu bukan sekadar “yang penting selesai”,
tapi “yang penting Allah ridha”.
Kalau cuma selesai, laporan juga selesai… tapi pahala belum tentu 😄


II. NABI ILYAS: TAUHID MELAWAN BERHALA BA‘L

QS Ash-Shaffāt: 123–126

📖 Ayat

﴿ وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ۝ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلَا تَتَّقُونَ ۝ أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ ۝ اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ ﴾

Artinya (ringkas):
“Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul. Ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kalian tidak bertakwa? Mengapa kalian menyembah Ba‘l dan meninggalkan Allah, sebaik-baik Pencipta?’”

🧠 Tafsir & Komentar Ulama

  • Ba‘l: berhala emas, simbol agama + kepentingan ekonomi
  • Al-Qurṭubi:

    “Syirik sering dibungkus tradisi dan keuntungan dunia.”

  • Ar-Razi: dakwah Nabi Ilyas logis + tauhid murni, bukan emosi.

📚 Tafsir Al-Qurṭubi, Mafātīḥ al-Ghaib

Dalil Penguat

﴿ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS Adz-Dzariyat: 56)

😄 Humor reflektif:

Dulu menyembah Ba‘l dari emas…
sekarang banyak yang menyembah “saldo” di layar HP 😄
Bedanya cuma bentuk, penyakitnya sama: lupa Allah.


III. DUSTA, AZAB, DAN KESELAMATAN ORANG IKHLAS

QS Ash-Shaffāt: 127–128

📖 Ayat

﴿ فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ۝ إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ ﴾

Artinya:
“Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan dihadirkan (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan.”

🧠 Kaidah Ulama

  • Ikhlas = tiket keselamatan
  • Ibn Taymiyyah:

    “Ikhlas adalah ruh amal, tanpa itu amal hanya jasad.”

📚 Majmū‘ al-Fatāwā


IV. SALAM KEABADIAN UNTUK PARA PEJUANG TAUHID

QS Ash-Shaffāt: 129–132

📖 Ayat

﴿ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ ۝ سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ ﴾

Artinya:
“Kami abadikan baginya pujian di kalangan generasi kemudian. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.”

📌 Makna penting:
Nama baik tidak dibeli dengan pencitraan, tapi ketaatan panjang.

😄 Humor halus:

Ada yang viral seminggu lalu hilang,
Nabi Ilyas “viral” ribuan tahun…
bedanya: yang satu cari likes, yang satu cari ridha Allah 😄


V. NABI LUTH: SELAMATNYA IMAN, BINASANYA MAKSIAT

QS Ash-Shaffāt: 133–136

📖 Ayat

﴿ وَإِنَّ لُوطًا لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ۝ إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ ۝ إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ ﴾

Artinya:
“Dan sesungguhnya Luth termasuk para rasul. Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Imam Nawawi:

    “Hubungan keluarga tidak menyelamatkan tanpa iman.”

  • Istri Nabi Luth bersama orang saleh, tapi hatinya bersama maksiat.

📚 Syarh Shahih Muslim

😄 Humor pahit (edukatif):

Tinggal serumah dengan nabi saja tidak otomatis masuk surga…
apalagi cuma tinggal serumah dengan ustaz 😄
yang menyelamatkan itu iman, bukan alamat.


VI. JEJAK AZAB SEBAGAI PELAJARAN SEPANJANG JALAN

QS Ash-Shaffāt: 137–138

📖 Ayat

﴿ وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ ۝ وَبِاللَّيْلِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴾

Artinya:
“Kalian melewati bekas-bekas mereka pagi dan malam, maka tidakkah kalian mengambil pelajaran?”

📌 Kaidah Tarbiyah Qur’ani:
Sejarah bukan untuk dikenang, tapi dipetik ibrahnya.


VII. NABI YUNUS: KESABARAN SEORANG DA’I

QS Ash-Shaffāt: 139–140

📖 Ayat

﴿ وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ۝ إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ﴾

Artinya:
“Dan sesungguhnya Yunus termasuk para rasul. Ketika ia pergi ke kapal yang penuh muatan.”

🧠 Tafsir Ulama

  • Abq = lari tanpa izin, bukan maksiat besar tapi tergesa-gesa
  • Ibn Katsir:

    “Nabi Yunus belajar bahwa hidayah milik Allah, bukan hasil emosi da’i.”

📚 Tafsir Ibn Katsir

Dalil Doa Yunus

﴿ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ﴾
(QS Al-Anbiya: 87)

Hadis:

“Tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa Yunus, kecuali Allah kabulkan.”
📚 (HR. Tirmidzi)

😄 Humor dakwah:

Kalau dakwah belum berhasil, jangan resign dari tugas kenabian 😄
Nabi Yunus saja ditegur… tapi tidak dicoret dari daftar nabi.


VIII. PENUTUP TEMATIK

🔹 Benang merah ayat 121–140:

  • Ihsan → balasan Allah
  • Tauhid → keselamatan
  • Maksiat → kebinasaan
  • Ikhlas → keabadian nama

📌 Kata Imam Syafi‘i:

“Jika engkau tidak sanggup melakukan semua kebaikan, jangan tinggalkan seluruhnya.”



Tidak ada komentar